Selasa, 05 Agustus 2008

Data Tentang Penulis

Sundea adalah perempuan yang memiliki nama asli Ardea Rhema Sikhar dulunya selalu dikuncir buntut kuda, gendut, suka bawa botol air, dan suka nulis-nulis. Setelah lulus dari Universitas Padjadjaran, Dea - nama panggilannya - sudah tidak dikuncir buntut kuda, sudah tidak gendut, (sepertinya) sudah tidak bawa botol air, namun masih suka nulis-nulis. Mau lihat tulisannya, silahkan berkunjung ke http://salamatahari.blogspot.com

Farida Susanty adalah mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Padjadjaran yang kecanduan siaran televisi berlangganan. Gadis serius ini akan melakukan banyak hal demi tidak ketinggalan hitungan mundur tangga lagu di MTV. Sekonyong-konyong tubuhnya akan terpaku di depan televisi apabila ada film-film seru di channel HBO. Genre film favorit Farida beragam di kisaran indie, teen-flick, drama, dll. Meskipun membenci klise dan pretentiousness, gadis yang besar di Tasikmalaya ini akan memasukkan nonton-bareng-Juno-dan-Twilight ke dalam agenda sosialnya.

Neni Iryani adalah penggemar Andrea Hirata yang membelot lantaran teman-temannya tidak menyukai pengarang keriting itu. Tumbuh besar di Lampung, lulusan Jurusan Sastra Inggris Universitas Perguruan Indonesia ini tengah mengadu nasib di ibukota. Sampai sekarang ia bekerja sebagai sekretaris di agen pemasok pesawat terbang. Tulisan Neni tentang ‘kejamnya’ Jakarta bisa dicek di http://whiple-niafa.blog.friendster.com/.

Satyo Aji Karyadi, lebih akrab disapa Aji, adalah peserta writers' circle yang kedatangannya paling sulit diprediksi. Kadang ia datang setiap minggu, tetapi kadang-kadang ia lama tidak muncul hanya untuk muncul lagi dan membuktikan kebertahanannya. Pria tinggi dan berkacamata ini sebetulnya pendiam, tetapi ada tiga fakta yang patut diketahui tentangnya. Pertama, Aji telah mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Kedua, seperti yang diakuinya, Aji suka menulis tentang politik dan sepak bola (Kadang-kadang tajuk tulisan politiknya cukup ajaib. Membandingkan Stalin dengan Charlie Chaplin, misalnya). Ketiga, dalam tulisan ini Aji mengutip lagu Message in a Bottle-nya The Police. Apakah laki-laki ini suka The Police? Apakah kesukaannya ini merupakan indikator dari usia Aji yang sebenarnya? Ah, barangkali cuma anak-anak the circle dan malaikat yang juga tahu.

Fadil adalah satu-satunya peserta the circle yang mampu untuk membuat makrame dan gaun pengantin. Ia juga pemain scrabble yang piawai. Buku favoritnya adalah Mystic River karangan Dennis Lehane. Frase favoritnya adalah berserobok pandang. Penyanyi favoritnya tentu saja Sherina Munaf. Karena Fadil semakin jarang berkunjung ke Reading Lights akibat kesibukannya di Jakarta, setiap kehadirannya selalu dinantikan oleh peserta the circle yang lainnya.

Ali Singatuhan adalah sebuah pseudonim salah satu peserta Reading Lights Writers’ Circle. Ia misterius. Dari pseudonimnya terkesan bahwa orang ini menyukai spiritualisme islam. Paling tidak ia tahu bahwa Singa Tuhan adalah sebutan penyair Jalaluddin Rumi bagi Imam Ali, atau tidak? Atau peserta ini kebetulan suka puisi-puisi Rumi, atau kebetulan mempelajari Imam Ali, atau kebetulan saja membaca frase Ali Singa Tuhan di suatu tempat, atau tidak? Entah apa cerita di balik pseudonim ini.

Wajah Anas adalah salah satu dari wajah-wajah lama di the writers’ circle. Meskipun sudah keluar dari Universitas Islam Bandung dengan predikat sarjana, lelaki penyuka hal-hal berbau spiritualitas islam ini masih bisa dijumpai di kamar kos-nya di Jalan Tubagus Ismail. Bertanyalah pada Anas tentang tempatnya berasal di Bima, Nusa Tenggara Barat, kalau anda beruntung ia akan menceritakan mulai dari perwatakan masyarakat sampai para joki kecil.

Yuliasri Perdani atau Uli adalah mahasiswa jurusan Jurnalistik FIKOM Unpad yang belum bercita-cita menjadi jurnalis. Ia suka menonton film apapun selama bukan film horor. Demi menunjang hobinya, uang sakunya ia rela habiskan untuk membeli/menyewa DVD bajakan. Uli suka membuat film, menulis skenario, dan es krim Walls rasa jeruk nipis yang ditengahnya ada jelly. Sluuurrrrp!

Ina Khuzaimah adalah seorang kontributor freelance di sebuah free magazine yang menjadi awalnya berkecimpung di dunia jurnalistik, sebuah cita-cita di masa SMP yang mulai menjadi nyata. Gadis berjilbab ini telah menjadi seorang production manager di tiga film pendek. Selain membaca dan menulis fiksi di sela kejenuhan kerja, Ina hobi mengomentari orang lain yang kurang sreg di hati, siapapun itu. Ina berhasrat menerbitkan novel dan skenario film yang mendidik dan menginspirasi.

Nia Janiar yang akhir-akhir ini lebih sering menulis karya non fiksi di Ruang Psikologi, bercita-cita menjadi seorang penulis ketimbang pengajar - sebagaimana profesinya yang digeluti saat ini - walaupun sekarang kegiatan menulisnya baru sebatas mengirim ke berbagai lomba. Belum menerbitkan buku sama sekali (kecuali skripsi).

Andika Budiman adalah peserta setia di Reading Lights Writer’s Circle. Mahasiswa HI Unpar ini suka sekali dengan kegiatan menulis, terlepas dari bentuknya, apakah cerpen, esei ataupun artikel. Dengan selera musik dan karya yang cukup non-mainstream, ia aktif memberi kritik serta saran-sarannya dalam diskusi setiap minggu. Saat ini ia sedang berusaha tetap hidup, dengan bernapas.

Myra Fathira adalah regular di setiap pertemuan Reading Lights Writers’ Circle. Gadis misterius ini masih tercatat sebagai mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2004 Universitas Padjadjaran sebagaimana tercatat juga sebagai groupies-nya Nine Ball. Jangan langsung menyapa Myra bila melihat ciri fisiknya pada orang yang Anda temui. Karena bisa jadi itu Mira, kembarannya. Anda baru boleh menyapa kalau gadis itu memakai baju pink. Satu-satunya kesempatan di mana Myra berbaju hitam adalah sehari setelah tulisannya dikritik Rendra.

Erick S. adalah fasilitator kegiatan Reading Lights Writer’s Circle in Indonesian yang berlangsung setiap Sabtu jam empat sore. Sehari-hari ia aktif di gereja, juga mengajar sebagai asisten dosen di Itenas, dan yang terpenting mengusahakan agar proyek komiknya bisa segera terbit. Ini bukan promosi karena ia sudah tidak available. Sekadar kegiatan tambahan, ia sering membuat komik strip mingguan, yang agak sinting, di ericbdg.blogspot.com

Martina Alibasyah yang memiliki hobi melukis dan menggambar ini sempat mengalami perpindahan sekolah berkali-kali di hidupnya. Marty, nama panggilannya, menyukai penulis Paulo Coelho. Kedatangannya yang selalu meramaikan suasana ini begitu ditunggu-tunggu oleh writer's circle.

Azisa Noor adalah perempuan dengan segudang bakat. Selain menulis, bermain cello dan memainkan musik klasik, ia pun jago menggambar. Bakatnya dalam menulis dan menggambar ini telah ditelurkan dalam sebuah karya komik yang berjudul Satu Atap. Karyanya bisa dilihat di toko buku terdekat.

Pradana Pandu Mahardhika "Write something about myself? I wouldn't have to stoop that far if I had a horde of imperial scribes toiling day and night to chronicle my (not-so-) world-shaking exploits."

Sapta P. Soemowidjoko bergelar sarjana science yang pada akhirnya terjun ke dunia seni. Hobinya menulis, menggambar, dan memotret yang pada akhirnya digeluti secara profesional. Semasa kuliah pernah menjadi penyiar dan produser di beberapa radio dengan genre anak muda. Terakhir, ia pernah terpilih menjadi art director LA Indie Movie dalam film Dummy Bukan Dami sekaligus menjadi pemeran utamanya. Visual merchandise and promotion untuk Corniche adalah pekerjaan tetap yang tertulis dalam kartu namanya.

Retno Wulandari. Panggil saja Neno. Sejak kecil senang membaca, sudah besar dapat berkah bisa berteman dengan sekumpulan penulis kece di RLWCe. Rasanya seperti dimanjakan, kalau sebuah cerita bisa dibacakan langsung oleh si pencerita. Kemarin itu, saya sendiri tidak menulis, namun berkontribusi sebagai time keeper saja. Senangnya ada di sana.

Rizal Affif adalah seorang konsultan HR meskipun sebenarnya lebih mencintai dunia menulis dan desain. RLWC adalah salah satu kesempatannya menyegarkan diri disela-sela kesibukannya menilai para calon manajer untuk menghidupi dirinya. Selain menulis di RLWC, ia juga secara konstan menulis karya bertema spiritualitas—dan menuangkan eksperimen desain webnya—dalam blognya http://thesoulsanctuary.us. Ia juga sedang menyusun rencana untuk beralih profesi yang lebih sesuai dengan passion-nya.

Ryan Marhalim. Seorang bocah dengan banyak impian. Salah satunya untuk menjadi penulis novel ternama bak Pramoedya Ananta Toer. Kegiatannya selain menggentayangi Reading lights Writers' Circle adalah menghadiri sebuah kelompok okultisme (occultism).


2 komentar:

ardi fitra rahman mengatakan...

blog walking..

salam kenal dari jatinangor..

Carpe diem!!

Twelve Red Monkeys mengatakan...

Freyja Griffin ditemukan meninggal di atas sebuah perahu di tengah danau. Tubuhnya ditemukan oleh Lynch O'Shea (Trey), sahabat karibnya, sang desainer baju terkenal. Penyelidikan awal menunjukkan kematiannya diakibatkan overdosis obat tidur dan obat penenang. Wadah obat-obatan tersebut ditemukan dalam keadaan kosong. Selain dari barang-barang tersebut ditemukan juga sebotol vodka merek Smirnoff.
Freyja adalah seorang penulis novel roman terkenal. Usianya 32 dua bulan lagi. Freyja meninggalkan orangtua dan seorang adik perempuan.