<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301</id><updated>2012-02-16T00:52:39.080-08:00</updated><category term='Data Penulis'/><category term='tips menulis'/><category term='kunjungan'/><category term='agenda'/><category term='Pengumuman'/><category term='karya'/><category term='journal'/><category term='movie week'/><title type='text'>Writers Weekly Circle</title><subtitle type='html'>Jurnal Mingguan Karya Peserta Writers&amp;#39; Circle di Reading Lights Bookshop &amp;amp; Coffee Corner, Bandung.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>161</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-1536871619989192622</id><published>2012-02-06T02:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T02:19:04.948-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Susu</title><content type='html'>Hari ini (04/02) berbeda. Kursi-kursi di Reading Lights sudah diatur sedemikian rupa, microphone serta kabel bertebaran di pojok ruangan. Hari ini hari yang berbeda karena Reading Lights akan mengadakan &lt;i&gt;coffee sharing&lt;/i&gt; yaitu membahasa tentang kopi serta perjalanan kopi di Reading Lights sebagai &lt;i&gt;coffee corner&lt;/i&gt;. Saat saya datang, salah satu pegawai bilang bahwa sudah ada Theo (penyiar radio MGT FM) di belakang. Theo, yang pernah ikut beberapa sesi writer's circle, akan membawakan acara hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OmO9U1NfYY4/Ty-lCEmt6EI/AAAAAAAAAzM/rA0zKWRVw3w/s1600/DSC00353.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-OmO9U1NfYY4/Ty-lCEmt6EI/AAAAAAAAAzM/rA0zKWRVw3w/s320/DSC00353.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang-orang mulai berdatangan dan suasana semakin ramai, sebuah kelompok kecil yang dihadiri Farida dan Fadil sedang sibuk menyalin dan membicarakan film. Setelah Dani, Sabiq, dan David Hutahuruk datang, akhirnya kami mulai sesi nulis dengan tema 'susu' yang ditulis Dani. Alasan Dani mengambil susu sebagai tema adalah ia melihat &lt;i&gt;booth &lt;/i&gt;susu Greenfield di depan Reading Lights yang menjadi bagian sempurna dari kopi produk Reading Lights yaitu capuccino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu sebenarnya tema yang gampang-gampang susah. Membikin cerita tentang susu yang biasa itu gampang, tapi membikin cerita tentang susu yang &lt;i&gt;out of the box&lt;/i&gt; atau luar biasa itu sulit. Buktinya beberapa peserta agak kesulitan mencari wangsit ketika waktu 30 menit sudah ditetapkan untuk membuat satu cerita selesai. Bahkan Sabiq yang sudah mondar mandir, bakar rokok, baru bisa membuat cerita saat 15 menit telah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EoH0zkQ4naQ/Ty-lwQlzJFI/AAAAAAAAAzU/7BrpNpj-XoI/s1600/DSC00351.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-EoH0zkQ4naQ/Ty-lwQlzJFI/AAAAAAAAAzU/7BrpNpj-XoI/s320/DSC00351.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SVsaC3oBnxs/Ty-mYFdHA5I/AAAAAAAAAzc/ltqWPjXr_BU/s1600/DSC00349.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-SVsaC3oBnxs/Ty-mYFdHA5I/AAAAAAAAAzc/ltqWPjXr_BU/s320/DSC00349.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ycNHqmupkjQ/Ty-myjl3F1I/AAAAAAAAAzk/3Quhsw4bxYM/s1600/DSC00350.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-ycNHqmupkjQ/Ty-myjl3F1I/AAAAAAAAAzk/3Quhsw4bxYM/s320/DSC00350.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya yang membacakan cerita pertama kali karena enggan dapat giliran terakhir. Saya menulis kisah tentang seorang pemuda tanggung bernama Hasyim yang sedang memerah susu sapi. Saat memerah susu sapi, pikirannya membayangkan ke fase kanak-kanak dan membayangkan air susu sapi ini sebagai air susu ibunya. Keinginan infantil ini bisa dibaca lebih lanjut di &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/2012/02/infantil.html" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt; saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani menulis tentang kisah yang belum jelas bercerita tentang apa dan mau dibawa kemana. Bercerita dengan &lt;i&gt;setting &lt;/i&gt;(yang boleh dipersepsikan) penculikan, seorang perempuan bernama Dira dipaksa untuk meminum susu oleh seorang lelaki. Akhirnya ia meminum susu itu sambil bertanya-tanya dia ada dimana, sedang apa, dan mau apa. Lalu lelaki berbeda datang mengganti segelas susu baru. Kesal karena tidak boleh keluar, Dira melempar gelas susu yang baru tersebut kemudian ia meronta sehingga perlu ditenangkan oleh kedua susu tersebut hingga ia pingsan. Saat terbangun, gelas susu ke tiga sudah hadir tepat di depan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabiq menulis tentang dua orang bernama Kemarau dan Hujan. Dengan deskripsi yang detil tentang latar belakang setiap karakter, mereka dipertemukan secara sengaja dengan kejadian-kejadian yang selalu bikin mereka bersama oleh suster yang menyusui mereka saat di rumah sakit. Singkatnya, Sabiq bercerita tentang fenomena saudara sesusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Sabiq yang begitu naratif, David menuliskan cerita dengan senjata utamanya: dialog. Ia bercerita sebuah percakapan antara manusia bernama Pak Dasep dengan kuda yang sedang diperahnya bernama Horsi. Setelah bercakap-cakap dengan Horsi dan juga Miun--seorang anak SD--mereka pindah kandang selanjutnya untuk melanjutkan percakapan perbedaan sapi, kuda, dan domba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan narasi dan dialog dibawakan oleh Farida. Ia bercerita tentang pasangan suami istri dimana sang istri menolak menyusui anaknya karena enggan badannya rusak. Jika alasannya protein, sang istri memilih memberikan anak tersebut dengan susu sapi yang dijual di toko-toko. Perdebatan yang menarik antara suami dan istri yang menyentil logika ini bisa dibaca langsung di &lt;a href="http://lovedbywords.tumblr.com/post/17028497712/susu" target="_blank"&gt;blog&lt;/a&gt;-nya Farida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadil membacakan awal ceritanya dengan suasana murung, terutama deskripsinya yang membuat kemurungan semakin nyata. Diceritakan tentang seorang remaja perempuan yang sedang memandang cermin dan merasa tidak suka dengan dirinya karena ia merasa tidak sempurna seperti Mia, teman sekelasnya cantik, pandai olahraga, punya banyak teman, dan sempurna. Kemurungan berakhir ketika ibunya menyuruh ia mengambil segelas susu panas dari ibunya. &lt;i&gt;Susu adalah pelengkap pola makan yang membuat kita sehat dan sempurna&lt;/i&gt;--terngingat ucapan gurunya di pikiran si tokoh. Setelah susu diteguk, ia merasa sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan gaya menulis (dialog, deskripsi, narasi) pada setiap peserta mencerminkan kekayaan yang terkandung dalam susu secara harfiah atau filosofis. Maka, pertemuan ini mencerminkan bahwa hal keseharian yang biasa ditemui juga bisa menjadi ide kepenulisan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertemuan minggu depan (Sabtu, 11/02) Fadil akan menjadi fasilitator dengan membawakan potongan cerita pendek dimana peserta harus membuat kelanjutan ceritanya. Bagi yang ingin mengikuti workshop, silahkan datang pukul 16.30 di Reading Lights. Tanpa syarat dan tanpa bayaran. Sampai jumpa minggu depan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-1536871619989192622?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/1536871619989192622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=1536871619989192622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1536871619989192622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1536871619989192622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2012/02/susu.html' title='Susu'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OmO9U1NfYY4/Ty-lCEmt6EI/AAAAAAAAAzM/rA0zKWRVw3w/s72-c/DSC00353.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-4543588736697918167</id><published>2012-01-20T05:47:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T05:47:26.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Rohani dalam Tulisan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Kira-kira sudah jam 16.00 kala itu, ketika saya sampai di Reading Lights. Belum ada tanda-tanda kehidupan dari anak-anak Reading Lights Writer’s Circle (RLWC). Tak satupun anggota klub yang telah menunjukkan batang hidungnya. Jangan diartikan secara harfiah lho, kalo cuma batang hidungnya yang nongol, ya, percuma aja nggak bakalan bisa nulis juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, jangan-jangan, nggak ada kegiatan nih, atau mungkin pindah tempat, pikir saya. Maklum, sudah terlalu lama tidak datang jadi, nggak tahu soal pengumuman apapun. Saya memang sudah terlalu lama membolos dari klub yang baik hati ini karena tak pernah memecat anggotanya yang doyan membolos, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, mungkin mereka sedang sibuk dengan kegiatan lainnya padahal, cuaca lagi bagus-bagusnya, dan tidak ada macet berkepanjangan sama sekali. Lama menunggu, Sabiq pun tiba tentu lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki tidak hanya batang hidungnya. “Belum pada dateng, nih?” tanyanya. “Belum nih, kacau.” “Wah, gimana nih, nggak ada ide, euy.” “Tauk, deh.” Parahnya, orang yang biasa jadi fasilitator, tidak ada yang bisa hadir semua. Nia, sedang ada kegiatan di Jakarta, Andika juga tidak bisa hadir. Wah, galau cuman berdua doang. Jadilah kita membentuk band The Galauers kalau hanya berdua, alamat main catur ini, sih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sabiq, rekannya ada yang mau ikutan bergabung dengan klub. Jika temannya itu jadi datang, kita sepakat untuk memulai kegiatan. Sekira pukul 5 sore, rekannya yang bernama Audry itu, tiba. Sembari menunggu kedatangan anggota lainnya, biasalah, ngobrol-ngobrol perkenalan dan tak lama, Sapta pun datang. Suit suit, cieh, cieh tak seperti biasanya, Sapta rapi banget sore itu pake kemeja, dimasukkin lagi. Udah gitu, pake sepatu lengkap dengan kaos kaki yang matching sama warna sepatunya. Katanya sih, resolusi 2012, tampil rapi. Okelah kalo begitu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, jika belum ada tema untuk menulis, maka, sistem yang dipakai adalah sistem “Dikocok Tegang”. Eits, jangan berburuk sangka dulu ya, maksudnya, setiap peserta diharuskan menulis tema di sepotong kertas, kemudian, diundi dengan cara dikocok. Lalu, timbul perasaan tegang, harap-harap cemas, tema siapa yang akan dipilih untuk dijadikan bahan menulis. Ya, betul sekali, sistem yang dipakai mirip dengan sistem arisan. Setelah melalui proses undian, yang terpilih adalah tema dari Sabiq yaitu, rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan proses undian, maka, berturut-turut peserta membacakan karyanya. Peserta yang mendapat giliran pertama membacakan karyanya adalah, Audry, The New Rookie of the Year. Audry menulis tentang kegiatannya yang dilakukannya saat dini hari ketika semua orang sudah terlelap dan menurutnya, mengasyikkan karena ia bisa lebih ‘khusyuk’ karena heningnya suasana. Kurang lebih sih, begitulah. Sorry ya, kalo salah dan terlalu banyak interpretasi hehe. Jika ditinjau dari susunan kata dan tata bahasanya tulisan ini pada prinsipnya, baik. Saya sependapat dengan komentar Sapta kalo tulisan Audry itu lebih mirip seperti jawaban dari pertanyaan”Describe yourself.” Yah, selalu ada awal dari sesuatu. Kali ini, kita maafkan lain kali, jangan begitu, ya hehe bercanda kok, Audry, tenang aja. Jangan kapok untuk datang ke mari ya, Bos!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapta mendapat giliran selanjutnya. Tulisan Sapta menurut saya adalah tulisan yang paling bagus di antara peserta yang hadir, nggak percuma deh, kemeja dimasukkin (hehe, apa hubungannya?). Yang menarik dari tulisan ini adalah, karena tokohnya malaikat, suatu sudut pandang yang baru. Dikisahkan kalau sang malaikat, sedang mengawasi dunia dari kejauhan. Saya suka dengan tulisan ini karena banyak analogi-analoginya, pengandaian-pengandaiannya tapi, tetap mudah dipahami. Akhir ceritanya juga tidak mudah ditebak. Inti dari cerita ini adalah orang suka sekali mengambil dan menerapkan sesuatu dan menjiplak mentah-mentah tentang apapun termasuk agama, tanpa memperhatikan apakah hal tersebut cocok untuk diterapkan katakanlah di Indonesia, misalnya. Bagusnya lagi, ceritanya membuat orang untuk penasaran untuk membacanya sampai selesai dan sehabis membaca, barulah orang tahu kalau si tokoh adalah malaikat. Well Done, dude! Hei, penonton kok, pada diem aja? Tepuk tangannya mannaa? Jangan bengong aja, ayo, kita elu-elukan Sapta, “Elu, elu, elu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, sang pencetus ide, Sabiq. Inti ceritanya adalah seorang ibu yang anaknya tertular virus HIV AIDS karena diperkosa seorang pria pengidap pedofili. Awalnya, perasaan sang ibu bercampur-baur antara kesal dan sedih atas kejadian anaknya tersebut. Namun akhirnya, sang ibu tetap mengupayakan yang terbaik bagi kesembuhan anaknya tapi, sang anak tetap tak terselamatkan nyawanya. Prinsipnya, cerita ini bagus mungkin hanya perlu perbaikan sedikit dan juga sedikit riset tentang masa inkubasi virus HIV AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, adalah cerita karangan saya. Inti ceritanya, tentang seorang perempuan yang hendak melakukan penebusan dosa karena ia berzinah dengan pacarnya kepada pendeta di bilik pengakuan dosa. Bukannya mendapat pencerahan, ia justru disuruh kembali berzinah dengan pacarnya itu. Alasan sang pendeta karena di manual hanya tercantum sanksi berupa denda jika telah dua kali melakukan perzinahan sementara, sang gadis baru melakukan satu kali perzinahan. Jangan serius kali coy! Ini benar-benar murni gurauan belaka. Maaf berribu maaf jika ada yang tersinggung tidak ada maksud apa-apa kecuali hanya untuk melucu, melemaskan urat syaraf yang tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dan sampai jumpa. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satyo Aji Karyadi&lt;/b&gt;, lebih akrab disapa Aji, adalah peserta writers' circle yang kedatangannya paling sulit diprediksi. Kadang ia datang setiap minggu, tetapi kadang-kadang ia lama tidak muncul hanya untuk muncul lagi dan membuktikan kebertahanannya. Pria tinggi dan berkacamata ini sebetulnya pendiam, tetapi ada tiga fakta yang patut diketahui tentangnya. Pertama, Aji telah mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Kedua, seperti yang diakuinya, Aji suka menulis tentang politik dan sepak bola (Kadang-kadang tajuk tulisan politiknya cukup ajaib.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-4543588736697918167?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/4543588736697918167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=4543588736697918167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4543588736697918167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4543588736697918167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2012/01/rohani-dalam-tulisan.html' title='Rohani dalam Tulisan'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-3957158061302070397</id><published>2012-01-15T20:25:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T20:25:41.723-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Dogma</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pp1ZgnEioFc/TbYyY-NQNlI/AAAAAAAAC-M/by_KXBid__0/s320/dogmatic.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-pp1ZgnEioFc/TbYyY-NQNlI/AAAAAAAAC-M/by_KXBid__0/s320/dogmatic.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan pertama RLWC di tahun 2012 (sekaligus pertemuan ketiga saya setelah berbulan-bulan tidak nongol) dimulai dengan tema ‘Dogma’. Apakah dogma itu? Jujur saja, saat mendengar kata itu yang pertama kali saya pikirkan adalah Gereja Kristen di abad pertengahan. Di abad pertengahan setiap perkataan Sang Pendeta adalah sabda Tuhan yang absolut. Tidak mempedulikan rasionalitas. Yah, itulah salah satu versi dogma. Sebuah kepercayaan atau doktrin yang mempunyai kekuasaan atas suatu kelompok dan tidak boleh dipertanyakan. Versi dogma yang lainnya adalah, ‘pamali’ atau ‘saru’ dalam Bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kak Sapta yang mengutarakan tema tersebut, adalah yang pertama untuk membacakan ceritanya. Tentang seorang gadis Sunda yang menikah tanpa restu orangtuanya. Gadis tersebut bersama suaminya mencoba untuk mempunyai anak, tapi sang gadis tak kunjung hamil. Sampai akhirnya sang suami merasa muak dan menuduh istrinya mandul. Alhasil, dia sering membawa wanita pulang untuk dihamili dan istrinya hanya bisa pasrah. Setelah berhasil menghamili salah satu wanita yang dia bawa pulang, dia pun menceraikan istrinya. Perempuan yang dulunya adalah bunga desa itu, langsung mengalami ‘breakdown’ (apa bahasa sunda-nya yah? Hm...) dan mengutuk tuhan-tuhan yang disembahnya. Setelah dia tertidur di tempat pertapaan, tiga orang yang lewat tertarik pada tubuhnya dan langsung memperkosanya. Dia pun hamil, membuktikan bahwa dia tidak mandul. Tetapi anaknya yang sekarang sudah dewasa meninggalkannya karena tidak tahan dengan ibunya yang selalu diam setiap kali sang anak ingin mengetahui siapa ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Cerita kedua adalah milik Kak Angie. Masih bertokoh utamakan seorang gadis desa. Gadis tersebut selalu mempertanyakan ‘pamali-pamali’ yang diberitahu orangtuanya. Dia ingin tahu kenapa ini tidak boleh dan itu dilarang. Akhirnya dia tidak tahan dan pergi ke kota bersama saudaranya dari kampung lain. Awalnya dia senang tinggal di kota, sampai akhirnya dia mengetahui bahwa tempat itu tidak selalu gemerlap. Dia bekerja sebagai pembantu, berkali-kali diusir karena kesalahan kecil, dan majikan lelakinya sudah sering menggodanya. Akhirnya dia pun menyadari bahwa pamali yang ditanam di dalam dirinya sejak kecil adalah untuk melindunginya, dan gadis itu sangat menyesal sudah meninggalkan Desa Badui tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya Kak Farida yang membacakan cerita. Seorang wanita akan dihukum rajam dan tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan pembelaannya. Yah, karena dia adalah seorang wanita. Dia dituduh berselingkuh dengan pria lain. Cerita ini ditulis melalui sudut pandang tetangganya yang tahu bahwa sang wanita tidak bersalah dan suaminya berbohong tentang perselingkuhannya. Hal itu karena suami wanita yang akan dihukum ingin mengambil hartanya dan menikahi wanita lain. Bagaimana tetangga tersebut bisa tahu? Karena dialah wanita yang ingin dinikahi sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah, makin lama makin tragis, inilah cerita dari Kak Riri. Lagi-lagi tokoh utamanya adalah seorang gadis. Orangtuanya sudah meninggal sejak kecil dan dia diurus oleh pamannya. Di mata orang lain, dia adalah paman baik hati yang mau mengurus keponakannya. Sementara di mata si gadis, dialah orang bejat yang merampok keperawanannya tiap malam (eh, tunggu, emang keperawanan bisa dirampok berkali-kali yah?). Dia sudah berkali-kali ingin membunuh si paman, tapi tidak pernah dilakukannya karena agama yang dianutinya mengatakan bahwa dia tidak boleh mengambil nyawa orang lain. Maka dia pun mengambil nyawanya sendiri, walau dia tahu itu pun dilarang oleh agama, setidaknya dia tidak harus hidup dicerca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yang terakhir adalah puisi buatan saya sendiri (dundundun!). Tidak tragis seperti yang sebelum-sebelumnya, tapi tetap tentang dogma. Karena yang pertama kali saya pikirkan adalah agama, maka saya membuatnya memakai sudut pandang seorang anak yang tumbuh di lingkungan yang sangat kental elemen agamanya. Anak itu mempertanyakan apa yang dianggap para orang dewasa normal, dan dengan rasionalitas pula. Tapi para orang tua yang bingung dengan pertanyaannya malah menyuruh anak itu untuk diam dan mengikuti semua apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cerita Kak Sapta dan Kak Angie adalah tentang pamali, dan bahwa pamali itu sebenarnya dibuat untuk melindungi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Puisiku dan cerita Kak Farida mengambil dari sudut agama, dan bahwa kita pun harus rasional mengenai dogma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan cerita Kak Riri... err, walau sama-sama tentang agama tapi take-nya beda yah? Unik dan yang paling bikin merinding. Mengambil masing-masing sudut pandang dari kedua type di atas dan menyatukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah pertemuan itu, saya berpikir bahwa dogma pun bisa diterima, tetapi kalau menerimanya tanpa bertanya dan berpikir rasional, maka kita semua adalah orang bodoh. Yup, inilah jurnal pertama saya di blog ini. Terima kasih sudah memberikan kesempatan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;Destiyara Putri&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-3957158061302070397?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/3957158061302070397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=3957158061302070397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/3957158061302070397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/3957158061302070397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2012/01/dogma.html' title='Dogma'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pp1ZgnEioFc/TbYyY-NQNlI/AAAAAAAAC-M/by_KXBid__0/s72-c/dogmatic.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-1903062539048412915</id><published>2012-01-08T22:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T22:09:21.279-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Apa yang Kamu Lihat?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dalamtes Psikologi, ada tes Rorschach dimana kamu melihat pola percikan tintatertentu dan menyebutkan apa yang kamu lihat dari gambar itu. Katanya, itu bisamenunjukkan siapa dirimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Mungkinitu juga yang terjadi pada sesi Reading Lights tanggal 24 Desember 2011.Sebetulnya tidak tepat seperti itu juga, karena saat itu, dengan Uli sebagaifasilitatornya, para penulis melihat sebuah katalog lukisan. Kemudian, setiaporang menuliskan lukisan favoritnya pada selembar kertas. Kemudian Ulimengambil satu kertas, dan nama lukisan yang tertera di kertas itu yangdipilih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Lukisanyang terpilih berjudul “Gazing at the sunrise”. Ada sebuah pelabuhan, denganaktivitas berbagai orang di sana. Ada yang berdagang, tidur, melamun, dansebagainya. Peserta bisa menulis apa saja yang ingin mereka tulis berdasarkaninterpretasi mereka tentang lukisan itu. Mungkin saja, apa yang mereka lihatakan menunjukkan seperti apa diri mereka :p&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Jadi,inilah tulisan-tulisan yang akhirnya dibuat:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid black; mso-border-insidev: .5pt solid black; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;  &lt;td style="border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Nama penulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Isi tulisan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Apa yang mereka pikir?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Bagian tulisan yang diambil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kiki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Deskripsi tentang desa Majapahit, aktivitas secara garis besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Seperti deskripsi awal sebuah cerita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Sepertinya keseluruhan isi lukisan, pelabuhan dan sejarah, dan  aktivitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Sapta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Kehidupan di pasar melalui sudut pandang matahari. Menceritakan  karakter-karakter di pasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Deskripsi karakter dan twist yang tidak disangka dipuji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Karakter-karakter yang ada di lukisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Uli&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Nelayan yang berada di situasi hidup mati, dan akhirnya membunuh  temannya. Dia takut mati dan akhirnya menghindari malaikat maut dengan  melakukan kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Bagian gantian kayu saat terapung di laut mengingatkan pada Titanic.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Nelayan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Regi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Di pantai kota, Aini yang tinggal di sana, diajak menikah. Tapi  pasangannya ternyata gay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Romantis tapi seperti sinetron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Cewek berkebaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 5;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Rey&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Peringatan tsunami, tentang anak yang berkabung atas kematian ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Menarik karena dekat dengan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Tidak tercatat, nampaknya keseluruhan kesan tentang kapal, atau anak  dalam lukisan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 6;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Sabik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Tentang istri yang cerita tentang kehidupan orang-orang yang ditinggal  suami penjual ikan yang sudah meninggal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Bagus deskripsinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Mbok-mbok yang sedang duduk menatap matahari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 7;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Nia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Ada hujan angin besar, ayahnya sedang melaut dan karakter utama takut.  Terakhir ayahnya pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Lupa tidak tercatat, maaf T_T&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Anak kecil dan ibu-ibu mendatangi bapak-bapak yang membawa keranjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 8;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Farida&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Anak SD yang mempertanyakan arti dari ibunya yang melihat matahari ketika  sedang sedih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Dipertanyakan apakah itu asli anak SD atau flashback.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Keseluruhan ide tentang orang-orang yang menatap matahari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 9; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid black 1.0pt; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 116.75pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Mahel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.2pt;" valign="top" width="163"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Orang yang dianggap gila dan memperingatkan ada badai yang akan datang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 106.05pt;" valign="top" width="141"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Senang dengan cerita yang kita menebak-nebak apakah seseorang benar-benar  gila atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid black 1.0pt; border-left: none; border-right: solid black 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid black .5pt; mso-border-left-alt: solid black .5pt; mso-border-top-alt: solid black .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Impresi keseluruhan dari lukisan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0cm;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Jadiseperti itulah. Akhirnya sesi menulis selesai sekitar pukul 7 malam dan sayapulang duluan karena sudah ada janji, jadi tidak tahu ada apa setelah itu :p&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs421.snc4/46440_425381664271_746424271_4989819_8374054_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs421.snc4/46440_425381664271_746424271_4989819_8374054_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Farida Susanty &lt;/b&gt;adalah mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Padjadjaran yang kecanduan siaran televisi berlangganan. Gadis serius ini tubuhnya akan terpaku di depan televisi apabila ada film-film seru di channel HBO. Genre film favorit Farida beragam di kisaran indie, teen-flick, drama, dll. Meskipun membenci klise dan &lt;i&gt;pretentiousness&lt;/i&gt;, gadis yang besar di Tasikmalaya sudah menelurkan 4 buah buku yaitu Dan Hujan Pun Berhenti, Karena Kita Tidak Kenal, serta dua antologi. Kunjungi blognya http://lovedbywords.tumblr.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-1903062539048412915?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/1903062539048412915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=1903062539048412915' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1903062539048412915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1903062539048412915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2012/01/apa-yang-kamu-lihat.html' title='Apa yang Kamu Lihat?'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-8381224208443080812</id><published>2012-01-05T21:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T21:53:01.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Penguatan Setting Tempat pada Cerita</title><content type='html'>Sesi RLWC pada 17 Desember 2011 adalah tentang sebuah rumah di Ubud. Sebuah rumah dengan jendela dan pemandangan yang menghadap hamparan sawah. Ada sepeda-sepeda pancal yang bisa dipakai para penyewanya untuk berkeliling. Rumah tersebut adalah rumah yang biasa disewakan untuk para penulis dalam kurun waktu tertentu. Rumah inilah yang menjadi setting dari cerita-cerita RLWC kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Mbak Riri, yang membawakan tema, yang membacakan cerita pertamanya. Mbak Riri bercerita tentang penghuni rumah yang menyaksikan tamu-tamu yang silih berganti. Ada penyewa yang baik hati dan selalu memberinya biskuit. Ada yang senantiasa memberinya daging. Dan ada juga penyewa yang membencinya, dan berusaha memukulnya. Cerita Mbak Riri ini diambil dari sudut pandang seekor kucing yang tinggal di rumah itu. Seperti sebelum-sebelumnya, cerita Mbak Riri lebih banyak berupa observasi yang berjarak dan kurang menceritakan aspek personal tokoh utamanya. Uraiannya lebih banyak diperkuat deskripsi ketimbang narasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya Nia bercerita tentang Dince, seorang penyewa wanita berusia sekitar 50 tahunan. Di sini Dince merasakan kebebasan untuk tidak harus memakai penutup kepala seperti di lingkungan tempat tinggalnya. Di sini pula ia bisa melupakan masa lalunya yang pahit karena berganti kelamin dari seorang laki-laki. Cerita ditutup dengan Dince yang bersiap-siap karena akan diajak Mark untuk melihat sunset di Uluwatu. Adalah nama “Dince” yang menjadi pertanyaan banyak peserta lain, mengingat biasanya Nia mengambil nama-nama yang lebih eksotis untuk tokoh-tokoh utamanya, misalnya Musa Idris, Radi, dll. Nia menjelaskan bahwa tokohnya itu terinspirasi dari Dorce Gamalama. Saya sempat berkomentar juga dengan sulitnya saya fokus mendengarkan di awal cerita, karena Nia memulai ceritanya dengan uraian deskriptif mengenai kuku dan bagian-bagian tubuh Dince. Sapta, di sisi lain, justru berpendapat bahwa gaya uraian Nia ini bagus karena menjadikan cerita ini visual, seperti film pendek. Pendapat Sapta ada benarnya juga; mungkin lebih sulit bagi saya menangkapnya karena saya harus sambil mencatat intisari cerita untuk membuat jurnal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sapta yang membacakan cerita berikutnya. Sapta bercerita tentang seorang penyewa wanita juga, namun usianya lebih muda. Ia kedatangan Catur, pelayan di rumah itu, yang baru pulang dari sembahyang. Cerita Sapta ini terfokus pada dialog antara aku dengan Catur; bagaimana tokoh aku terheran-heran pada Catur yang sembahyang tanpa minta apa-apa, karena bagi Catur, sembahyang adalah ungkapan terima kasih. DI akhir cerita, tokoh aku pun berterimakasih atas apa yang dimilikinya. Rian berkomentar bahwa cerita Sapta ini tidak seperti cerita biasanya yang “gelap”. Saya setuju, namun saya sangat menyukai cerita ini. Menurut saya, cerita Sapta kali ini tidak hanya bagus, tapi juga punya pesan dan filosofi yang sangat kuat, dengan penyampaian yang tetap sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca berikutnya adalah Dani, yang seperti biasanya berkilah bahwa ceritanya belum selesai atau buruk. Dani bercerita tentang seorang penyewa yang datang untuk menghindari, sekaligus, menuliskan tentang akhir dunia. Ia sempat kedatangan tamu yang masih berwujud manusia, dan mengobrol tanpa arah yang jelas. Dari obrolan itu, terungkap bahwa si tokoh utama datang ke rumah itu karena dunia mulai dikerumuni zombie. Kami sempat berpikir bahwa tokoh utama dalam cerita Dani ini adalah seorang delusional. Namun ketika Dani menjelaskan bahwa settingnya memang zombie apocalypse, saya pribadi merasa kecewa. Beberapa tulisan Dani sebelumnya cukup berkarakter namun cukup sederhana dan solid. Cerita tentang zombie apocalypse ini tentu tidak termasuk di dalamnya. Dalam cerita ini Dani kembali ke minat utamanya pada sci-fi, namun menurut saya pribadi hal tersebut tidak ditempatkan secara tepat karena yang menjadi tema adalah setting yang realistik. Pemasangan setting zombie apocalypse dengan rumah menulis di Ubud saya rasakan terlalu dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, Rizal, adalah yang membacakan cerita terakhir kali. Saya bercerita tentang seorang suami yang mengunjungi lagi rumah di Ubud itu setelah 10 tahun. Dulu istrinya yang senang menulis di rumah itu. Pria itu berusaha mengulangi lagi kenangan-kenangan indah dengan istrinya dulu, namun kini semuanya sudah berbeda, karena istrinya itu selalu diam dan selalu menghindari pandangannya. Belakangan terungkap bahwa istrinya meninggal sejak ia diserang oleh orang-orang yang tidak menyukai tulisannya, dan sejak saat itu sang suami hanya bisa merasakan kehadiran istrinya tanpa bisa berbincang atau bertatap muka. Cerita ditutup dengan sang suami yang akhirnya merelakan istrinya tersebut. Nia sempat bingung dengan kronologi waktu dalam penceritaan tersebut. Sementara Sapta berkomentar bahwa tampaknya ciri khas saya sekarang adalah menulis tentang tokoh utama yang harus merelakan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sesi RLWC pada Sabtu itu. Tema setting ini memang sudah di-request dari minggu sebelumnya pada Mbak Riri, dengan pertimbangan Mbak Riri punya banyak pengalaman dengan uraian setting; sekaligus untuk memberikan tantangan bagi para penulis RLWC untuk mengembangkan cerita naratif dari suatu setting yang bersifat objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-uGVWZ5MKmQE/Ti17Fse3sXI/AAAAAAAAAxg/yiZm02tQVVY/s1600/5572_118998390479_645895479_2233726_8338432_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://4.bp.blogspot.com/-uGVWZ5MKmQE/Ti17Fse3sXI/AAAAAAAAAxg/yiZm02tQVVY/s200/5572_118998390479_645895479_2233726_8338432_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Rizal Affif. &lt;/b&gt;Di luar tugas-tugasnya sebagai freelance HR consultant, ia menghabiskan waktunya untuk blogging, menulis novel, dan bersepeda gunung. Ia baru saja meluncurkan Harmoniselife (www.harmoniselife.com), sebuah blog  mengenai gaya hidup natural, serta sedang berusaha merampungkan novel perdananya di sela-sela kesibukannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-8381224208443080812?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/8381224208443080812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=8381224208443080812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8381224208443080812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8381224208443080812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2012/01/penguatan-setting-tempat-pada-cerita.html' title='Penguatan Setting Tempat pada Cerita'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-uGVWZ5MKmQE/Ti17Fse3sXI/AAAAAAAAAxg/yiZm02tQVVY/s72-c/5572_118998390479_645895479_2233726_8338432_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-8833454304374624210</id><published>2011-12-18T19:40:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T19:41:43.253-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Sastra Citra Rasa</title><content type='html'>Jurnal tentang sastra citarasa, lupa tanggal kapan -__-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu ini di Reading Lights kembali dilaksanakan kegiatan nulis. Yaah, karena belum ditentukan tema sebelumnya, jadi tema untuk sekarang dikocok dari pilihan-pilihan tiap orang yang datang. Tema yang terpilih adalah tema dari Dini. Sastra cita rasa. Sebetulnya Dini menulis tema sastra cita rasa dan blablablabla. Tapi kurang lebih yah intinya dan blablablanya kayaknya cuman pendukung si sastra cita rasa sendiri kali yah. Jadi ngga inget deh dan blablablanya. Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/231031_10150174087408315_579713314_6867619_2670675_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/231031_10150174087408315_579713314_6867619_2670675_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Foto dipinjam dari Reading Lights&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis, kita kedatangan Wahyu--yang katanya teman lama di RLWC. Ya sebagai penulis jurnal yang kebetulan baru di RLWC, saya baru liat Wahyu. Wahyu datang saat waktu tinggal 20 menit. Awalnya Wahyu menolak untuk mengikutin kegiatan menulis dan hanya ikut mendengarkan hasil karya hari ini saja. Tapi karena didesak teman-temannya, akhirnya Wahyu menulis dengan sekitar sisa waktu 15-20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis pertama yang membaca ceritanya adalah Wahyu. Wahyu menulis tips makan di meja makan. Eh salah, mungkin Wahyu tidak menulis cerita. Wahyu seperti menulis sebuah manual mengenai cara makan di meja makan. Dan tulisan dia pada saat itu paling &lt;i&gt;outstanding &lt;/i&gt;kali yah. Selain menulis sejenis manual cara makan di meja makan, diakhiri dengan &lt;i&gt;joke &lt;/i&gt;yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu penulis kedua, Nia. Nia menuliskan sebuah cerita mengenai cowok yang sedang diintrogasi ceweknya. Atmosfer yang dibentuk Nia di cerita kali ini sangat mengasyikan buat diikutin. Melalui suasana sebuah cafe, yang kata Nia sendiri, dia membayangkan suasana cafe-nya itu &lt;i&gt;Reading Lights&lt;/i&gt;. Sayang saat bagian dialog beberapa saya &lt;i&gt;lost&lt;/i&gt; ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu penulis ketiga Andika. Dia menuliskan cerita mengenai hubungan 2 cewek yang tinggal 1 sekolah. Andika menulis interaksi-interaksi dan segmen-segmen suasana suasana yang berganti ganti antara cewek 1 dan cewek 2 sangat dinamis. &lt;i&gt;Even&lt;/i&gt; lagi-lagi saya agak kusut juga takut ketuker-tuker cewe yang ini apa yang itu. Sayangnya Andika saat membacakan masih belum menyelesaikan ceritanya jadi kurang terlihat sisi makanannya, karena kata dia. Dia sebetulnya akan menuliskan mengenai makanan-makanannya saat akhir cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Andika, giliran Rizal yang membacakan ceritanya. Rizal menulis cerita mengenai seseorang yang awalnya sangat menyukai sup iga dari ibunya. Tetapi saat kali ini dia diberi sup iga hasil kurban dia merasa sangat mual. Rizal menuliskan bagaimana hubungan emosional tercipta antara sapi dan seseorang itu. Hanya lewat tatapan sang sapi pada dia. Agak geli sih ya waktu ditulis gini. Haha. Tapi waktu dibacain perasaan dapet deh rasa emosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis ke empat itu Sabiq, ato saya. Saya menuliskan mengenai hubungan antara ibu dan anak kelas 5 SD, mengenai ibu yang mulai sadar akan kesalahan dia pada anak itu karena membiarkan penyakit pada anak itu kambuh terus menerus. Hingga dia harus dioperasi dan kehilangan suaranya. Saya menuliskan sebuah suasana dimana sang ibu kembali mengakrabkan diri dengan sang anak. Meski di akhir ibu itu menolak kembali anak tersebut karena sang anak cacat dan meminta di-ke-panti-asuhan-kan. Cerita ini disebut ngga begitu logis karena terlalu kecil dah dapet penyakit yang kayakya untuk dewasa banget dengan penyusunan kata yang tidak begitu kekenak kanakan mengingat menggunakan tokoh aku dan si anak kelas 5 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu penulis ke 5 itu Uli. Uli nulis mengenai sebuah suasana pembicaraan pasangan suami istri yang sudah terpuruk, yang mereka berdua pernah sama sama selingkuh. Uli menuliskan latar bubur merah putih. Karena kata uli bubur merah putih mempunya makna yin dan yang. Uli menulis seperti mempunyai 2 klimaks pada cerita tersebut. Sayangnya saat klimaks pertama pada cerita Uli yang lebih dapet emosinya dibanding klimaks terakhirnya. &lt;i&gt;Idk&lt;/i&gt;, mungkin gara-gara cerita mendukung klimaks terkakhir yang memang tidak terlalu lama seperti klimaks pertama menjadikan klimaks terakhir seperti tenggelam pada klimaks pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah uli, ada aji. Aji menuliskan cerita yang memiliki alur pendek tapi Aji menyisipkan &lt;i&gt;joke-joke urban&lt;/i&gt; dan sebuah suasana yang merakyat sekali. Aji menulis mengenai 2 orang lagi ngobrolin dan makan mie ayam. Just it, tapi Aji mampu meraciknya jadi sangat menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penulis terakhir Dini, yang milih tema. Dini menuliskan cerita dengan tokoh utama seorang wanita, ya Dini menulis cerita yang sentimentil sekali. Dengan emosi melalui suasana suasananya dapet banget. Di mulai dengan awal cerita yaitu nostalgia, saat sang wanita menceritakan mengenai pria yang dulu mereka pernah mengalami rasa suka sama suka tanpa ada keterikatan hubungan. Bagaimana mereka saling &lt;i&gt;admiring &lt;/i&gt;satu sama lain tanpa lain. Yah.. itu &lt;i&gt;sweet&lt;/i&gt; sekali.. , lalu dilanjutkan dengan sebuah reuni dan bertemu kembali sang pria. Dan diceritakan bagaimana dia masih suka si pria, meski sang wanita masih menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sang pria tersebut sudah menikah, dengan memperkenalkan istrinya. Lagi-lagi suasana suasana yang dibangun dini mengenai patah hati sang wanita sangat terbentuk lagi. Terlebih Dini menyanyikan sebuah lagu yang mendukung di tengah tengah cerita. Yah, yang mungkin, saya juga bakal nyobain kayak gitu menyisipkan sebuah lagu untuk lebih dapet &lt;i&gt;feel&lt;/i&gt;-nya haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya beberapa cerita satu sama lain terlihat agak mirip. Seperti:&lt;br /&gt;Sabiq dengan Rizal tentang ibu anak.&lt;br /&gt;Nia dengan Uli tentang konflik hubungan cewek dan cowok.&lt;br /&gt;Aji dengan Andika yang sama sama pertemanan 2 orang.&lt;br /&gt;Yang paling keliatan sih yang 3 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir jurnalnya nggak ada ide, Ni. Sama kamu aja ho oh tambah-tambahin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Selain tanda baca, admin tidak mengubah isi jurnal demi menjaga keaslian gaya penulisan Sabiq. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/215415_1744575328303_1056347150_31590276_4672333_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/215415_1744575328303_1056347150_31590276_4672333_n.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Muhammad Sabiq Hibatul Baqi&lt;/b&gt; adalah peserta termuda (masih SMA) yang menulis data diri di &lt;i&gt;Facebook &lt;/i&gt;sebagai: Raw. Sok nyeni. Sok eksperimentalis. &amp;nbsp;Kedatangannya pertama kali ke RLWC adalah saat menulis teknik puisi akrostik. Ia menulis puisi sederhana tentang bebek dengan sangat aneh (dalam konteks baik) sehingga keberadaannya langsung berbekas di benak &lt;i&gt;writer's circle&lt;/i&gt;. Sabiq juga pernah berniat bolos &lt;i&gt;try out &lt;/i&gt;karena memilih &lt;i&gt;hang out&lt;/i&gt; dengan peserta &lt;i&gt;writer's circle &lt;/i&gt;di H-1.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-8833454304374624210?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/8833454304374624210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=8833454304374624210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8833454304374624210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8833454304374624210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/12/sastra-citra-rasa.html' title='Sastra Citra Rasa'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-9050130720881917047</id><published>2011-12-12T19:53:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T19:59:22.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Culture Shock!</title><content type='html'>Beberapa teman saya pernah tinggal di luar negeri dalam jangka waktu yang lama. Dari cerita mereka, terdapat sebuah keterkejutan saat menginjak budaya/kebiasaan baru di negeri orang menginspirasi saya mengeluarkan tema &lt;i&gt;culture shock&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tema ini, tulisan dikhususkan untuk melihat konflik atau friksi yang dialami tokoh ketika harus berhadapan dengan kebiasaan atau budaya baru yang jauh dari budaya asalnya. Masalah bisa keterbatasan bahasa, selera makanan yang berbeda, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/390045_270372263009930_100001114758966_657708_94850526_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/390045_270372263009930_100001114758966_657708_94850526_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kopi Americano-nya Reading Lights beserta lintingan&amp;nbsp;kertas&amp;nbsp;berisi tema nulis hari itu.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Regie bercerita tentang tokoh yang menjadi MC kompleks perumahan. Acara yang dihadiri tokoh adalah sebuah arisan ibu-ibu pejabat juga beberapa selebritis yang diisi dengan primer film Hollywood yang belum ada di bioskop yaitu &lt;i&gt;Breaking Dawn&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Regie, &lt;i&gt;culture shock&lt;/i&gt; yang ia ingin tampilkan adalah terguncangnya tokoh saat menemukan perbedaan &lt;i&gt;stereotype &lt;/i&gt;ibu-ibu yang menyukai film remaja. Bagi saya, mungkin '&lt;i&gt;shock&lt;/i&gt;' yang ditulis Regie tersampaikan, tapi&lt;i&gt; culture&lt;/i&gt; yang saya harapkan bukan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal bercerita tentang seorang tokoh yang terbangun pagi karena kebiasaanya setelah menetap dua minggu di desa Karangpapang. Ia menemukan lingkungan fisik yang berbeda, kebosanan, kebiasaan-kebiasaan seperti tidak ada orang yang nongkrong di pinggir jalan, warga berangkat kerja pagi untuk berkebun, dan lainnya. Waktu terasa lambat dengan kebosanan menjadi inti yang masalah tokoh sehingga ia rindu pada kota. Tapi justru saat di kota, tokoh merindukan desa yang orang-orangnya begitu menghayati kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam &lt;i&gt;culture shock&lt;/i&gt;, terdapat empat fase penyesuaian diri dengan budaya baru. Cerita Rizal ini mencapai keempat fase tersebut. Saya pribadi suka cerita Rizal karena menunjukkan konflik tokoh ketika ia berada di kebudayaan baru. Dan &lt;i&gt;setting &lt;/i&gt;cerita Rizal juga dekat dengan keseharian yaitu desa dan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan yang lain, Andika becerita tentang tokoh yang menjadi hantu namun masih menggentayangi tempat tinggalnya. Tokoh teringat dengan sejarah setiap benda yang masih tertata di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Andika mau menceritakan kebiasaan manusia biasa dengan kebiasaan para hantu, namun diakui oleh peserta bahwa cerita Andika ini di luar tema &lt;i&gt;culture shock&lt;/i&gt;. Selain itu, &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt; yang ditunjukkan tokoh pun tidak terasa karena tokoh sudah masuk ke tahap menerima bahwa ia asing di lingkungannya. Saya pribadi suka dengan diksi-diksi dalam tulisan Andika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalis kita, Yuliasri atau akrab dipanggil Uli, bercerita tentang tokoh yang mau meneliti tentang FPI. Dalam mencari subjek penelitian, tokoh berkenalan dengan Bang Somad--seorang FPI bersuku Betawi. Tokoh mengikuti kehidupan Bang Somad selama seminggu dan menemukan hal-hal baru pada Bang Somad sebagai suku Betawi. Misalnya Bang Somad anak tuan tanah yang rela menjual aset untuk acara kawinan, doyan pesta pora sambil mabuk, tetapi jubah putihnya akan dipakai jika organisasi yang diikutinya itu dipanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uli bercerita tentang tokoh yang memaparkan sebuah kebudayaan yang jauh darinya yaitu sebuah budaya dimana prestis menempati urutan pertama dan apapun direlakan agar prestis tersebut tercapai. Misalnya rela membayar sawer mahal dan diakui banyak orang walaupun diri menjadi miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/377486_268872689826554_100001114758966_653580_317747728_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/377486_268872689826554_100001114758966_653580_317747728_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sesi menulis di RLWC&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Tokoh dengan ribuan kilo jauh dari rumah dituliskan oleh Riri. Tokoh menjadi &lt;i&gt;au pair&lt;/i&gt; di negeri seberang yang tentunya menemui beragam budaya baru seperti kebiasaan cium pipi di Eropa. Dan di sana, ada beberapa tugas di luar kesepakatan &lt;i&gt;au pair&lt;/i&gt; seperti harus membersihkan rumah. Tokoh mengalami konflik yaitu tokoh harus makan di jam-jam tertentu, dipaksa menyesuaikan diri dengan kebudayaan orang Eropa. Jadinya tokoh sering mengambil roti dan memakannya diam-diam di kamar saat lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya bercerita tentang orang Jawa yang terkaget-kaget saat bertemu dengan orang Sunda di sebuah acara lamaran. Orang Jawa yang kalem, santun, berbicara perlahan itu terkejut saat menemui orang Sunda yang mukanya penuh perona, memakai kebaya yang dimodifikasi, dan gerak-gerik yang lebih bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farida menuliskan cerita yang lebih mudah dimengerti (menurut Regie). Ia bercerita tentang tokoh, seorang WNI, yang berkunjung ke negara orang yang budayanya bebas seperti perilaku seks bebas. Demi menghindari aksi tersebut, tokoh pergi ke tempat lain sampai menemukan sebuah '&lt;i&gt;welcoming party&lt;/i&gt;' yang joget-joget dan minum-minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alienasi yang dipaparkan Farida begitu terasa. Dimana tokoh merasa seperti sirkus di tengah penonton yang disambut berbagai bahasa. Rasa cemas dan takut di lingkungan baru ia dekatkan dengan pengalaman keseharian, "Aku baru mengerti takutnya pembantu baruku ketika diwawancarai mama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Dani. Seharusnya ia membaca setelah Farida. Tapi ia memilih tidak mau membaca. Patut tak ditiru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Tulisan &lt;i style="text-align: -webkit-auto;"&gt;culture shock&lt;/i&gt; ini tentu akan lebih baik lagi jika sebelumnya dilakukan sebuah riset tentang dua budaya yang mau dibandingkan. Misalnya saya sendiri jadi tidak bisa melakukan dialog dengan kata-kata Jawa karena tidak tahu dan kurangnya pengetahuan tentang budaya Jawa dan Sunda itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar&lt;/b&gt; adalah seorang travel writer yang akhir-akhir ini lebih sering menulis karya non fiksi, rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pengajar agar bisa jadi penulis. Kunjungi blognya di:&amp;nbsp;&lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/" style="text-align: -webkit-auto;"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-9050130720881917047?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/9050130720881917047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=9050130720881917047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/9050130720881917047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/9050130720881917047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/12/culture-shock.html' title='Culture Shock!'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-5868317571394199919</id><published>2011-12-09T20:06:00.001-08:00</published><updated>2011-12-09T20:11:53.992-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Konflik: Manusia VS Alam</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Tema yang terpilih pada pertemuan Reading Lights Writers' Circle tanggal 12 November 2011 adalah konflik manusia melawan alam. Jenis konflik ini adalah salah satu kategori yang diciptakan oleh Sir Arthur Thomas Quiller-Couch, seorang penulis dan kritikus sastra dari awal abad ke-20. Pembagian jenis konflik menurut Quiller-Couch ini banyak dikritik karena batas-batas antara kategori-kategorinya tidak dapat ditentukan dengan jelas, tetapi alasan yang sama juga memberikan tantangan tersendiri dalam upaya menulis sesuai kategori konflik yang dipilih karena setiap penulis mau tak mau harus menciptakan penafsirannya sendiri tentang kategori tersebut. Perbedaan tafsiran ini tampak jelas di antara karya-karya yang ditulis hari Sabtu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang pertama dibacakan adalah karya Dini, dan merupakan sebuah &lt;i&gt;slice of life&lt;/i&gt; tentang persahabatan antara seorang gadis muda dan seorang lelaki dewasa yang menderita &lt;i&gt;ombrophobia &lt;/i&gt;(ketakutan terhadap hujan). Uniknya, walaupun tema minggu ini adalah salah satu jenis konflik, cerita ini--sebagaimana layaknya &lt;i&gt;slice of life&lt;/i&gt;--mampu bertutur tanpa adanya suatu konflik pusat yang mendorong pergerakan alurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kedua dari David mengisahkan seorang pemuda yang sedang berusaha kabur dari rumah, tetapi dalam perjalanannya ke Lembang ia kehilangan dompet sehingga pada akhirnya ia terpaksa bergantung kepada kebaikan hati seorang pengemudi truk pengangkut yang bersedia memberinya tumpangan gratis. Sayangnya, tak ada tempat yang tersisa di depan truk, dan si pemuda pun terpaksa berdesak-desakan di bak bersama segerombolan sapi yang sedang berahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, Aji membacakan sebuah cerita humor tentang sepasang beruang kutub yang terusir dari rumah mereka akibat pemanasan global, tetapi akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan menempatkan manusia sebagai binatang sirkus sebagai balasan atas segala kesulitan yang mereka derita akibat ulah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita keempat dari Riri diangkat dari pengalaman pribadi tentang perjalanan mengamati kerusakan alam bawah air akibat penangkapan ikan dengan menggunakan jaring pukat dan bahan peledak. Kerusakan ini disimbolkan dengan kuat oleh sepotong bangkai lumba-lumba yang terdampar di pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri bercerita tentang seorang vampir (pengisap darah) yang tak bisa keluar untuk berbelanja karena hari yang seharusnya medung tiba-tiba berubah menjadi terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, cerita Nia mengisahkan hujan yang begitu lebat di kota Bandung hingga kota tersebut kembali berubah menjadi danau sebagaimana keadannya puluhan ribu tahun yang lalu. Terlepas dari kemustahilannya (karena tepian yang menahan Danau Bandung Purba sudah bocor), cerita ini cukup menghibur sekaligus menjadi pengingat bahwa bencana banjir tetap merupakan suatu bahaya yang nyata di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cikapundung dan Citarum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/230944_1065930617422_1500743216_189538_5878_a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/230944_1065930617422_1500743216_189538_5878_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pradana Pandu Mahardika&lt;/b&gt;&amp;nbsp;hanya bisa dideskripsikan sebagai begini: "Write something about myself? I wouldn't have to stoop that far if I had a horde of imperial scribes toiling day and night to chronicle my (not-so-) world-shaking exploits."&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-5868317571394199919?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/5868317571394199919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=5868317571394199919' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5868317571394199919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5868317571394199919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/12/konflik-manusia-vs-alam.html' title='Konflik: Manusia VS Alam'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2889598632800986446</id><published>2011-12-02T02:37:00.001-08:00</published><updated>2011-12-02T02:38:01.172-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agenda'/><title type='text'>Agenda: Diskusi Film Little Miss Sunshine</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Teman-teman, besok akan ada event spesial di Reading Lights Writer's Circle. Kegiatannya besok tuh kita enggak akan menulis, tetapi kita akan ikut serta dalam "16 Hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2011". Jadi besok kita akan nonton bareng film Little Miss Sunshine dan akan ada diskusi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/tanggal: Sabtu/3 Desember 2011&lt;br /&gt;Waktu: 16.30-selesai&lt;br /&gt;Tempat: Reading Lights, Jalan Siliwangi 16 Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi RLWC adalah salah satu komunitas dari roadshow acaranya-nya Jaringan Mitra Perempuan. Untuk keterangan lebih lanjut, bisa baca poster di bawah ini ya. Bagi yang penasaran tentang kekerasan pada wanita atau isu feminisme, ayo datang dan ditanyakan nanti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FKxYmFc-67g/TtiqazqGAjI/AAAAAAAAAzE/KZE0mhoSc7Q/s1600/Foto.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/-FKxYmFc-67g/TtiqazqGAjI/AAAAAAAAAzE/KZE0mhoSc7Q/s640/Foto.jpg" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;RLWC&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2889598632800986446?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2889598632800986446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2889598632800986446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2889598632800986446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2889598632800986446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/12/agenda-diskusi-film-little-miss.html' title='Agenda: Diskusi Film Little Miss Sunshine'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FKxYmFc-67g/TtiqazqGAjI/AAAAAAAAAzE/KZE0mhoSc7Q/s72-c/Foto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2174602730545001547</id><published>2011-11-20T07:08:00.001-08:00</published><updated>2011-11-20T07:15:20.883-08:00</updated><title type='text'>Sudden Death</title><content type='html'>Pernahkah Anda merasa waktu yang Anda miliki saat ini cukup untuk hidup? Apakah Anda pernah berpikir bahwa hidup di dunia terlalu singkat atau terlalu panjang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka yang beruntung adalah yang tidak dilahirkan ke dunia dan yang mati muda, sedangkan yang tidak beruntung adalah yang mati tua.” Itulah kata-kata Sok Hoe Gie. “Kematian” itulah yang menjadi tujuan akhir setiap hidup manusia. Tapi pertanyaannya, kapan kita akan mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukan pukul 17.00 ketika saya sampai di RLWC. Di sana sudah tersedia Nia Janiar, pasangan Rizal Affif &amp;amp; Neno, dan Farida Susanty yang sedang bercanda untuk memulai sesi RLWC kali ini. Entah siapa yang memulai tetapi kali ini tema yang kami pilih adalah sudden death. Waktu sebanyak 30 menit diberikan untuk mulai menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal membawa kita semua kepada dunia keluarga yang terdiri dari 3 orang anggota; Yusuf, Fatimah dan si kecil buah hati keluarga itu. Dunia memang tidak adil, si kecil yang baru berumur beberapa bulan meninggalkan keluarga tersebut dan membuat kebahagiaan hancur berkeping-keping. Semenjak itu Yusuf menyalahkan Tuhan, Yusuf menyalahkan Fatimah, dan Fatimah hanya membisu menahan pekikan caci-maki dari Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf kian hari semakin menjadi-jadi, kekerasan menjadi kegiatan sehari-hari di saat makan, mandi, tidur, dan bahkan ketika Fatimah memohon kepada Tuhan. Yusuf, ketika pulang dari mabuknya, mulai memukuli Fatimah dengan botol. Kesedihan yang tidak tertahankan membuat Fatimah berteriak dan menangis.&lt;br /&gt;Kepanikan adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah Yusuf ijinkan masuk ke dalam dirinya, begitu juga Fatimah. Yusuf mencoba menghindari caci maki tetangganya dan mencoba membekap Fatimah dengan bantal. Ketika itu Yusuf melihat anaknya di dalam lorong di tempat yang terang, ketika Yusuf mencoba menggapainya namun ia terjatuh ke dalam kegelapan. Cerita ditutup dengan Fatimah yang digiring polisi dan mayat yusuf yang tertusuk pecahan botol di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Moral of the Story&lt;/i&gt;: Jangan minum dengan botol beling, tetapi cukup kaleng alumunium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farida memilih menjadi korban akan kematian mendadak. Ia adalah seorang yang sudah bosan akan kehidupan sehari-harinya. Pagi hari, bangun, sarapan, mandi , siang hari, makan, malam hari, makan malam, dan tidur. MONOTON, itulah yang dibenci sang aku yang menginginkan kejutan sesuatu yang berbeda. Namun kejutan yang seharusnya membuat dia tertawa terbahak-bahak, senang, dan bahagia, malah tidak untuk kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hari yang gelap hujan sang aku pulang ke rumahnya yang sudah dia tinggali selama bertahun-tahun. Ketika sang aku masuk ke dalam rumah, dia mendapati sesosok wajah baru yang dia tidak kenal. Tidak sedetik sang aku sudah kehilangan lehernya. Bahkan dia tidak sempat tertawa terbahak-bahak atau bahagia karena “kejutan” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Moral of the Story&lt;/i&gt;: Rutinitas tidak membunuh, kejutanlah yang membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janiar memang menyukai alam. Dia juga mungkin menyukai lelaki alam: mendaki gunung. Radit dan ketiga temannya menembus hutan mendaki gunung untuk mencapai telaga yang konon airnya semerah darah. Tentu saja perjalanan ini tidak 1 atau 2 jam tetapi butuh waktu berhari-hari. Radit dan teman-temannya memutuskan untuk berkemah saat hari sudah gelap, terlalu berbahaya untuk melanjutkan di dalam kegelapan. Akan tetapi dalam kegelapan binatang liar masuk ke dalam tenda dan mengais-ais tas Radit dan kawan-kawan. Dilemparkan sebuah pisau dan binatang itu lari kesakitan. “Itu babi hutan!” kata teman Radit. Ketika semua telah siap pergi, Radit mencari-cari pisau di dalam tasnya dan teman-temannya telah mendahuluinya. Namun Radit tidak pernah menyusul teman-temannya karena alih-alih pisau, ia malah mendapatkan “dewa kematian” yang berupa ular kecil nan berbisa. Dan Radith akan selamanya menjadi lelaki alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Moral of the Story: Nature sucks, City GOOD&lt;/i&gt; …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengetahui bagaimana menjadi Tuhan. Apa yang Tuhan rasakan ketika mencabut nyawa seseorang? Sang aku adalah tuhan, aku membawa kita mengenali rencana Tuhan mengambil nyawa seorang suami bernama Hendra yang bangun pagi dan hendak bersepeda. Aku menginginkan Hendra dengan rencana yang telah Aku persiapkan dengan matang untuk mengambil kembali Hendra dari dunia manusia. Kubuat istri Hendra yang seharusnya bangun pagi dan bersepeda bersamanya tidak mampu bangun dilanda rasa kantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendra harus sendirian bersepeda lalu Kubuat Brian—pemuda yang baru saja malam sebelumnya patah hati semakin sedih hingga bermabuk-mabukan dan pulang dengan pikiran muram. Kubuat adik-kakak yang bermain di pinggir jalan raya berkelahi sehingga sang adik melompat ke jalan menghindari pukulan sang kakak. Brian terkejut akan sang adik yang lari ke tengah jalan. Mobil Brian berhasil menghindari sang adik, tapi tidak Hendra yang sedang bersepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan ditutup dengan sang Aku melihat keadaan dunia; sang adik yang menangis ketakutan dan orang tuanya berlari menghampiri ketakutan, Brian yang berteriak akan penyesalan, bunyi telepon ke ambulans dan polisi, dan dalam beberapa saat kemudian akan Kudengar teriakan tangisan istri Hendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Moral of The Story&lt;/i&gt;: Jangan bersepeda jika istri masih mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup bersama waktu, tapi kapan waktu akan meninggalkan manusia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian jurnal RLWC untuk Sabtu, 19 november 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/206233_1044073835513_1635653880_105882_4467_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/206233_1044073835513_1635653880_105882_4467_n.jpg" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Ryan Marhalim&lt;/b&gt;. Seorang bocah dengan banyak impian. Salah satunya untuk menjadi penulis novel ternama bak Pramoedya Ananta Toer. Kegiatannya selain menggentayangi Reading lights Writers' Circle adalah menghadiri sebuah kelompok okultisme (&lt;i&gt;occultism&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2174602730545001547?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2174602730545001547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2174602730545001547' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2174602730545001547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2174602730545001547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/11/sudden-death.html' title='Sudden Death'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6657287576196201709</id><published>2011-11-06T01:18:00.000-07:00</published><updated>2011-11-06T01:18:49.276-08:00</updated><title type='text'>Berbicara Melalui Non Verbal</title><content type='html'>Awan hitam menggantung di seluruh penjuru langit. Baru-haru ini awan-awan hitam menjadi langganan pemandangan di bulan November. Seperti kata Guns N' Roses, sekarang adalah November Rain.&amp;nbsp;Cuaca dingin serta repotnya harus hujan-hujanan membuat saya berprasangka pasti RLWC kali ini akan sepi. Betul saja. Saat saya datang, baru ada Mbak Riri, yang disusul oleh Farida dan Abi. Dan setelah menunggu, sepertinya tidak ada yang datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farida memberi ide menulis tentang rokok tapi cerita bergerak bukan berdasarkan dialog, melainkan gesture, mimik atau ekspresi muka, perilaku, dan lainnya. Aksi non lisan ini namanya non verbal. Latihan ini memberi kita kesempatan mengeksplorasi lebih luas untuk menajamkan pengamatan pada gerak gerik seseorang. Justru non verbal ini dapat memberikan pesan-pesan tersirat yang menguatkan sebuah tulisan. Selain bilang 'dia menangis', bisa dijelaskan 'keningnya mengkerut, bibirnya ditarik ke bawah, lalu perlahan-lahan matanya basah.'&amp;nbsp;Rokok--yang sebenarnya bisa dipilih tema apa saja--mengerucutkan tulisan agar tidak terlalu luas. Cocok bagi yang jago atau sedang belajar tentang deskripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuliskan tentang seorang istri yang tidak setuju dengan perilaku merokok suaminya. Mbak Riri menuliskan tentang seorang pria yang mencoba berhenti merokok kemudian diiming-imingi hingga dia merokok lagi, lalu ketahuan oleh pacarnya. Abi (dalam 15 menit karena terlambat) menulis dari sudut pandang rokok sebagai pembunuh kesehatan manusia. Dan Farida menulis tentang perempuan yang ikut-ikutan merokok agar ia bisa menemani sesaknya merokok, sebagaimana yang dirasakan laki-laki yang disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua cerita itu sama: tidak ada dialog, deskriptif, naratif, menekankan pada gerak-gerik, dan ditulis dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, ini dia video klip November Rain. Semoga rahmat ini tidak malah menghambat sebuah aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/8SbUC-UaAxE/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/8SbUC-UaAxE&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/8SbUC-UaAxE&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/369089_100001114758966_1972375383_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/369089_100001114758966_1972375383_n.jpg" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar.&lt;/b&gt; Seorang travel writer yang akhir-akhir ini lebih sering menulis feature wisata majalah. Rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pengajar agar bisa jadi penulis. Nia belum menerbitkan buku sama sekali (kecuali skripsi). Dapurnya bisa dilihat di&amp;nbsp;&lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6657287576196201709?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6657287576196201709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6657287576196201709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6657287576196201709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6657287576196201709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/11/berbicara-melalui-non-verbal.html' title='Berbicara Melalui Non Verbal'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6429356477621778907</id><published>2011-10-31T05:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T05:59:21.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Kejahatan dalam Tulisan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Wah, &lt;i style="text-align: left; "&gt;buffering &lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt;lagi, &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left; "&gt;buffering&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt; lagi. Lagi-lagi, &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left; "&gt;buffering&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt;. Iklannya sih, katanya, nggak pake &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left; "&gt;buffering-buffering&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt;an tapi, ternyata, lama bin lelet jadinya, &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left; "&gt;I like slow&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt;. Ini mungkin yang dinamakan in &lt;/span&gt;&lt;i style="text-align: left; "&gt;the praise of slowliness &lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt;di masa yang begitu mengagungkan keadaan yang serba cepat, instant, seketika itu juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya memutuskan koneksi internet setelah membuka situs Youtube dan menonton videoklip band-band favorit sewaktu SMA dulu. Bernostalgia sesekali ternyata mengasyikkan juga supaya hidup nggak terlalu stress.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Udah &lt;i&gt;weekend &lt;/i&gt;aja nih, nggak berasa. Semua orang  mungkin suka dengan hari Sabtu. Walaupun kadang-kadang rencana untuk ngilangin stress gagal terrealisasi karena macet berkepanjangan di jalan. Bukannya sembuh, malah tambah stress.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di saat musim yang kadang panas dan kadang hujan, harus cepat-cepat pergi sebelum benar-benar hujan sehingga ada alasan pembenar untuk tidak pergi. Saudara kita yang bernama hujan ini, memang sering meledek kalau kita memutuskan untuk pergi, dia akan turun dengan derasnya. Sebaliknya, kalau kita memutuskan tidak pergi, dia pun tidak jadi turun. Entahlah, mungkin karena dia sayang sama kita kalau kita pergi dia akan menangis, kalau kita tinggal di rumah dia tidak jadi menangis. Mungkin dia juga mau mengetes sejauh mana kekuatan mental kita ah, baru segitu aja udah nyerah, cemen lu…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk menyembuhkan penyakit &lt;i&gt;writer’s block &lt;/i&gt;akut yang sudah terlalu lama saya idap, saya pun pergi ke Readinglights (perasaan, dari dulu,&lt;i&gt; writer’s block &lt;/i&gt;melulu…). Mungkin alasan kemalasan saya semata hehehe. Sabtu memang harinya orang untuk banyak beralasan ini dan itu. Kalau saya pribadi sih, Sabtu adalah harinya untuk menonton sepakbola yang disiarkan langsung oleh televisi secara gratis. Apalagi kalau sudah mendung menggelayut, pertanda Tuan Hujan ini akan menitikkan air matanya wah, ada alasan pembenar untuk bermalas-malasan, bikin secangkir kopi hangat, sambil mata memelototi layar kaca. Nggak tahu deh, buat saya, sepakbola itu udah jadi bagian dari hidup. Sepi rasanya kalau nggak ada sepakbola. Saya sepertinya sudah dikutuk untuk selalu suka sepakbola. Nggak ada protes deh, buat sepakbola walaupun tetap ada juga hal-hal negatif dari sepakbola. Sudah telanjur jatuh cinta, sih…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya pun tiba di Reading Lights dan bertemu dengan Sapta yang sedang asyik dengan laptopnya. Biasalah, sedikit chit-chat antar teman jika sudah cukup lama tak bersua. Untungnya, saya udah punya kegiatan yang sedikit bisa membanggakan jika ada yang bertanya, “Sekarang, lagi sibuk apa, Ji?”. Lumayanlah, ketimbang jawaban yang itu-itu saja yang sudah tertebak seperti, yah, gitu, deh atau wah, sibuk apa ya? Nggak tahu, deh..atau bisa juga &lt;i&gt;well, you know stuff like that &lt;/i&gt;atau yah y&lt;i&gt;ou know&lt;/i&gt;lah &lt;i&gt;little this, little that&lt;/i&gt; ... Jawaban khas orang bingung atau yang nggak punya banyak kegiatan tapi selalu sok sibuk dan sok banyak beralasan seperti saya hehehe.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bak membuka kotak Pandora (buset!), bermunculanlah satu persatu peserta Reading Lights Writer’s Circle (RLWC). Total ada tujuh orang yang datang, Sapta, Farida, Danny, Riri, Sabiq, David, dan saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah berembuk tentang tema apa yang akan menjadi bahan tulisan, kita akhirnya memutuskan untuk menulis tentang &lt;i&gt;crime &lt;/i&gt;(kejahatan). Tema ini kita ambil setelah mendengar cerita dari kawan kita Farida yang mendapat tugas dari kampus untuk mewawancarai narapidana di sebuah penjara di Bandung yang namanya saya lupa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://www.keywordy.net/images/crime_24071_0.png" border="0" alt="" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 346px; height: 300px; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita pertama datang dari Danny. Cerita ini memang belum selesai baru permulaan dari kisahnya secara keseluruhan. Inti ceritanya yang bisa saya tangkap sih, tentang seorang saksi pembunuhan yang akhirnya setelah dua puluh tahun kemudian, dibunuh oleh pembunuhnya itu sendiri. BAGUS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu giliran adik kecil kita, cieeeh… &lt;i&gt;Mr. Highschool Boy&lt;/i&gt;, hehehe. Sabiq menulis cerita tentang seseorang perempuan yang akhirnya mengaborsi janin yang ada di rahimnya setelah hamil di luar nikah setelah menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Kayak gitu bukan sih, ceritanya,&lt;i&gt; bro&lt;/i&gt;? Sorry ya, kalo salah. Salah-salah dikit, nggak apa-apa kali, ama temen ini. Prinsipnya sih, ceritanya bagus tapi, mungkin karena terburu-buru, ada beberapa bagian yang harus diperjelas. &lt;i&gt;Not bad at all for the beginner&lt;/i&gt;. Alah, belagu bener ya gua? Kayak udah &lt;i&gt;expert&lt;/i&gt; aja. Sorry kawan, hanya bercanda. Pokoknya mah, BAGUS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita selanjutnya datang dari &lt;i&gt;somebody who pull the trigger&lt;/i&gt; alias sang pemicu timbulnya ide, Farida. Saya suka ceritanya karena sudah ‘jadi’ dan juga, menimbulkan rasa penasaran untuk membacanya terus sampai akhir cerita. Kisahnya tentang orang baik-baik, berpendidikan tinggi, yang hidupnya harus berakhir di penjara karena membunuh orang. Suatu hari karena dia terburu-buru, ia berdebat dengan seseorang yang menjengkelkan dan terpaksa memukul orang tersebut dengan dongkrak hingga mati. Dalam cerita itu juga dikisahkankan kalau keluarga si tokoh adalah keluarga yang bermasalah dengan ayah yang pengangguran, kerap menyiksa isterinya sehingga akhirnya dibunuh oleh kakak sang tokoh. Ia pun akhirnya, dibiayai oleh sang paman yang juga berwatak keras dan temperamental. BAGUS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kali ini, tidak seperti biasanya, Riri bisa menyelesaikan cerita sampai tuntas. &lt;i&gt;Good for you&lt;/i&gt;, Riri. Dan bagusnya lagi, cerita yang dibuat juga unik, spesial karena tokohnya seekor anjing. Berbeda dari kebanyakan cerita-cerita peserta lainnya yang mengambil sudut pandangnya dari manusia. Kisahnya tentang seekor anjing yang majikannya adalah seorang pembunuh. Ceritanya semakin menarik ketika tanpa sengaja si anjing mengorek tanah dan menemukan tulang dari mayat yang dibunuh dan dikubur oleh majikannya di rumahnya. Mudah-mudahan sih bener begitu ya, ceritanya? Sorry ya, kalau terlalu banyak dikarang-karang dan terlalu banyak penafsiran hilang fokus sih, hehehe. BAGUS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lanjut, pada kisah karya Sapta. Sepertinya, kisah ini bagus kalau dijadikan sekuel atau lanjutan dari kisah karya Farida. Ceritanya, soal orang yang dipenjara karena sesuatu hal yang tidak disebutkan dalam cerita. Di penjara, dia dikurung dalam sel dengan 3 narapidana lainnya yang menjadikannya budak pemuas seks. Singkat cerita, malam berganti malam, “kekasih-kekasih” si tokoh saling membunuh untuk mendapatkan “cinta” dari si tokoh. Karena dianggap menjadi penyebab terjadinya peristiwa saling bunuh tersebut, pihak penjara akhirnya, memindahkannya ke ruang sel lain yang tersendiri. Mungkin betul rencana si tokoh untuk menuliskan kisahnya itu dalam bentuk buku, akan menjadi lebih tebal lagi. Wah, bisa jadi &lt;i&gt;bestseller &lt;/i&gt;tuh, novelnya. BAGUS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kisah selanjutnya, datang dari kawan lama kita, David. Ceritanya sangat-sangat lucu, dengan dialog-dialog khas Sunda yang mengocok perut kita. Ceritanya, tentang seseorang yang didakwa melakukan suatu tindak pidana dan sedang diinterogasi polisi. Kekuatan dari cerita ini walaupun belum sepenuhnya selesai adalah, percakapan informal yang memang biasa terjadi antara tersangka kejahatan dengan polisi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Dialognya, kalau menurut saya, memang khas banget kalo pelaku kejahatannya kasus-kasus seperti maling ayam, maling jemuran, dan semacamnya. Bagian yang paling tidak bisa saya lupakan adalah ketika si polisi menanyakan nama tersangka dan dia menjawab Andre Otong. Lalu si polisi menuding, kalau dia bohong karena pakai kaos tulisannya Jajang. Dengan setengah mati ia meyakinkan kalau ia memang Andre Otong adapun kaos yang dipakainya memang milik temannya, Jajang yang ia pinjam setelah ia bermalam di rumah temannya itu. Udah gitu, sang polisi menemukan sebuah KTP atas nama Pepen Surepen kontan saja, membuat polisi makin curiga dan gemas. Si tokoh pun mati-matian meyakinkan kalau itu KTP temannya yang terbawa olehnya. BAGUS.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terakhir, cerita buatan saya. Seperti biasa, saya menulis tentang cerita yang ringan-ringan saja. Itu mungkin spesialisasi saya untuk membuat cerita yang jayus bin garing, makanya, ditambahin air aja, biar basah wkwkwk… Jadi, ceritanya soal seorang bernama Bobby yang disidang karena kasus pencurian sepeda. Ini karena dia salah menafsirkan pernyataan seorang perempuan yang memintanya untuk mengambil “miliknya” yang paling berharga. Lalu, ia memilih mengambil sepeda milik perempuan itu dan didakwa melakukan tindak pidana pencurian. Entahlah, ada atau tidak pria setolol itu. Yah, namanya juga cerita hehehe. Ditambahin BAGUS nggak ya? Nggak usah deh. Wah, udah telanjur tuh, udah nggak bisa dihapus lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Omong-omong, mau tahu alasan saya meletakkan kata bagus dengan huruf kapital pula di setiap ulasan karya rekan-rekan? Saya jadi teringat dengan almarhum Pak Tino Sidin guru melukis dan menggambar. Entah, masih ada yang ingat atau tidak dengan beliau. Saya suka sekali dengan acara belajar menggambar yang diasuh Pak Tino Sidin di TVRI zaman baheula pisan. Nah, di acara tersebut, Pak Tino selalu mengucapkan kata bagus setiap ia habis membacakan gambar karya anak-anak yang mengirimkan karyanya kepada Pak Tino. Ketika ditanya, mengapa Pak Tino selalu bilang kata bagus? Beliau berkata, “Sebenarnya, BAGUS itu singkatan dari Belajarlah Gambar-Menggambar Untuk Seni.” Akhirnya, saya jadi ikut-ikutan beliau deh, pakai kata bagus setiap kali habis mengulas karya rekan-rekan sekalian. Mungkin dalam hal ini, maknanya jadi, Belajarlah Tulis-Menulis Untuk Bahasa alah, garing banget…  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;O.K. &lt;i&gt;There’s nothing left to say&lt;/i&gt;… Tetap asah penamu, mas bro, mbak sis. Sampai ketemu minggu depan! &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Satyo Aji Karyadi&lt;/b&gt;, lebih akrab disapa Aji, adalah peserta writers' circle yang kedatangannya paling sulit diprediksi. Kadang ia datang setiap minggu, tetapi kadang-kadang ia lama tidak muncul hanya untuk muncul lagi dan membuktikan kebertahanannya. Pria tinggi dan berkacamata ini sebetulnya pendiam, tetapi ada tiga fakta yang patut diketahui tentangnya. Pertama, Aji telah mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Kedua, seperti yang diakuinya, Aji suka menulis tentang politik dan sepak bola (Kadang-kadang tajuk tulisan politiknya cukup ajaib. Membandingkan Stalin dengan Charlie Chaplin, misalnya). Ketiga, dalam tulisan ini Aji mengutip lagu Message in a Bottle-nya The Police. Apakah laki-laki ini suka The Police? Apakah kesukaannya ini merupakan indikator dari usia Aji yang sebenarnya? Ah, barangkali cuma anak-anak writer circle dan malaikat yang juga tahu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6429356477621778907?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6429356477621778907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6429356477621778907' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6429356477621778907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6429356477621778907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/10/kejahatan-dalam-tulisan.html' title='Kejahatan dalam Tulisan'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-325501710380746893</id><published>2011-10-26T06:28:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T06:39:02.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agenda'/><title type='text'>To: Han</title><content type='html'>Salah satu karya peserta RLWC, Farida Susanty, akan difilmkan. Cerpennya yang berjudul Tuhan dalam bukunya &lt;i&gt;Karena Kita Tidak Kenal&lt;/i&gt; diinterpretasikan oleh komunitas Semiotika Embun Pagi. Berikut adalah trailer-nya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/FyGpwFlDj1s" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk pemutaran secara penuh, akan dilakukan di sebuah acara:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mangga Malam Mingguan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;29 Oktober 2011, Pk. 19.00 WIB&lt;/div&gt;&lt;div&gt;di Story Lab, Bandung&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jl. Mangga No. 14, Bandung&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mari kita dukung hasil perkawinan dunia kepenulisan dan perfilman di Indonesia!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-325501710380746893?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/325501710380746893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=325501710380746893' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/325501710380746893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/325501710380746893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/10/to-han.html' title='To: Han'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/FyGpwFlDj1s/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-745994102180302056</id><published>2011-10-23T20:22:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T20:52:10.640-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Mundur Pada Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dalam realita kehidupan sehari-hari, waktu memang senantiasa melaju ke depan. Dari masa lalu, ke detik ini, lalu ke masa depan. Namun, dalam dunia tulisan, dalam dunia imajinasi, apa pun bisa terjadi. Termasuk waktu yang bergerak mundur ke belakang. Tema kami minggu ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-MIO0hEj7UNQ/TWeggNihPnI/AAAAAAAAALc/esFFKaTUAe0/s1600/masa_lalu.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adalah saya yang terakhir kali membacakan cerita saya, karena saya juga menjadi penulis jurnal. Saya berkisah tentang tokoh aku mabuk-mabukan di kamarnya, karena ia baru mengundurkan diri, atau lebih tepatnya, memecat dirinya sendiri dari pekerjaannya yang gemilang. Pemecatan ini adalah buntut dari kinerja si aku yang terus menurun, akibat patah hati dengan rekan kerjanya yang memilih menikah dengan orang lain. Padahal si tokoh aku ini selalu siap dijadikan tempat curhat si rekan kerja. Rekan kerjanya ini, adalah cintanya pada pandangan pertama. Nia berkomentar bahwa cerita saya ini bisa menggambarkan emosi tokoh si aku, yang merasa patah hati dan ditinggalkan, dengan realistis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum saya, ada Dani yang menyatakan bahwa ceritanya kali ini adalah cerita terburuk yang ditulisnya beberapa waktu terakhir. Dani bercerita tentang Tegar, yang mendapati Raisa jatuh dan tewas di hadapannya sepulang ia membeli telur di warung. Di warung itu orang-orang ramai membicarakan kecelakaan yang baru terjadi. Tegar memang kehabisan stok telur, dan ia jengkel karenanya, dan ia semakin jengkel ketika mendengar Raisa, mantan pacarnya, menangisi teman-temannya yang baru mengalami kecelakaan. Dalam kejengkelannya, ia berteriak pada Raisa, “Mati saja sana!” Saya berkomentar bahwa cerita Dani ini justru termasuk yang bagus dan sangat bisa dinikmati. Meskipun saya tidak percaya Tegar mampu bersikap sekejam itu pada mantan pacar yang ia putuskan sendiri. Mungkin lebih masuk akal jika Raisa dan Tegar tidak punya hubungan spesial, atau jika Raisa yang dulu memutuskan Tegar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum Dani ada Nia, yang kembali menggunakan nama Musa Idris. Musa Idris adalah pria yang diinginkan oleh banyak wanita, tapi ia sendiri selalu menghindari wanita. Saat SMA, wanita yang disukainya pun meninggalkannya karena ia tidak pernah mau ditempeli. Dari masa lalunya terkuak bahwa dulu saat ia masih sangat kecil ia menyaksikan ayah dan ibunya bertengkar, sebelum kemudian ibunya meninggalkan rumah, tidak menghiraukan dirinya yang terus-menerus memanggil dengan tangisan. Menurut saya cerita ini adalah “psikologi banget”.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta juga kembali menulis dengan tema sadis. Sapta berkisah tentang Cindy, gadis sakit jiwa yang baru saja membantai sebuah keluarga dengan bahan kimia yang dihidangkan sebagai minuman. Cindy pergi naik angkot dan membeli racun itu setelah mendengar Maya, anak kecil dalam keluarga itu, bercerita bahwa ayah ibunya sering membicarakan Cindy diam-diam di kamar. Cindy yang memaksakan diri untuk bergabung dengan keluarga ini, baik sebagai istri kedua atau pembantu, dengan ancaman. Ancaman bahwa Cindy melihat mayat yang pasangan itu buang ke sungai. Saya kesulitan memahami cerita ini, dan baru memahaminya setelah istri saya menjelaskan dengan alur maju. Mungkin karena gaya penuturan maupun bahasanya yang unik, atau saya saja yang terbiasa dengan hal-hal sederhana. Karena hanya saya yang tampaknya kurang paham.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelum Sapta, Farida bercerita tentang seorang gadis yang baru mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia berjuang menghubungi nomor seorang pria, dan kini suara yang mengangkatnya adalah suara seorang wanita. Pria itu adalah pria yang akhirnya memutuskan untuk meninggalkannya demi wanita lain. Pria itu adalah pria yang dulu sangat dekat dan akrab dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan, yang mendapat kesempatan membacakan ceritanya pertama kali adalah Abi, peserta baru yang datang minggu ini. Abi memulai ceritanya dengan 2 lembar kertas yang diremas. Ia benci kertas itu seperti ia membenci alkohol, yang ia minum bersama seorang pria di Eropa sana. Tokoh aku ini merasa sakit hati karena tujuan awalnya untuk berkuliah di sana sudah berbelok. Di akhir cerita, sang pria menawarkannya 2 lembar kertas. Satu tiket pulang ke Indonesia. Satu lamaran pernikahan. Di sinilah pembukaan cerita berlangsung; tokoh aku meremas 2 lembar kertas tersebut. Sapta berkomentar bahwa Abi punya pemilihan kata yang bagus dalam menulis. Saya setuju.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan demikianlah. Adalah Sapta yang memilih tema “alur mundur” untuk sesi menulis kali ini. Demikian sesi menulis 22 Oktober 2011 dimulai; demikian pula jurnal ini berakhir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/165548_492690425479_645895479_5871742_1761290_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 2=320px;" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/165548_492690425479_645895479_5871742_1761290_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Rizal Affif. &lt;/b&gt;Seorang pria yang sedang merintis lagi jalan untuk kembali ke impian lamanya menjadi penulis. Setelah beberapa tahun terdampar di dunia konsultansi Human Resource Management sebagai &lt;i&gt;freelance Assessor&lt;/i&gt;. Sebuah konsekuensi akibat banyak menunda menulis selama kuliah dan semasa SMA.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-745994102180302056?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/745994102180302056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=745994102180302056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/745994102180302056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/745994102180302056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/10/mundur-pada-masa-lalu.html' title='Mundur Pada Masa Lalu'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MIO0hEj7UNQ/TWeggNihPnI/AAAAAAAAALc/esFFKaTUAe0/s72-c/masa_lalu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-5523312752055072686</id><published>2011-10-20T03:32:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T04:08:31.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Keluarga yang Tak Kukenal</title><content type='html'>Bagaimana rasanya menulis tokoh fiktif yang diinspirasi dari anggota keluarga yang justru tidak/kurang dikenal? Deskripsi kasat mata yang terakhir dilihat serta potongan informasi yang pernah didengar menjadi modal utama pembuatan tokoh, sisanya mengarang indah.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fasilitator kala itu, Andika, membagi penulis menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah mendeskripsikan fisik identitas saudara yang tidak kita kenal (nama boleh disamarkan) selama lima menit. Setelah itu, kita membuat cerita fiksi tentang tokoh dengan menggunakan karakter saudara kita itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dika cerita tentang Lala, sepupunya yang sering menulis tentang keluarga di blog. Dari blognya itu, Dika mendapatkan gambaran om (bapak Lala) yang tidak pernah sama sekali bertemu. Ceritanya sendiri tentang perceraian yang terjadi pada orang tua Lala karena ibunya ingin mengaktualisasikan diri. Dalam kisahnya, Dika dapat mengemukakan detil rutinitas Lala yang begitu cermat. Namun detil dalam sebuah cerita sangat pendek ini, dirasa membuat cerita jadi serba terburu-buru.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berbeda dengan Dika, Regie mengambil jalan yang berbeda dalam membuat cerita fiksinya. Ia membuat cerita pendek dengan format Cerpen. Berkisah tentang seorang perempuan yang tinggal di Jepang, suka cosplay, dan punya toko. Dia menceritakan aktivitas-aktivitasnya selama di Jepang termasuk menceritakan tentang pembunuhan yang sering ia lihat selama di Jepang. Tokoh tidak menyadari bahwa gunting merah miliknya adalah gunting yang menusuk orang-orang tersebut. &lt;i&gt;Fine twist&lt;/i&gt;, Regie! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Salah satu peserta yang baru datang ke dua kalinya, Angi, menulis tentang pelukis bernama Yuky yang menunggu seorang perempuan Indo-Australia bernama Nona. Dengan pilihan kata yang manis, Angi dapat membuai para peserta lainnya untuk menikmati ceritanya. Namun sayang, tokoh perempuan Indo-Australia yang lama tinggal di luar negeri kurang terasa tabiat acuh tak acuh ala bule-nya ;)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nira adalah orang Jawa asli. Bercerita tentang Nira, seorang mahasiswi, yang menjadi murung karena orang tuanya tidak bisa datang ke kota karena masalah keuangan. Masalah keuangan ini membuat Nira membikin batas dengan orang lain. Itu yang dipilih Rizal--yang saat membacakan agak kurang percaya diri karena merasa tulisannya buruk. Ia mengambil salah seorang saudaranya yang betul-betul tidak ia kenal sehingga ia merasa kesulitan mau menulis cerita macam apa. Ia bercerita tentang saudaranya yang sederhana tapi banyak yang suka bergaul dengannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Format dialog ditawarkan oleh Sapta. Ia berkisah tentang saudara sepupurnya yang kembar bernama Martini dan Martina yang salah satunya mengalami cacat mental dan tidak identik layaknya utara dan selatan. Beberapa peserta lain ada yang tidak suka karena tidak gelap seperti biasanya. Justru menurut salah seorang peserta, format yang dipakai Sapta ini sangat memudahkan untuk memberi pesan tanpa banyak deskripsi dan membuat plot terasa cepat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berbeda dengan karya-karya Ryan sebelumnya, karya Ryan kali ini sungguh enak didengar. Ia berkisah tentang konflik keseharian dimana tokoh mengalami diskriminasi kasih sayang oleh ibunya, punya adik yang menyebalkan, dan juga dijodoh-jodohkan.  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sementara itu, Aji membuka ceritanya dengan teras yang sangat membuat pembaca sangat tertarik dengan karyanya. Bagaiamana tidak, ia becerita tentang Abdul Karim Hassan, tentara muslim yang didiskriminasi, yang harus dipenjara karena ia muslim dan rajin beribadah, yang Qurannya diinjak dan dikencingi oleh Santo. Sebetulnya Aji mau bercerita keterkaitan saudaranya dengan tokoh Santo. Namun rupanya ia salah fokus sehingga karakter yang dominan dimiliki oleh Abdul Karim Hassan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan pertemuan ditutup oleh Riri. Riri bercerita tentang instruktur fotografi bawah air. Ia terinspirasi dengan saudaranya yang suka foto dan diving, maka ia mengimajinasikan sebuah tokoh yang merupakan perkawinan karakter keduanya yaitu menjadi instruktur fotografi bawah air.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika ada istilah 'tak kenal maka tak sayang', maka di penulisan mungkin penulis tidak butuh sayang-sayangan, tetapi inspirasi dalam menulis yang justru bisa datang dari orang yang tidak kenal. Jangkauannya bisa yang paling dekat: keluarga.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-5523312752055072686?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/5523312752055072686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=5523312752055072686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5523312752055072686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5523312752055072686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/10/keluarga-yang-tak-kukenal.html' title='Keluarga yang Tak Kukenal'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2592564116618255196</id><published>2011-10-11T04:02:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T04:21:45.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Pergantian Musim</title><content type='html'>&lt;div&gt;Pertemuan RLWC 8 Oktober 2011 sempat akan bertema satu kalimat utuh yang diusulkan oleh tiap peserta, yang nantinya akan dipilih acak untuk dipakai dalam tulisan. Karena suasana gerimis dan Dani mengusulkan tema pergantian musim/cuaca, semua setuju dan ambil tema tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dani bercerita tentang seseorang yang berselimut koran dan kehujanan, sementara di emperan toko dan bangku taman sudah terisi pengemis dan tuna wisma. Saat baru menemukan sepetak tempat yang hanya cukup untuk duduk, ada yang memanggilnya “Joni?”. --- cerita terputus, lengkapnya bisa dibaca di &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/pradana-pandu-mahardhika/cerita-iseng-20/10150338311109223"&gt;http://www.facebook.com/notes/pradana-pandu-mahardhika/cerita-iseng-20/10150338311109223&lt;/a&gt; --- tambahan cerita secara lisan: yang manggil teman sekolah Joni yang sekarang kerja kantoran yang nanya ngapain duduk disitu. Ternyata Joni berantem sama istrinya di rumah dan diusir, jadi menggelandang untuk semalam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar teman-teman: belum lengkap jadi belum bisa dikomentari secara utuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ryan menulis tentang seorang anak kecil bernama Indah yang terbangun dari tidurnya ditengah hujan. Indah minta ijin Parto (ayah Indah) untuk bermain diluar, dan diijinkan. Sambil minum kopi Parto memandangi foto keluarga, Parto-Indah-Anita (almarhum istrinya yang meninggal karena leukemia). Flashback ke suatu malam saat mereka berkumpul &amp;amp; berbincang-bincang. Anita berkata pada Indah bahwa dia akan pergi lama, karena tahu akan segera meninggal. Anita berpesan pada Parto supaya membiarkan anak mereka bermain saat dia akan datang di kala hujan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar Dani, masa kininya nggak keliatan, inti ceritanya di masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Angie bercerita saat langit mendung &amp;amp; kelabu, menyeruput cokelat hangat. Ada yang melambai, siapa itu, laki-laki atau perempuan? Orang itu menuntunku, menembus kelabu. Awan gelap tersingkap, cerahpun datang. Ada ramai, ada tawa. Warna-warna yang indah. Dibalik mendung yang kelabu ada musim semi yang menanti, asal kita cukup berani.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar Rizal: jarang orang ‘berkhayal’ seperti itu, banyak metafora.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pipit menulis semacam artikel / opini mengenai pawang hujan. Musim di Indonesia ada dua yaitu kemarau dan hujan. Ada yang namanya pawang hujan, biasanya disewa oleh penyelenggara acara outdoor. Benarkah cuaca bisa diatur? Belum pernah ada bukti. Apakah harus ada pengawasan terhadap pengendalian cuaca?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar: seperti jurnalistik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta menulis puisi. Tentang 2012 di mata lelaki, ibu-ibu, dan anak kecil. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar: siapa kau dan aku? Jawabannya: kau = manusia, Aku = Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Andika bercerita mengenai dua tahun ini Indonesia dilanda hujan. Roni menyiram halaman setelah mengerjakan PR, suka mencium bau tanah basah. Saat hujan datang, Roni tak perlu lagi menyiram halaman. Inti cerita hujan mau dijadikan tokoh antagonis, anak kecil yang tadinya suka hujan jadi benci tetapi saat kemarau rindu hujan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar: penggambarannya jelas untuk kondisi yang suka hujan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rizal bercerita tentang hujan yang datang membawa kehidupan bersamanya. Kata Ibu selama dalam kandungan, si bayi (aku) tenang saat hujan. Waktu masih kecil, (aku) yang sedang menangis bisa terdiam saat hujan. (Aku) suka melihat hujan dari balik jendela. Hujan datang saat Ibu berlari menjemputku, kilat menyambar. Musim hujan kali ini berbeda, tak ada kilat yang datang. --- inti cerita: ibunya meninggal tersambar petir tapi si tokoh utama tetap suka hujan sejak kecil&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar: terlalu &lt;i&gt;telling&lt;/i&gt;, bisa dibuat lebih &lt;i&gt;showing&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Farida yang terlambat datang masih sempat menulis sebuah cerita tentang hantu dalam perjalanannya ke pertemuan RLWC. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar: beberapa notice ada hantu di cerita tersebut tetapi agak bingung dengan sudut pandang tokoh utama&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ririe menulis &lt;a href="http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2011/10/09/pergantian-musim/"&gt;http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2011/10/09/pergantian-musim/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;--- kepotong, waktu habis ---&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar: bagian awal terlalu panjang, bikin &lt;i&gt;lost&lt;/i&gt;. Menarik saat masuk ke dialog, sayang terpotong di bagian yang ditunggu-tunggu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/184848_10150092525858248_556543247_6254354_1194373_n.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 200px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;b&gt;Yudhinia Venkanteswari&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Author of&lt;/i&gt; @JalanJalanHemat ke Eropa, &lt;i&gt;globetrotter wannabe&lt;/i&gt;, ngaku &lt;i&gt;backpacker&lt;/i&gt; tapi ga punya &lt;i&gt;backpack&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;open water diver&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;zealous worker, it's just me anyway&lt;/i&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2592564116618255196?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2592564116618255196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2592564116618255196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2592564116618255196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2592564116618255196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/10/pergantian-musim.html' title='Pergantian Musim'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2339034213832434835</id><published>2011-10-02T18:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-02T18:48:47.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Tentang Teh, Pergi, dan Menunggu</title><content type='html'>&lt;div&gt;Enam orang di Reading Lights sore ini. Ada 3 kata yang dimasukkan ke kepala kami sore ini, untuk ditumpahkan jadi kata-kata. Teh, pergi, dan menunggu. Diinterpretasikan menjadi 6 cerita, seperti apa jadinya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta membacakan tentang teman lama yang kembali, dengan hati retak yang mengakhiri cerita. Nia bercerita tentang wanita yang belum mendengar kabar dari suaminya yang pergi berperang, di lautan. Diakhiri dengan ending yang manis dimana harapan menyelimutinya. Menaikkan kembali mood dari cerita pertama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sabik dipilih oleh Nia sebagai pembaca berikutnya. Tentang pasangan yang bertengkar dan ditengahi oleh teh. Katanya belum selesai tapi diselesaikan dengan improvisasi. Mbak Riri menjadi orang yang dipilih selanjutnya. Orang yang menunggu orang lain, yang tidak berkeberatan menunggu dengan tehnya. Menunggu laki-laki bermata biru, seorang asing  yang ditunggu setiap hari. Konsep tentang tea stick menarik perhatian Sapta. Semua orang jadi tertarik. Mbak Riri menjelaskan tentang teh dalam bentuk pensil, yang diaduk-aduk ke airnya untuk membuat teh. Regie dan Sabik merasa cerita Mbak Riri sendiri manis. Sabik menceritakan cerita non-tulisan yang lebih manis lagi, tentang orang yang sampai dilamar karena sering satu angkot. Ternyata cerita-cerita hari ini banyak yang manis ya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pas bagian saya cerita, orang-orang bingung dengan ceritanya karena tidak tertangkap dengan didengar. Saya harus menjelaskan bahwa itu adalah cerita tentang lesbian yang salah satunya sedang menyatakan cinta pada yang lainnya. Yang satu yakin bahwa hubungan mereka akan bertahan, yang satu tidak. Yang satu liar, yang satu “jinak”. Yang lain menyarankan lebih baik membacanya dalam teks.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Regie membaca terakhir. Satu remaja yang sedang berdandan, bersiap untuk menemui seseorang. Yang ternyata sesama perempuan juga, senada dengan cerita saya. Prolog cerita saya, katanya. Mbak Riri bertanya mengenai keberadaan kata teh, Regie menjawab tentang teh chamomile.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya bertanya kenapa tidak ada yang menulis tentang menunggu angkot sambil teh, kemudian angkotnya pergi. Kemudian peserta RLWC mulai berdiskusi tentang cerita yang lebih pendek, dan tentang angkot. Dengan itu, setelahnya, sesi menulis berakhir, ditutup oleh Regie.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs421.snc4/46440_425381664271_746424271_4989819_8374054_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 200px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs421.snc4/46440_425381664271_746424271_4989819_8374054_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Farida Susanty&lt;/b&gt; adalah mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Padjadjaran yang kecanduan siaran televisi berlangganan. Sekonyong-konyong tubuhnya akan terpaku di depan televisi apabila ada film-film seru di channel HBO. Genre film favorit Farida beragam dikisaran &lt;i&gt;indie&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;teen-flick&lt;/i&gt;, drama, dll. Meskipun membenci klise dan &lt;i&gt;pretentiousness&lt;/i&gt;, gadis yang besar di Tasikmalaya ini akan memasukkan nonton-bareng-Juno-dan-Twilight ke dalam agenda sosialnya. Ia sudah menelurkan 4 buah buku yaitu Dan Hujan Pun Berhenti, Karena Kita Tidak Kenal, serta dua antologi. Kunjungi blognya http://lovedbywords.tumblr.com/&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2339034213832434835?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2339034213832434835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2339034213832434835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2339034213832434835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2339034213832434835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/10/tentang-teh-pergi-dan-menunggu.html' title='Tentang Teh, Pergi, dan Menunggu'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-354324246791582407</id><published>2011-09-29T00:48:00.000-07:00</published><updated>2011-09-29T01:02:43.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Interpretasi Gambar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Writer's circle pernah membuat cerita hasil interpretasi dari lukisan, musik, dan gambar. Seperti salah satu kegiatan yang pernah kami lakukan sekitar satu bulan yang lalu. Kami melakukan interpretasi pada sebuah gambar dan harus dituangkan dalam bentuk cerita pendek. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Fasilitator kala itu menjelaskan bahwa interpretasi adalah pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu; tafsiran (KBBI). Gambar yang fasilitator berikan adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-AzZz1yqIGmo/ToQkzYiRNWI/AAAAAAAAAy4/252JZUQ4HsY/s400/1.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657687497062298978" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Fotografer: Boryana Katsarova&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Diambil dari website &lt;a href="http://photography.nationalgeographic.com/photography/photo-of-the-day/man-mural-turkey/"&gt;National Geographic&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Untuk memperluas interpretasi, lakukan pengamatan detil pada foto. Perhatikan kabel telepon, parabola kecil, tekstur tembok, jejak tangan, dan bahkan sebuah lubang di salah satu sayap. Tuliskan kesan atau pendapat yang dibalut dalam sebuah cerita pendek. Jika foto di atas mengesankan tentang sebuah harapan di daerah konflik, maka bikinlah ceritanya!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tentunya dalam interpretasi tidak ada yang salah dan benar karena sifatnya subjektif, namun tetap harus relevan. Interpretasi semacam ini berguna sebagai penggugah ide dalam tulisan. Dan biasanya dengan bantuan gambar, munculnya ide menjadi termudahkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-354324246791582407?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/354324246791582407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=354324246791582407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/354324246791582407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/354324246791582407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/09/interpretasi-gambar.html' title='Interpretasi Gambar'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-AzZz1yqIGmo/ToQkzYiRNWI/AAAAAAAAAy4/252JZUQ4HsY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2995639551033836831</id><published>2011-09-28T08:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T08:24:38.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Story and Plot To Bring Your Story To Life</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Reading some great novels, most of the time I am amazed of how the writers compose the stories, make us “the reader” unconsciously involved into either the character’s mind or vicious actions the writer created. They are also succeeded in playing our emotion; we laugh and cry for things that are not even happening! Things they successfully (and can be also painfully) made up. But then when I enrolled in Melbourne’s creative writing short course, I discovered that like a magician a writer has also tricks. Once they put them into a book, people will not mind to spend their money or to queue outside the bookstore waiting for their new released book. Want to peep up what’s their hidden trick? Plot and Story are one of them.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://s1.hubimg.com/u/4999352_f520.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 520px; height: 233px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;To reveal what plot and what story is, let’s just flash back to the time we are thinking of some ideas for our own novel. When we think about some physical actions on the story, it means we have planned to bring plot into our novel. For example, I conceived some ideas for my stories; &lt;i&gt;My character was being raised in a country inhabited mostly by the conservative Moslems. The Moslem’s environment had somehow blocked her knowledge of any other religions and had forced her to believe only the religion she was raised. Some terrifying events caused by people in her religion had triggered her doubts and her being skeptical about the religion she was raised. She began to raise a lot questions about her faith; particularly her religion. She then doubted her religion before came the revelation. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;They contain a physical action that has the potential to move the story. So whenever you have this kind of form on your mind, you have arranged some plots for your novel. To form some plots, you can start rising a question like “what will happen next after this?” This question somehow will create plots!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;But a novel without story is like a mere series of action. It doesn’t seem to have a soul, there is nothing to make the reader emotionally involved into the story of your novel. So what do you need to fulfill this lack of emotion? Story is the answer!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contradicts with plot, story has a magical power to provide your novel with emotion. The chapter when your character is feeling tortured and when your character shed tears, there when you put story into your novel. When you combine these emotional journeys together with the physical ones, you have successfully created both the body and soul in your single novel. Let’s see how it works together and creates a vivid reliable and enchanting novel. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;I borrow the example from a part of the plot’s explanation above I grabbed from my novel then I combine it with the story; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Some terrifying events caused by people in her religion had triggered her doubts and her being skeptical about the religion she was raised. She witnessed people spread hatred in the name of his only God. They screamed, “Burn the infidel! Let’s send them to hell.” The wrathful words were intended to the people who were now screaming and escaping from the mighty church that was now full of grey smoke.&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-style-span"&gt;I was trembled as I saw a man shouting “Allahuakbar”’ before then he threw the running woman with a rock as big as a head of an infant. The reason is just unbelievable, they blamed the church’s singing ritual that had bugged their Sunday night, forgot that Adzan is cried out five times a day sometimes with broken mosque’s loudspeaker. I trembled and my head was burned with anger. With regret I saw people spread hatred under the name of my God, but nothing I could do besides stood and stared. And all my life, I have never been that ashamed. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Look at the words. Those marked with the blue ink are plots and with the read ink are stories. The plots show action while the stories show emotion. Clear enough? In conclusion the plot is the element that keeps your story moving, while the story makes the story alive. So, what are you waiting for? Grab your PC or pencil and book! Start bringing your story to life! The story and plot are just one from so many techniques in writing await to reveal. But practicing it bit by bit makes you ready to face other tough techniques. If you think that techniques are not beneficial enough for your novel, it’s your call! But remember, lessons are actually made to make things easier. So, happy learning!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183061_10150109988442561_624502560_6316305_6744297_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 250px;" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183061_10150109988442561_624502560_6316305_6744297_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Myra Mariezki Fathira.&lt;/b&gt; Seorang perempuan yang konsisten mengenakan baju pink diberbagai kesempatan. Lulusan Sastra Inggris UNPAD angkatan 2004 ini pernah bekerja sebagai &lt;i&gt;copywriter &lt;/i&gt;dan jurnalis. Namun sekarang ia memutuskan keluar dari pekerjaannya untuk mengejar &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt;-nya sebagai penulis. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2995639551033836831?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2995639551033836831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2995639551033836831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2995639551033836831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2995639551033836831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/09/story-and-plot-to-bring-your-story-to.html' title='Story and Plot To Bring Your Story To Life'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-5256939307726003225</id><published>2011-09-20T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T21:24:08.731-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Alter Ego</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya, Regie, Nisa, Yara, Riri, Ryan, Sabiq, Sapta, Dini, Dika, dan AM datang berurutan. Pertemuan berlangsung 20 menit lebih lambat. Mungkin karena mendung yang identik dengan kemacetan yang terjadi di Bandung minggu-minggu ini. Saat semua berkumpul, Regie menjadi fasilitator di Sabtu (17/09) itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Kita akan menulis tentang &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt;. Tulis sebuah cerita tentang diri kita yang lain. Saya ingin diri sendiri menjadi apa, bukan menjadi orang lain, tetapi menjadi siapa. Saya melihat saya sendiri kalau bisa jadi orang lain. Misalnya Bruce Wayne yang punya &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; Batman, Clark Kent yang punya &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; Superman. Waktu 30 menit.” Regie berujar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.monikateal.com/files/1558288/uploaded/AlterEgo-DR.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 480px; height: 572px;" src="http://www.monikateal.com/files/1558288/uploaded/AlterEgo-DR.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.monikateal.com/"&gt;http://www.monikateal.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara teori, &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; (bahasa Latin dari ‘&lt;i&gt;the other I&lt;/i&gt;’ atau ‘saya yang lain’) adalah diri ke dua atau kepribadian ke dua dalam seseorang. Dalam tulisan, &lt;i&gt;alter ego &lt;/i&gt;menjelaskan karakter dalam tindakan berbeda namun memiliki beberapa kesamaan secara psikologis. Ini juga bisa jadi karakter fiksi yang mana perilakunya, perkataannya, dan pemikirannya bertujuan mewakili penulisnya. Kesimpulannya, &lt;i&gt;alter ego &lt;/i&gt;dapat diaplikasikan sebagai peran atau topeng yang dipakai oleh seorang aktor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begini kira-kira intisari cerita dari setiap peserta:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Regie:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penulis memiliki &lt;i&gt;alter ego &lt;/i&gt;bernama Regin, seorang vampire perempuan yang memiliki tubuh yang sempurna dan punya ledakan feromon yang fantastis. Si vampire perempuan ini juga sangat menarik dan berhasrat dengan pria-pria muda. Karakternya adalah memiliki persepsi indera yang sangat peka, terutama saat berhubungan seksual.  Lalu pada saat itu, ia akan mengigit untuk menyemprotkan adrenalin ke dalam tubuh para pria.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Dini:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya Dini menceritakan tokoh yang bernama Chyrill yang memiliki rambut seperti Medusa. Saat itu Chyrill sedang berperang dengan para vampire dan zombie. Di akhir cerita, ternyata Chyrill adalah tokoh game yang jadi &lt;i&gt;alter ego &lt;/i&gt;dari seorang gamers bernama Agit. Agit—seorang fanatik game—sangat menghayati jiwa pada karakter game tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Andika:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentang seorang tokoh tanpa nama yang bekerja di sebuah tempat dimana ia harus menceritakan pengalaman-pengalaman yang sudah dilalui kepada semua kalangan dari siswa-siswi hingga bapak-bapak yang berparfum menyeruak. Saat setelah bersama para bapak, ia merasa tidak enak badan hingga merasa tenggelam di jurang yang dalam dan tersesat dalam labirin yang tidak berujung. Sampai ia bangun, ia menemukan tempat kerjanya berbeda—seperti berada di sebuah pesta zaman kolonial. Ia pun memakain pakaian berbeda yaitu jas dengan dasi kupu-kupu. Dengan karakter yang sama: seorang pelayan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Sabiq:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentang anak-anak TK yang mengidolakan Michael Collins dan menciptakan khayalan-khayalan balas dendam andaikan Michael Collins yang turun ke bulan. Tulisan Sabiq ini sempat menyisakan pertanyaan bagi peserta lain tentang maksud ceritanya. Begitu ia menjelaskan, idenya Sabiq ini begitu cerdas dan ia dapat melakukannya dengan ‘&lt;i&gt;show&lt;/i&gt;’, tanpa ‘&lt;i&gt;tell&lt;/i&gt;’.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Dani:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dyah yang sulit mengajarkan sistem persamaan linier kepada teman-temannya. Tapi ada satu laki-laki populer yang tiba-tiba datang bernama Herman yang mengambil alih penjelasan Dyah terhadap teman-teman perempuannya. Teman-teman perempuan Dyah ini tidak bisa menahan untuk tidak genit kepada laki-laki yang badannya berkeringat habis berolahraga. Herman ini sering dikeliling para wanita dan Dyah agak risih melihatnya. Entah apa label perasaannya, tapi yang jelas Dyah merasakan sesuatu yang bergetar saat ia menyentuh tangan Herman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita Dani ini diakui sebagai &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt;-nya jika ia adalah seorang wanita karena di keluarga Dani semua saudara perempuan ada unsur Dyah di namanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Farida:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Farida menulis tentang keseharian gadis bernama Ria, dengan &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; bernama Rose. Sifat mereka bertolak belakang. Ria setiap siang merupakan anak baik-baik, malamnya berubah menjadi &lt;i&gt;stripper &lt;/i&gt;bernama Rose. Mereka berdua dapat berkomunikasi melalui cermin. Suatu hari, seorang laki-laki mendekati Ria. Ria menolak, tetapi ketika ia menjadi Rose, dibuailah lelaki itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Ryan, sosok Ria adalah Farida dan sosok Rose adalah apa yang menjadi keinginan Farida.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Ryan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita dibuka dengan adegan Lea yang setengah telanjang bersama seorang dengan lelaki. Lalu adegan selanjutnya adalah Lea membawakan jas terhadap lelaki itu lalu ia memakaikan jasnya, dibalas dengan sedikit remasan di payudara sebelum berangkat kerja, lalu Lea masuk ke rumah. Di dalam rumahnya, Lea melihat sebuah foto keluarganya. Matanya terpejam membayangkan apa keluarganya jika melihat Lea yang seperti ini. Padahal ia lulusan Stanford, diberi gelar piagam sebagai dokter termuda. Beban-bebannya membuat ia ingin keluar dan ekspektasi sosial. Bersama para lelaki-lelaki ia justru merasa bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Yara:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diawali seorang tokoh yang lagi bercermin dan melihat bayangan &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; yang berubah-ubah. Kadang rambutnya pirang, kadang matanya biru, kadang terlihat lebih pendek, dan terlihat lebih muda. Profesi para &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt;-nya bermacam-macam; ada yang menjadi novelis, ada yang menjadi penyanyi, bahkan ada yang menjadi pencuri demi menghidupi adiknya. Lebih jelasnya bisa dilihat di &lt;a href="http://thehearttotell.blogdetik.com/2011/09/17/alternate-selves/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Nissa:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tulisan Nissa lebih ke arah personal writing dan reflektif. Dia menuliskan tentang &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; seorang tokoh yang lebih berani untuk berbuat sesuatu yang lebih untuk orang lain karena merasa diri sekarang terlalu penakut. Di ceritanya, &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; yang ditulis Nissa berkiblat pada sosok ibu yang lebih berani.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Sapta:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta membuat empat &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt;. Pertama, ia menulis tentang seseorang yang memakai peci, dengan tanda kehitamana di dahinya, memiliki sifat sabar serta lapangan hati yang kadang membuatnya tersisih dan terasingkan. Walaupun orang ini alim, namun alimnya tidak membuat ia berpikiran pendek—seperti orang-orang yang melakukan bom bunuh diri. Candi dan pertapaan merupakan rumahnya.  Selain itu ia membuat &lt;i&gt;alter ego &lt;/i&gt;yang sangat duniawi—menganggap dunia masih selama 1000 tahun lagi, dan juga ada &lt;i&gt;alter ego &lt;/i&gt;yang sangat kuat secara fisik—yang tidak dituliskan secara tersirat apa makhluk itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Riri:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Riri adalah peserta baru di sesi kemarin. Perempuan yang baru menelurkan sebuah buku berisi catatan perjalanan ke Eropa ini bercerita tentang orang yang memiliki karakter &lt;i&gt;workaholic antisocial&lt;/i&gt; yang sedang bekerja hingga petang sementara rekan-rekannya teng go alias sudah ‘teng’ jam selesai jam kantor, langsung ‘go’ pulang ke rumah! Tapi di luar rutinitas itu, tokoh sering melakukan perjalanan dan menulis catatan perjalanan. Di luar rutinitas, &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt;-nya muncul sebagai seorang pelancong. Cerita bisa dilihat di &lt;a href="http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2011/09/19/alter-ego/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;AM:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita yang kaya akan dialog oleh AM ini bercerita tentang seseorang yang &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt;-nya keluar setelah menghabiskan 6 botol bir dan bertingkah aneh. AM ingin menyatakan justru pada saat orang mabuk, sesuatu yang ditutup-tutupi malah akan keluar. Seperti halnya &lt;i&gt;alter ego&lt;/i&gt; yang keluar di saat dibutuhkan.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Nia:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya bercerita tentang Nayang Wulan yaitu remaja yang memiliki intuisi yang kuat, berdarah dan berbudaya Jawa, serta lekat dengan nilai-nilai tradisional. Cerita bisa dilihat di &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/2011/09/nayang-wulan-alter-ego.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menulis dapat menyuarakan pendapat-pendapat dan keinginan-keinginan penulis yang ingin dipenuhi. Oleh karena itu, penulis dapat menciptakan tokoh alter ego yang karakternya tidak jauh dengan diri penulis. Menurut saya, kekuatan tokoh yang dekat dengan diri akan jauh lebih kuat ketimbang tokoh yang berbeda sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-savM6TCdLKY/TnllMZKpJcI/AAAAAAAAAyo/ISmgpfycRRM/s200/n.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654662070728730050" /&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar.&lt;/b&gt; Petualang, penulis, dan pencinta seni. Suka mendorong dirinya hingga ujung perbatasan zona nyaman. Kunjungi blognya di: &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-5256939307726003225?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/5256939307726003225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=5256939307726003225' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5256939307726003225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5256939307726003225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/09/alter-ego.html' title='Alter Ego'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-savM6TCdLKY/TnllMZKpJcI/AAAAAAAAAyo/ISmgpfycRRM/s72-c/n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6874934037878930003</id><published>2011-09-09T05:53:00.000-07:00</published><updated>2011-09-09T05:54:58.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>RLWC di Majalah Kartini</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fGYmrhjsKwI/TmoMjM4r9bI/AAAAAAAAAyg/SwWtzSc93aw/s1600/RLWC-Kartini.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-fGYmrhjsKwI/TmoMjM4r9bI/AAAAAAAAAyg/SwWtzSc93aw/s400/RLWC-Kartini.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650342481383650738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Reading Lights Writer's Circle ada di Majalah Kartini edisi 08-22 September 2011.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6874934037878930003?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6874934037878930003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6874934037878930003' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6874934037878930003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6874934037878930003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/09/rlwc-di-majalah-kartini.html' title='RLWC di Majalah Kartini'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fGYmrhjsKwI/TmoMjM4r9bI/AAAAAAAAAyg/SwWtzSc93aw/s72-c/RLWC-Kartini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-9063142147365499076</id><published>2011-08-20T09:30:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T09:30:40.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Pengumuman Libur</title><content type='html'>Hari Sabtu depan (27/08) sesi RLWC diliburkan untuk menghayati detik-detik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sampai bertemu setelah lebaran!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-9063142147365499076?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/9063142147365499076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=9063142147365499076' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/9063142147365499076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/9063142147365499076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/08/pengumuman-libur.html' title='Pengumuman Libur'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-420356539323726153</id><published>2011-08-16T06:34:00.000-07:00</published><updated>2011-08-16T06:42:18.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Writer's Circle di Belia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Selasa (09/08), Reading Lights Writer's Circle diliput di koran Pikiran Rakyat rubrik Belia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/283471_257337930962545_100000590213698_1015390_2507771_n.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 540px; height: 720px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika ingin bergabung namun masih malu-malu dan mau lihat dulu alur kegiatannya, ingin tahu materi/konsep penulisan selanjutnya, atau update jurnal, bisa bergabung di grup Facebook &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/74575208266/"&gt;Reading Lights Writers' Circle&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-420356539323726153?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/420356539323726153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=420356539323726153' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/420356539323726153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/420356539323726153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/08/writers-circle-di-belia.html' title='Writer&apos;s Circle di Belia'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2531603633309158320</id><published>2011-08-15T20:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T20:48:57.285-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Teknik Puisi: Akrostik</title><content type='html'>&lt;a href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/263228_259472307415774_100000590213698_1024137_8024200_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 310px;" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/263228_259472307415774_100000590213698_1024137_8024200_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Neni sedang menjelaskan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sabtu lalu (13/08) sesi &lt;i&gt;writers' circle&lt;/i&gt; digawangi oleh Neni Iryani yang akan menjelaskan tentang puisi. Berbekal dengan kertas fotokopian, Neni mengenalkan puisi akrostik sebagai teknik dasar pembuatan puisi. Disebut-sebut puisi ini dipelopori oleh Lewis Caroll--pengarang Alice in Wonderland. Puisi akrostik kalimatnya awal/akhirnya dibentuk dari huruf-huruf yang membentuk kata jika dilihat secara vertikal. Contoh awal puisi yang dibentuk dari kata SEA bisa menjadi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;wift winds skim the shores&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;E&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;choes from the deep blue green&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;s we wave froth dan foam&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Nanka)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;selain mengawali, bisa juga diakhiri dari seperti puisi DESA:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukanlah untaian sajak dalam dongeng ataupun lakon dalam seribu baba&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hanyalah mimpi dan harapan yang terbawa angin kala sor&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tatkala tatap tak lagi terkalang bata&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam Imaji berbalur asa yang tak lagi terukir dalam nyat&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/293162_259471754082496_100000590213698_1024135_746345_n.jpg" border="0" alt="" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 310px; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Duduk berdekatan, saling menghangatkan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami--dua belas orang penulis--diminta menuliskan puisi akrostik dalam waktu 30 menit. Kata yang ditentukan untuk dibaca secara vertikal adalah nama sendiri--boleh lengkap atau panggilan. Dari semua peserta, beberapa orang mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan dalam membuat puisi akrostik ini. Selain jadi terpaku harus huruf-huruf tertentu, pencarian kosa kata bagi huruf-huruf yang tidak lazim juga sulit, misalnya Q, X, Z, dan lainnya. Kesulitan ini membuat ada beberapa peserta yang tidak menyelesaikan puisinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena terlalu banyak, saya hanya akan menuliskan salah dua puisi yang dibuat oleh Sabiq dan Sapta sebagai perbandingan untuk melihat akrostik awalan dan akhiran yang mereka tulis:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akrostik di awal:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;indikat berpredikat&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;ngkasa raya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;erbuah negara&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;ntipan letupan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Q&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;uack Quack&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Sabiq)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akrostik di akhir:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlampau luas dosa berbatas tega&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;S &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Degup jantung yang berbait terkait lar&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;A &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bertanya, menjawab dan semua tak mampu membuat hara&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;P &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dosakah bila tak memihak karena lidah terceka&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;T &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlanjur kecewa! aku bahagia diatas lukany&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;A &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak hanya akrostik, ada teknik lain sebagai pembuatan dasar puisi yaitu &lt;i&gt;mindmap&lt;/i&gt;. Misalnya jika kita mau menulis tentang gunung berapi, cari hal-hal yang berkaitan gunung berapi dan bentuklah sebuah mindmap. Namun apapun tekniknya, namun efektivitas kata, rasa, dan jiwa dalam puisi tetap menjadi poin penting agar puisi itu tetap hidup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/275555_100001114758966_2891410_n.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 260px;" border="0" alt="" /&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar&lt;/b&gt; adalah seorang &lt;i&gt;travel writer&lt;/i&gt; yang suka jalan-jalan dan menuliskannya untuk berbagai media. Tulisan-tulisan pribadi dan non pribadinya bisa dilihat di &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2531603633309158320?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2531603633309158320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2531603633309158320' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2531603633309158320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2531603633309158320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/08/teknik-puisi-akrostik.html' title='Teknik Puisi: Akrostik'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-5449746823342618653</id><published>2011-08-13T04:25:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T04:33:37.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Makhluk Asing dari Tubuhmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sabtu, 6 Agustus 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada yang pernah membaca Majalah Hid*y*h? Saya bertanya di awal sesi penulisan. Sebagian mengiyakan, sementara Ryan menggelengkan kepala.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-2CWuWjpOZro/TkZge89SdXI/AAAAAAAAAyY/FP2XaQ2bTec/s320/IMG-20110806-00035.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640301668203656562" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya memiliki memori yang lekat mengenai majalah islami ini. Saat SMP kadang saya dan teman membelinya karena penasaran dengan gambar kartun dan judul di halaman depannya. Gambar kartunnya biasanya menunjukkan kehebohan, wajah terhenyak, orang sakit, atau liang kuburan. Judulnya pun tak jauh beda, misalnya “Perut Jenazah Menyemburkan Api” atau “Akibat Selingkuh, Hamil di luar Kandungan.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-GYjiNd0bSLk/TkZgeu9UdTI/AAAAAAAAAyQ/ZVKCu0HHUPU/s320/IMG-20110806-00033.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640301664445691186" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penulisan kali ini mengambil topik dari kejadian-kejadian yang biasa dituliskan di majalah tersebut. Bagaimana penulis memaknai “azab” tersebut? Hasilnya sungguh menarik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini, Riko menjadi pembaca pertama. Anggota baru Writers Circle ini membaca ceritanya dengan semangat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Riko: Seorang ibu mendapat kabar bahwa anaknya sekarat tersambar petir. Dengan pedih, sang ibu menyaksikan anaknya menghembuskan napas terakhirnya sambil memanggil, “Ibu.” Kini, sang ibu merasa sangat terpukul hidup sendirian dan kehilangan tunjangan yang biasa diberikan anaknya. Ia menyesali bahwa kematian anaknya itu, tak lain, disebabkan oleh sumpah dalam amarahnya sendiri,  “Mati disambar petir, kamu!”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta, yang mengenalkan Riko dengan Writers Circle, mendapat giliran kedua membaca. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta: Seorang penari Ronggeng mendambakan dirinya nasib teman sesama penari yang dinikahi menjadi istri ke-7 Pak Lurah. Ia membayangkan bagaimana enaknya hidup dengan menyandang status tersebut.  Akhirnya, sebuah mimpi menyadarkannya bahwa nasib temannya tidaklah indah. Dalam mimpi itu, teman dalam keadaan telanjang digiring oleh beberapa orang, dan dari tubuhnya keluar hewan-hewan. Saat ia bangun, diketahui temannya sudah meninggal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fadil baru datang di tengah sesi pembacaan. Ia tidak menulis tapi ikut mengapresiasi tulisan. Cerita Sapta, kami pikir, cukup surealis sekaligus mengingatkan pada kekejaman khas “Clockwork Orange”-nya Stanley Kubrick. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ryan: Sebuah keluarga juragan kelapa sawit yang tidak harmonis. Sang ayah meninggalkan keluarganya. Sang ibu yang kesepian akhirnya terlibat cinta terlarang dengan anak pertamanya. Cinta tersebut berakhir dengan kematian anak pertama yang tragis. Tak disangka, anak kedualah yang merencanakan ini semua. Ia juga memiliki hati pada sang ibu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita Ryan cukup tragis, kejam, dan memiliki kerumitan yang menarik. Sesi menulis diakhiri dengan cerita perkawinan muda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uli: Di sebuah desa, seorang gadis berusia 12 tahun dipaksa menikah oleh keluarga dan tokoh desanya. Sang gadis mungil tahu pernikahan ini hanyalah penembus hutang orang tuanya kepada. Sang gadis melawan tapi gagal. Ia dinikahkan dengan pria tua yang sudah beristri. Gadis itu dipaksa berhubungan seksual dan akhirnya terjadi pendarahan organ internal yang berakibat pada kematiannya. Sang suami yang tak mau disalahkan, mengatakan gadis itu mati bersimbah darah karena azab melawan suaminya. Seluruh desa mempercayainya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam teori konstruksi realitas Berger &amp;amp; Luckmann disebutkan, setiap kejadian bisa manusia maknai apa saja, tergantung pada sistem kepercayaan yang dianut individu. Berdasarkan hal tersebut, saya memandang pemaknaan atas azab hanyalah sebuah pilihan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt;, bila sebuah majalah menggunakan kejadian itu sebagai alat penguatan iman yang berlandaskan ketakutan pada azab, itu terserah mereka. Di sisi lain, kami memiliki pandangan alternatif mengenai fenomena-fenomena tertentu. Bisa dimaknai fenomena medis baru,  rekayasa kejadian, nasib, atau... ya memang azab. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mFX_btQuNC8/TakQ0PsOlOI/AAAAAAAAAvs/akmNTwrfVzw/s200/yuliasri.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-mFX_btQuNC8/TakQ0PsOlOI/AAAAAAAAAvs/akmNTwrfVzw/s200/yuliasri.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Yuliasri Perdani&lt;/b&gt; atau bisa dipanggil Uli, adalah seorang pecinta film sejati. Uli, yang memiliki pengetahuan tentang film cukup baik, pernah menjadi &lt;i&gt;cameo &lt;/i&gt;di film karyanya bersama teman-temannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-5449746823342618653?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/5449746823342618653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=5449746823342618653' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5449746823342618653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5449746823342618653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/08/makhluk-asing-dari-tubuhmu.html' title='Makhluk Asing dari Tubuhmu'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2CWuWjpOZro/TkZge89SdXI/AAAAAAAAAyY/FP2XaQ2bTec/s72-c/IMG-20110806-00035.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-4133554250220462521</id><published>2011-08-07T08:40:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T09:27:12.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Mengupas Spiritualitas</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div&gt;Saptapasta: Ting, apa kabar? Mau liat RLWC ngga? Hari ini kita mau ngumpul dan nulis..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ryan othink: OK! Jam berapa? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saptapasta: Jam 4 di Reading Lights, Gandok, Ciumbuluit, sebelah Siliwangi Billiyard&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ryan othink: OK, Siap!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saptapasta: C U there!!&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diawali pesan lewat BBM, akhirnya saya bergegas menuju Reading Lights. Seperti biasa Bandung nampak sibuk di hari Sabtu. Keterlambatan para peserta RLWC, termasuk saya, adalah bukti nyata kesibukan Bandung. Justru teman yang saya ajak tadi, datang sebelum pukul 4. Jadwal resmi RLWC adalah Sabtu jam 4 sore, meski belakangan sering ngaret.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-o6Lod-vbBqs/Tj66SstZwHI/AAAAAAAAAxo/-jwYJ9YiWuo/s1600/RLWC%2BSpiritualitas.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-o6Lod-vbBqs/Tj66SstZwHI/AAAAAAAAAxo/-jwYJ9YiWuo/s320/RLWC%2BSpiritualitas.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638148613916442738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah mengenalkan teman saya yang baru bergabung di RLWC, kami akhirnya menentukan tema. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“HIDAYAH!” Kata Nia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“HAH?” Saya melongo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Kan kesepakatan minggu lalu, menjelang puasa..,” kata Nia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah tawar menawar yang sengit akhirnya hari itu kami tidak jadi menulis tema Hidayah dengan &lt;i&gt;genre &lt;/i&gt;mendayu-dayu seperti cerita di sinetron. Hari ini kami enggan menulis “Kuburan yang di kerubuti belatung” atau “Kulit bernanah karena berzinah”. Tema kali ini yang kami sepakati adalah Pengalaman spiritual.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Itu kan luas, ya?” kata saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seluas apa cerita Pengalaman spiritual yang kami hasilkan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seluas pengertian cerita pengalaman spiritual saya tentang tokoh yang koma. Cerita saya berbeda dengan pengalaman “kesaksian” mengenai pasien yang koma di televisi. Tokoh dalam cerita saya justru bertemu dengan seseorang di langit ketujuh dan berbicara dalam bahasa yang tokohnya tidak mengerti. Saat sang tokoh siuman, justru pengalaman spiritualnya menyebabkan sang tokoh mempertanyakan agama yang diyakininya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"Doa? Seperti apa? Dalam bahasa apa? Bahkan di langit ketujuh aku tak mengerti dia berbicara dalam bahasa apa.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Aku lumpuh dan aku tak menemukan pelajaran dari ini semua. Salahkan saja perjalananku menuju langit ke tujuh. Salahkan saja gambaran yang terparti dalam ingatanku. Aku tak merasa bersalah karenanya."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seluas apa pengalaman spiritual yang Rizal hasilkan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tokoh yang ditinggalkan sahabatnya karena kematian memisahkan mereka. Lewat sepucuk surat, sahabatnya berpamitan dan memintanya untuk datang ke kampung tempat sahabatnya mengabdikan dirinya. Saat tiba di kampung itu barulah tokoh utama sadari betapa berjasa sahabatnya ini dimata warga sekitar. Perpisahan di tepi pantai dengan “spirit” sang sahabat adalah pengalaman spiritual yang dimaksud. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Aku memaafkanmu..”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pengalaman spiritual selanjutnya lewat cerita Nia lebih luas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sang tokoh yang terhasut oleh temannya yang religius. Hasutan yang berakhir dengan pengalaman spiritual lewat jamur tai kebo. Seperti efek LSD sampai tahap narkose. Kalimat-kalimat yang dihasilkan oleh sang tokoh teruntai indah seperti mantra, seperti puisi pujangga, tentang dosa, tentang hidup dan kematian. Halusinasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Suara-suara yang aku dengan menjadi benang-benang halus yang masuk ke telinga, lalu menggelitik benda-benda yang melayang di atas sana, termasuk si jam dinding yang berbengkok-bengkok jarumnya. Tik tok tik tok, jarum berdetik mundur ke belakang."&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukan Dea, bila tak bermain dengan kata-kata. Ia memaknai lebih luas lagi bagaimana pengalaman spiritual bisa dihasilkan. Disaat Spiritual yang sudah tidak merasa lagi menjadi Spirimudal. Lewat berkas cahaya yang di hasilkan oleh Spiritus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disusul cerita Fadil. Diceritakan tokoh Yahudi yang sedang berdoa lewat tembok ratapan. Kehusyuan sang tokoh yang bedoa ini adalah pengalaman spritualnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Suara-suara yang tidak masuk lewat telinga melainkan pori-pori tubuhnya.” &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dani adalah peserta terakhir yang membacakan ceritanya. Ryan memutuskan untuk tidak menulis karena datang terlambat, sementara Retno dan Othink setia mendengarkan sesi pembacaan RLWC hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebelumnya Dani sudah memberikan peringatan, “Mungkin cerita yang gua buat nggak nyambung ama spiritual.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cerita seorang tokoh yang menyerahkan benda kenang-kenangan kepada seorang wanita berambut merah. Wanita ini adalah istri dari prajurit yang sebenarnya dibunuh dalam peperangan oleh sang tokoh. Niat baiknya timbul karena entah kenapa rasa iba tiba-tiba muncul. Sayangnya niat baiknya ini berubah! Sang tokoh jatuh cinta pada wanita berambut merah, haruskah dia mengatakan yang sejujurnya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesi RLWC kali itu seperti biasa kami akhiri dengan banyak diskusi. Minggu depan sudah masuk bulan puasa. Selamat berpuasa untuk yang menjalankannya! Semoga bulan ini bulan yang tepat untuk merangkai pengalaman spiritual kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/8334_148820447808_620592808_2535950_3878431_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 430px; height: 264px;" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/8334_148820447808_620592808_2535950_3878431_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mn8Wnn-JoLs/TXmky53Hi1I/AAAAAAAAAuk/8KZPlfGoH74/s200/sapta.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-mn8Wnn-JoLs/TXmky53Hi1I/AAAAAAAAAuk/8KZPlfGoH74/s200/sapta.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Sapta P. Soemowidjoko. &lt;/b&gt;Bergelar &lt;i&gt;sarjana science&lt;/i&gt; yang pada akhirnya terjun ke dunia seni. Hobinya menulis, menggambar, dan memotret yang pada akhirnya digeluti secara profesional. Semasa kuliah pernah menjadi penyiar dan produser di beberapa radio dengan genre anak muda. Terakhir, ia pernah terpilih menjadi art director LA Indie Movie dalam film Dummy Bukan Dami sekaligus menjadi pemeran utamanya. &lt;i&gt;Visual merchandise and promotion&lt;/i&gt; untuk Corniche adalah pekerjaan tetap yang tertulis dalam kartu namanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-4133554250220462521?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/4133554250220462521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=4133554250220462521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4133554250220462521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4133554250220462521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/08/mengupas-spiritualitas.html' title='Mengupas Spiritualitas'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-o6Lod-vbBqs/Tj66SstZwHI/AAAAAAAAAxo/-jwYJ9YiWuo/s72-c/RLWC%2BSpiritualitas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2458793118048107110</id><published>2011-07-25T06:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T07:37:30.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Tenggelam dalam Masyarakat Urban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sesi RLWC 23 Juli 2011 tidak seperti sesi RLWC umumnya akhir-akhir ini. Pertama, jumlah peserta yang hadir kali ini relatif lebih banyak dari biasanya, karena ada Uli yang sudah cukup lama tak datang, dan ada dua orang peserta baru. Kedua, kami tidak mencari-cari tema sekenanya karena Nia sudah menetapkan tema dengan tegas—tema, yang, harus saya akui, bagus sekali. Ketiga, setelah hampir setahun, saya akhirnya kembali bersedia menulis jurnal, hehehe :D&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tema kami minggu ini adalah masyarakat urban; Nia menyatakan bahwa penekanannya adalah relasi tokoh dengan masyarakat urban, bukan dengan perkotaan itu sendiri. Waktunya kali ini juga cukup diperpanjang, yakni 45 menit dan bukan 30 menit seperti biasanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-LurKt0_o4RE/Ti16uyYsVGI/AAAAAAAAAxY/ETJMLxiO7aI/s400/7-milyar-manusia.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 150px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633293653128270946" /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;Foto oleh Randy Olson&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hasilnya: setiap peserta membahas kehidupan masyarakat urban dari sudut pandang yang kaya dan berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya bertutur tentang masyarakat urban kelas bawah yang terhimpit masalah perekonomian, dan berujung pada kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Tokohnya adalah Rudi, pemuda desa yang menjual harta warisannya di desa demi iming-iming hidup sejahtera di kota, seperti Yana, tetangganya. Ternyata menjadi buruh di kota tidak seindah yang ia bayangkan, bahkan lebih buruk lagi dari bertani, karena mereka hidup dalam ruang pengap dan harus hutang sana-sini untuk hidup. Pada akhirnya Rudi ditipu oleh Yana dan kehilangan segalanya. Kehidupannya menjadi sangat kontras dengan para pemuda kota dari kalangan yang berbeda, yang tampaknya hidup santai-santai tapi bisa hidup mewah. Cerita ditutup dengan Rudi yang terpaksa memecah kaca jendela mobil untuk bertahan hidup; dan bagaimana aksi terakhirnya itu membawanya kembali pada kedua orangtuanya, dan pada sawah yang dirindukannya, dalam kematian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cerita ini diikuti dengan diskusi mengenai nasib buruh pabrik, yang menurut Sapta gajinya tidak terlalu kecil, justru lumayan besar. Harus saya akui, cerita ini memang ditulis berdasarkan kisah yang terjadi beberapa tahun yang lalu, dan bisa jadi kurang relevan dengan situasi saat ini. Uli berkomentar bahwa aksi pemecahan kaca jendela mobil juga marak saat ini, karena orang silau dengan benda-benda yang ada di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berikutnya, Sapta bercerita tentang masyarakat urban yang dilanda kehampaan dan melarikan diri pada pelacuran.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Tokohnya adalah Mustofa, seorang kepala rumah tangga yang hidupnya serba berkecukupan. Di rumah, Mustofa menampilkan diri sebagai kepala keluarga yang alim, yang mengajak istrinya shalat berjamaah. Namun, dengan berbohong pada istrinya, Mustofa mendatangi tempat pijat plus plus untuk melepaskan birahinya. Cerita ditutup dengan Mustofa meminta kenalannya untuk memberikan rekomendasi “tempat pijat” lain selain Heri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya dan Uli berkomentar bahwa kami sudah bisa menebak arah ceritanya, dan saya menambahkan bahwa tadinya saya berharap Sapta akan memberikan kejutan atau &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;twist&lt;/i&gt; di bagian akhir yang tidak saya duga, seperti yang biasa ia lakukan. Sapta menjawab bahwa pada cerita ini ia memang menggambarkan tokoh masyarakat urban secara gamblang saja (dan baru sekarang saya sadar, ternyata &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;twist&lt;/i&gt;-nya adalah nama pelacurnya, yakni Heri, seorang pria). Cerita ini juga diikuti dengan diskusi mengenai maraknya “tempat pijat plus plus” tersembunyi di apartemen-apartemen seperti yang Sapta ceritakan, sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kaum urban. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Uli melukiskan masyarakat urban kelas atas yang berorientasi pada harta dan jauh dari keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Tokohnya adalah Robo, seorang pemuda yang awalnya membenci kaum kapitalis, hingga sulit mendapatkan pekerjaan di mana-mana. Ketika proposal bisnisnya disetujui dan berkembang pesat, gaya hidupnya pun meningkat. Hubungannya dengan putri seorang pengusaha membuatnya semakin serakah, hingga pelan-pelan ia pun menjadi kapitalis dan mengorbankan orang-orang yang mempercayainya, termasuk keluarganya sendiri, demi bisa hidup mewah. Pada akhirnya, ketika Robo berhasil menyelenggarakan pesta pernikahan yang mewah, ia dikelilingi para pengusaha dan pejabat, tapi tidak ada keluarga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya suka cerita Uli ini karena berhasil memotret dua aspek masyarakat urban sekaligus, yakni kecenderungan lingkungan urban yang menuntut masyarakat menjadi kapitalis, serta kecenderungan kaum urban yang jauh dari keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nia memotret lingkungan urban yang tidak ramah dan penuh ancaman bagi kaum wanita.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Tokohnya adalah Rani, seorang mahasiswi yang sedang berkeliling kota kelahirannya, Bandung. Pertama ia bertemu anak-anak yang tampak lugu, namun tanpa malu mengajaknya--sebagaimana yang disebutkan tokoh anak--ngentot. Kedua ia dihadang dan diganggu oleh para pemuda di jembatan. Belakangan, ketika Rani berhasil meloloskan diri dan meminta bantuan polisi, polisi pun meminta bayaran padanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami berkomentar bahwa cerita Nia ini agak berbeda dari tiga cerita sebelumnya, karena dalam cerita ini tokoh utama hanya menjadi pengamat dan korban. Uli menambahkan cerita Nia ini juga berbeda dari segi waktu dan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;setting&lt;/i&gt; yang terbatas. Nia bercerita bahwa ceritanya kali ini diilhami dari kisah nyata yang ia alami dengan anak-anak di dekat rumahnya. Saya pribadi tertarik dengan kisah anak-anak yang tanpa malu-malu mengajak wanita yang mereka lihat untuk berhubungan seks; nyatanya dalam masyarakat urban, anak-anak pun kerap menjadi korban karena mendengar, melihat, dan belajar hal-hal yang tidak seharusnya mereka ketahui dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiwi menggambarkan bagaimana tekanan lingkungan kerja masyarakat urban dapat mengubah watak seseorang. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiwi bercerita tentang Wulan, gadis yang sudah 3 bulan bekerja di Jakarta. Dalam cerita ini Wulan mulai sering jengkel dengan orang-orang Jakarta, apalagi dengan rekan-rekannya di kantor. Ia sering ditindas oleh pegawai senior yang konon dulu selugu dirinya, hingga akhirnya Wulan berani membentak pegawai senior itu; dan mendapati dirinya mulai berubah menjadi monster, seperti pegawai senior itu. Menjelang perayaan 3 bulan ia bekerja di tempat itu, Wulan pun memutuskan untuk mengayuh sepedanya, meninggalkan pekerjaannya, dan kembali ke Bandung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berawal dari pertanyaan Sapta, Tiwi pun menuturkan bahwa cerita ini diilhami pengalaman nyatanya selama bekerja di Jakarta. Uli menambahkan bahwa ia mengalami hal yang sama, bahwa setelah sekian waktu bekerja di Jakarta, ia mendapati dirinya menjadi lebih mudah marah dan mudah menghardik orang lain. Saya menambahkan bahwa cerita Tiwi ini adalah versi lain dari tema yang saya angkat; bedanya, saya mengangkat masyarakat kelas bawah sehingga tekanannya adalah ekonomi dan berujung pada kejahatan, sementara Tiwi mengangkat masyarakat kelas menengah yang tekanannya lebih bersifat psikologis dan berujung pada perubahan watak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;AM melukiskan masyarakat kelas urban yang teralienasi dari pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Ceritanya memuat dialog antara Rudi dan Bayu, di mana Rudi mengeluhkan pekerjaannya yang 5 hari seminggu dan 8 jam sehari, serta minim hubungan antarmanusia, hingga tubuhnya sudah sangat terpola, seperti robot. Bayu pun mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan akhirnya “menceramahi” Rudi karena meskipun kebutuhan-kebutuhannya sudah terpenuhi, Rudi masih saja mengeluh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa dari kami terutama mengomentari gaya ceritanya yang berbentuk dialog. Saya merasa kesulitan mengikuti siapa yang sedang berbicara dan berkesimpulan mungkin cerita seperti itu lebih enak dibaca sendiri daripada dibacakan. Sapta dan Uli berkomentar tentang banyaknya penggunaan kata “ia berkata”, sehingga terasa kurang kaya. AM mengatakan bahwa ia sengaja memilih bentuk dialog karena itu adalah kelemahannya, dan ia ingin mengasah kemampuannya di bidang itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Uli juga berkomentar bahwa cerita AM ini mengingatkannya akan sebuah film, dan akan lebih menarik kalau tokoh Rudi dalam cerita itu menunjukkan “tubuh yang terpola” itu secara ekstrim, misalnya hingga ia bisa menghitung berapa sikatan saat sikat gigi. Saya suka idenya Uli. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Omong-omong “menunjukkan”, saya juga berkomentar bahwa cerita AM kurang sesuai dengan selera saya pribadi, karena kurang “menunjukkan” dan lebih banyak “mengatakan”. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Preachy&lt;/i&gt;, istilah yang saya gunakan. Saya merasa AM menggunakan tokoh Bayu yang “menceramahi” Rudi untuk “menceramahi” pembaca mengenai pemikirannya, sementara saya lebih suka cerita-cerita yang menyampaikan pesan secara halus melalui pengalaman si tokoh dan bukan melalui “ceramah”-nya. AM berkilah bahwa dialog ini hanyalah penulisan ulang pengalamannya berdialog dengan seorang temannya, dan tidak dimaksudkan untuk menguliahi pembaca. Namun memang ini masalah selera pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terakhir, Dani menggambarkan masyarakat urban yang saling terasing dan tidak saling mengenal.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Tokoh aku yang berjalan dari pintu mal ke pintu mal lain untuk menghindari panas bertemu dengan banyak manusia, banyak wajah, namun semuanya asing. Di kamar kontrakan ia telah ditunggu kekasihnya dan bercinta. Namun setelah itu kekasihnya pergi dari kamarnya, dan ketika tokoh aku mengejarnya, ia tak dapat menemukan kekasihnya itu, karena ada begitu banyak wajah dan semuanya asing. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saat mulai membacakan, Dani mengatakan bahwa alur ceritanya berantakan. Namun saya pribadi sangat mengapresiasi tema yang ia angkat, yakni keterasingan satu sama lain, karena tema ini belum diangkat oleh penulis yang lain. Uli juga berkomentar bahwa sekarang Dani tidak lagi melulu bercerita tentang perang dan tentara. Seorang dari kami menanggapi Uli bahwa sekarang Dani juga mulai banyak bercerita tentang kisah percintaan dan tidak hanya terjebak dalam tema perang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Secara keseluruhan, kami memang memotret masyarakat urban dari aspek yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya, kami menyampaikan hal yang sama: adanya waban keterasingan dalam masyakarat urban, dan bagaimana hal tersebut berdampak pada kehidupan si tokoh. Kami memandang lingkungan masyarakat urban secara negatif. Ada yang tertarik menggambarkannya dari sudut pandang yang lebih positif, mungkin?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uGVWZ5MKmQE/Ti17Fse3sXI/AAAAAAAAAxg/yiZm02tQVVY/s1600/5572_118998390479_645895479_2233726_8338432_n.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uGVWZ5MKmQE/Ti17Fse3sXI/AAAAAAAAAxg/yiZm02tQVVY/s200/5572_118998390479_645895479_2233726_8338432_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633294046680559986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Rizal Affif&lt;/b&gt; adalah seorang konsultan HR meskipun sebenarnya lebih mencintai dunia menulis dan desain. RLWC adalah salah satu kesempatannya menyegarkan diri disela-sela kesibukannya menilai para calon manajer untuk menghidupi dirinya. Selain menulis di RLWC, ia juga secara konstan menulis karya bertema spiritualitas—dan menuangkan eksperimen desain webnya—dalam blognya &lt;a href="http://thesoulsanctuary.us/"&gt;http://thesoulsanctuary.us&lt;/a&gt;. Ia juga sedang menyusun rencana untuk beralih profesi yang lebih sesuai dengan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;passion&lt;/i&gt;-nya.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2458793118048107110?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2458793118048107110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2458793118048107110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2458793118048107110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2458793118048107110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/07/tenggelam-dalam-masyarakat-urban.html' title='Tenggelam dalam Masyarakat Urban'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LurKt0_o4RE/Ti16uyYsVGI/AAAAAAAAAxY/ETJMLxiO7aI/s72-c/7-milyar-manusia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-7255693694498332874</id><published>2011-07-18T06:39:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T06:43:48.972-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Jingga, di sembilan Juli.</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;color:#FF6600;mso-ansi-language: EN-US"&gt;Jingga, di sembilan Juli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;color:#FF6600;mso-ansi-language: EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;9 Juli 2011. Kali ini, cara mendapatkan tema adalah dengan arisan. Masing-masing menulis tema dalam gulungan. Akhirnya keluarlah satu tema. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt;color:#FF6600;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Jingga.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.0pt;color:#FF6600;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Rizal bercerita tentang mawar berwarna jingga. Seperti biasa, setting ceritanya adalah sepasang suami-istri. Kali ini mereka tinggal di rumah baru yang penuh tanaman bunga. Favorit mereka adalah mawar merah. Tapi suatu hari, mawar merah itu berubah jingga semua. Berkali-kali si tokoh utama mendatangi penjual bunga untuk komplain, kok bisa jadi jingga. Istrinya jadi suka mimpi buruk, kepanasan, bahkan tengah malam sering terjaga. Beberapa hari kemudian saat pulang kerja, tokoh utama datang dan melihat seluruh rumahnya sudah jadi jingga semua. Api jingga. Hm, mungkin mawar jingga adalah pertanda. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Giliran Sapta yang bercerita tentang titian pelangi yang memiliki banyak warna. Intinya, ini cerita dari langit tentang tujuh puteri dewa. Mereka turun ke bumi untuk mandi, namun sayang selendang puteri ungu hilang tercuri. Cerita ini kita dengar, karena kakak jingga yang bercerita. Cerita ini dipuji karena Sapta bagus sekali menuliskannya. Rizal menantikan adanya twist di akhir, seperti kakak jingga merelakan selendangnya untuk adiknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Selanjutnya Nia. Nia membuat puisi di laptopnya. Tentu saja tentang jingga. Ini dia curhatannya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Jutaan warna–warna tercerap,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;kau ajarkanku mengeja,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;sampai aku paling fasih mengucap:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Jingga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Adalah warna yang kau tunjuk pada pusat semesta yang masuk ke dalam lautan selimut biru,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;rok berlipit bunga-bunga,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;tiang besi di rumah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;cat kuku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;sepatu karet,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;cat-cat yang ada di rumah makan cepat saji,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;dan bahkan pantulan cahaya matahari di matamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Aku yang menunjuk,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;memakai jari telunjuk,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;tepat ke arah matamu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;lalu kusebut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Jingga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Kau tergelak,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;matamu berpaling lalu mulai redup,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;membiarkan aku sendiri mengucap jingga-jingga yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sampai aku lupa pada Jingga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semenjak kamu tidak ada,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;lalu sibuk dengan wewarna,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;dan satu orang dan mengenalkan: ini orens namanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.3pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Kata Nia, pembahasan puisi itu tidak perlu ada intrepretasi. Lebih enak dinikmati sendiri-sendiri. Seperti lukisan abstak yang bernilai seni. Mantap sekali Ni..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Lalu ada Riko. Riko ini kawan Maknyes yang menjadi kawan kita semua. Ini kedatangan perdananya. Kali ini, ia juga menulis puisi seperti Nia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:28.35pt;margin-bottom:.0001pt;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jingga  membahana&lt;br /&gt;Dan aku terpesona rupa nan membutakan mata.&lt;br /&gt;Kemudian nanar lalu lupa&lt;br /&gt;pada wajah yang membuatku ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lari...&lt;br /&gt;Entah, kali ini hanya ingin pergi&lt;br /&gt;Mengusir sepi nan seolah setia menghampiri.&lt;br /&gt;Berhenti..tapi tak ingin kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati saja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Toh, rupa mencuri sebagian mata&lt;br /&gt;Lalu membiarkan hati kehilangan makna kemudian menua.&lt;br /&gt;Dan tersisa luka&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:28.35pt;margin-bottom:.0001pt;line-height:normal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;line-height:normal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Riko enak sekali baca puisinya. Macam Rangga di Ada Apa dengan Cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Ryan sudah siap dengan ceritanya. Ia bercerita tentang Sela. Dengan alur maju mundur ia bercerita tentang Sela yang melihat pelangi dan betapa ingin ia mengenal warna. Dulunya Sela buta, dunianya semua hitam. Lalu ia operasi mata, tapi warna yang dilihat hanya tiga. Putih hitam dan kelabu, itu saja. Sekarang Sela sudah sembuh, ia bisa melihat warna. Hanya saja sekarang arti warna yang indah-indah telah berubah di kepalanya. Merah itu darah, ungu itu lebam terpukul. Yang tetap indah hanya jingga. Selalu hangat seperti matahari sore, katanya. Ada pertanyaan dari Sapta, bagaimana mekanismenya sembuh dari butawarna, pembahasan selanjutnya kita tunda saja ya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Maknyes tidak tahan untuk dapat giliran membaca. Ia bercerita tentang seorang tokoh dari partai merah yang direpresentasikan dengan tangan metal. Dalam ceritanya, tampak tokoh partai kuning yang melambangkan tangan damai bernama Husni. Si tokoh partai merah berpikir di seberang layar kaca, mengagumi sosok Husni dalam layar kaca yang ganteng menawan, teringat tentang kisah cinta di masa lalu tentang mereka yang bahagia. Katanya, seharusnya merah dan kuning bersatu saja. Toh jingga warna yang romantis adanya. Oh ya, perkenalkan. Tokoh partai merah kita namanya Bambaaaaaang.. Emm, Cyin..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-WbtkZFJXC28/TiQ4KuQtfhI/AAAAAAAAAxI/J7DSgELJPlg/s200/n683923739_1455404_5995.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 198px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630687190987931154" /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify; line-height:normal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;b&gt;Retno Wulandari&lt;/b&gt;, panggil saja Neno. Sebelum (akhirnya) menyelesaikan jurnal ini -karena sudah dicolek2 sama Miss Nia- ia baru saja merampungkan buku Ohh Emm Jii-nya Sang Maknyes. Jadi begitulah ceritanya kenapa saya telat bikin jurnalnya, ahahahahaha.. :P&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-7255693694498332874?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/7255693694498332874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=7255693694498332874' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/7255693694498332874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/7255693694498332874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/07/jingga-di-sembilan-juli.html' title='Jingga, di sembilan Juli.'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WbtkZFJXC28/TiQ4KuQtfhI/AAAAAAAAAxI/J7DSgELJPlg/s72-c/n683923739_1455404_5995.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-4055703691907854281</id><published>2011-07-05T19:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-05T20:02:01.398-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Bergaya Hidup Miskin</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Orang bilang hidup adalah pilihan. Keberadaan kita yang sekarang adalah produk atau hasil dari pilihan-pilihan yang kita buat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Adalah juga pilihan, setelah sekitar lebih dari dua bulan absen, akhirnya saya kembali hadir di pertemuan Reading Lights Writers’ Circle hari itu (Sabtu, 2/7). Di sore yang cerah itu, saya dan Nia melangkah masuk ke Reading Lights Café dan menemukan Sapta, Rizal, dan Neno yang sudah lebih dulu datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebelum memulai sesi kali ini, kami berbincang-bincang tentang beberapa hal. Beberapa kali Sapta bertanya akan menulis apa hari ini, tapi tak jua ada yang memberikan tema. Hingga akhirnya di tengah perbincangan (saya lupa tentang apa), tercetuslah sebuah ungkapan `miskin sebagai gaya hidup`. Mendengar ini, Sapta pun menobatkan ungkapan tersebut—&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;miskin sebagai gaya hidup&lt;/i&gt;—sebagai tema menulis kali ini, yang langsung kami setujui. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DE" style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Beberapa menit setelah Neno mengaktifkan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;timer&lt;/i&gt;, Dani datang dan langsung memisahkan diri ke meja lain untuk menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tiga puluh menit berlalu cepat. Pada sesi pembacaan, saya menawarkan diri untuk membacakan karya lebih dulu. Sebab belakangan merasa kesulitan menulis cerpen utuh (apalagi hanya dalam waktu 30 menit), saya memilih menulis &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;narrative poem&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Puisi ini bercerita tentang gadis miskin bernama Lena yang terpaksa menikah dengan duda kaya anak dua, demi melunasi hutang keluarga. Awalnya duda kaya berpikir ia tidak salah memilih istri kedua sebab Lena pandai mengurus semua hal: anak, rumah, dan isinya. Tapi, di usia 3 bulan pernikahan mereka, duda kaya mulai sadar bahwa ia bukannya tidak salah pilih istri kedua, melainkan pembantu rumah tangga. Meski sudah menjadi istri duda kaya, Lena tidak bisa membebaskan diri dari gaya hidupnya yang miskin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rizal menulis tentang pengusaha kaya, Abdullah, yang memanjakan sekaligus mendidik anaknya, Sultan, untuk hidup sebagai orang kaya. Hal ini sengaja ia lakukan demi mematahkan ramalan seorang wanita yang mengatakan bahwa anaknya akan memilih hidup sebagai orang miskin dan keluarganya akan mati dalam keadaan miskin. Tapi untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak; betapa kecewa dan terkejutnya Abdullah, saat Sultan datang memohon ijinnya untuk pergi berpetualang tanpa didukung fasilitas apapun. Untuk menggagalkan niatnya, Sultan pun disekap tapi berhasil kabur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tak lama berselang, Sultan ditemukan tewas di pedalaman Papua. Hal ini membuat Abdullah dan istrinya bersedih dan sakit-sakitan. Perlahan tapi pasti, hartanya habis untuk pengobatan yang ternyata tak berhasil menyelamatkan istrinya maupun dirinya sendiri. Saat Abdullah kehilangan semua, ia sudah tidak bisa kehilangan apapun lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rizal belum menyelesaikan tulisannya, tapi berdasarkan narasi lisan dari Rizal, Abdullah akhirnya meninggal dan kembali berkumpul bersama keluarganya. Ia menyadari bahwa anaknya mati dalam keadaan bahagia sebab telah menjalani apa yang menjadi pilihan hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pembacaan berikutnya adalah cerita yang ditulis Sapta. Cerita dibuka dengan penggambaran tokoh bernama Nenek Damiri yang kebingungan menghadapi cucunya yang menangis sebab lapar. Orangtua sang bayi sudah mati, sebagaimana halnya yang terjadi dengan kebanyakan penduduk desa tersebut. Cerita dilanjutkan dengan penggambaran seting yang baik tentang sungai yang kering hingga banyak ikan-ikan yang mati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tiba-tiba muncul Raja Tobias yang sedang berpesta pora bersama segenap penghuni kerajaan dalam rangka merayakan kemenangan dalam perang. Mereka berbahagia di atas kesedihan para wanita dan anak-anak yang kehilangan suami atau ayah mereka dalam peperangan tersebut. Lalu muncul wanita muda dengan pakaian terbuka, yang duduk di sebuah taman menunggu pelanggan datang. Adalah Anita namanya, wanita desa yang mengadu nasib ke kota, namun terjerumus ke dalam jurang pelacuran. Ia lupakan semua nasihat orang tua untuk selalu menjaga agamanya. Semua hal butuh proses dan waktu, tapi Anita rupanya tak mau bersusah-susah bekerja untuk mendapatkan uang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rupanya, Sapta menulis tiga cerita yang masing-masing menggambarkan miskin air, miskin hati, dan miskin agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebab Dani menolak membacakan karyanya—yang katanya belum selesai—tibalah kini giliran Nia. Tak seperti biasanya, menurut peserta lain, tulisan Nia kali ini sedikit ngepop. Nia menulis tentang tokoh aku yang jatuh cinta pada Adri. Si aku sering mengintip Facebook Adri untuk mencari tahu adakah dia disebut-sebut di statusnya. Tapi usahanya sia-sia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hingga suatu hari, nasib mempertemukan mereka kembali, dan kali ini tokoh Aku berkesempatan untuk bisa dekat dengan Adri. &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Kupu-kupu dalam perut masih mengepak, tapi tidak seheboh dulu&lt;/i&gt;, begitu kata Aku untuk menggambarkan perasaanya. Dari obrolan mereka, Aku tahu bahwa Adri belum ingin punya pacar dengan alasan tak mau repot mengurusnya. Tahulah Aku bahwa Adri memang miskin hatinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;Dengan selesainya pembacaan cerita dari Nia, maka berakhirlah pertemuan RLWC hari Sabtu kemarin. Masing-masing kami menulis dan menginterpretasikan ungkapan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;miskin sebagai gaya hidup&lt;/i&gt; dengan cara yang berbeda-beda. Bagaimanapun, itu adalah pilihan yang kami buat. Cheers! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol;mso-symbol-font-family:Wingdings"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; "&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol;mso-symbol-font-family:Wingdings"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Neni Iryani&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;a href="http://lilalily.blogspot.com/"&gt;http://lilalily.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-4055703691907854281?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/4055703691907854281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=4055703691907854281' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4055703691907854281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4055703691907854281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/07/bergaya-hidup-miskin.html' title='Bergaya Hidup Miskin'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6637508593470543265</id><published>2011-06-26T21:29:00.000-07:00</published><updated>2011-06-26T22:20:01.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>SPOK: Sampah Menanam Celana Robek di Laut</title><content type='html'>Gila memang judul kalimat di atas. Namun itulah yang kami dapat dalam sesi menulis Sabtu (26/06) lalu. Awal mulanya adalah setiap peserta diberi kertas. Di saat yang sama, peserta harus menuliskan subjek dalam SPOK di bagian atas kertas. Jika sudah, bagian atas kertas ditutup lalu ditukarkan ke teman dan teman itu menuliskan predikat dalam SPOK. Jika sudah, dilakukan cara yang sama seperti sebelumnya hingga bagian keterangan. Apakah kalimat akan relevan? Belum tentu karena setiap orang pasti akan menuliskan hal yang berbeda tanpa mengetahui kata sebelumnya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(lihat juga tulisan ini: &lt;a href="http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/01/bermain-dengan-kata-kata-kenalkan-ini.html"&gt;http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/01/bermain-dengan-kata-kata-kenalkan-ini.html&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari empat kertas yang kami buat saat itu (karena ada empat peserta), kami memilih secara acak. Maka keluarlah kalimat 'Sampah menanam celana robek di laut' dan kalimat tersebut harus ada di cerita yang kami buat. Sebenarnya ada kalimat lain yang lebih relevan seperti 'Pelacur melumat orang asing tadi malam' namun kami memilih ini untuk tetap pada yang sudah ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Peserta pertama, Rizal, membacakan karyanya. Ia menulis tentang Hara--seorang anak laki-laki--yang memiliki ayah dengan gangguan kejiwaan. Ayahnya sering berhalusinasi bahwa ia tercerahkan oleh sampah yang turun dari langit dan menanam celana robek di laut. Mencoba untuk menghilangkan stress pada kegilaan ayahnya, Hara dan Hendrik, temannya, mencoba liburan ke Pangandaran. Di sana, ia melihat banyak sampah. Singkat cerita, saat sedang berjalan-jalan, Hara melihat "sesuatu". Lalu ia pulang untuk menemui ayahnya dan mengamini bahwa apa yang dikatakan ayahnya memang benar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rizal menceritakan tentang seorang anak yang ikut gila juga. Karena, di dunia manapun, tidak ada sampah yang menanam celana robek di laut kecuali di dunia penuh dengan kegilaan, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian Sapta memulai ceritanya dengan nuansa khasnya yaitu gelap. Ia menulis tentang Alex yang dari kepalanya terdapat kucuran darah. Alex, entah berada dimana, mencoba memencet sebuah tombol. Beberapa saat kemudian, sebuah tirai terbuka, memperlihatkan layar yang muncul kata-kata 'sampah', 'menanam', 'celana robek', dan 'di laut'. Alex bercerita pada rekannya, Donna, yang merupakan asisten komputer raksasa Allegra. Donna mencoba memberitahukan bahwa mungkin saja kata-kata tersebut adalah sebuah &lt;i&gt;password &lt;/i&gt;sebuah matrix. Saat akan memasukkan &lt;i&gt;password&lt;/i&gt;, hanya muncul empat kata. Alex memasukkan S-P-O-K dan muncullah rahasia tentang bencana dan kiamat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebetulnya tulisan Sapta ini adalah tulisan serius. Namun bagaimanapun kata-kata 'sampah menanam celana robek di laut' dan SPOK adalah hal yang menggelikan sehingga saya tertawa sepanjang ia membacakan. Lagi-lagi, kalimat ini terlalu absurd sehingga cerita yang dibangun pun bernuansa surealis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tokoh Karin dan Lukas dibawa oleh peserta berikutnya, Dani. Kedua tokoh ini diceritakan sedang menerjemahkan 'sampah menanam celana robek di dalam laut' yang tidak ada artinya dan mereka mulai menduga bahwa ini adalah bahasa Cina. Dani beranggapan bahwa bahasa Cina jika salah penulisan, salah pengucapan, atau diterjemahkan secara terpisah, maka artinya akan jauh berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau saya menuliskan tema ini sebagai cerita fabel. Berkisah tentang Ratu Hutan Bakau yang menyuruh rakyat Hutan Bakau untuk meminta bantuan ke hutan bakau di daerah timur karena kalah jumlah dan akan berperang dengan para sampah yang menanam celana robek di laut. Sampah ini telah mencabuti rumput laut dan menggantinya dengan celana robek sebagai kamuflase. Karena, jika rumput laut habis, maka akan merusak ekosistem hutan bakau. Jika ada si styrofoam yang sulit dihancurkan atau ada sendal yang super elastis, tapi bakau mempunyai batang sekuat tombak dan daun setajam pedang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agaknya kalau saya bisa menggambar dan membuat ilustrasi bakau perang dengan sampah gokil juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Coba lakukan hal di atas dengan teman-teman sehingga bisa menemukan kalimat-kalimat menarik lainnya. Baiklah, sekian laporan kami. Jika sesi kemarin ditutup dengan canggung, setidaknya bukan pada jurnal ini. Selamat menulis!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;Nia Janiar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6637508593470543265?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6637508593470543265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6637508593470543265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6637508593470543265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6637508593470543265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/06/spok-sampah-menanam-celana-robek-di.html' title='SPOK: Sampah Menanam Celana Robek di Laut'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6963577220001540428</id><published>2011-06-04T22:18:00.000-07:00</published><updated>2011-06-04T22:27:55.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Rahasia Dalam Pandora</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-X7YBTHNpOQk/TesTrK3_p3I/AAAAAAAAAxA/rhjSCNJ0AG4/s1600/pandora.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-X7YBTHNpOQk/TesTrK3_p3I/AAAAAAAAAxA/rhjSCNJ0AG4/s200/pandora.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614602992821970802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Anggaplah ada sebuah gambar kotak dan sudah ada gambar di dalamnya. Tugas kita sederhana, meneruskan gambarnya. Bebas bagaimana mekanisme-nya, pokonya gambar yang ada harus jadi bagian dari gambar yang akan dibuat. Di sesi ini, “kotaknya” adalah waktu 30 menit, sedangkan “gambarnya” adalah kalimat sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:red;mso-ansi-language: EN-US"&gt;“Oh okay. Jadi ini kotak Pandoranya. Lalu kuambil telepon genggam yang ada di atas meja.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Seperti layaknya cerita tentang Pandora, tema ini dapat mengeksplorasi suatu situasi dimana kita menemukan suatu sumber dari rahasia besar yang mengundang rasa penasaran yang hebat. Telepon genggam adalah komponen cerita yang bisa dikembangkan, baik untuk merespon ditemukannya kotak pandora atau bahkan menjadi bagian dari rahasia tersebut. Tapi kotak pandora pun dapat menjadi sekedar kotak bernama Pandora. Gak masalah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Anyway, cerita asli mengenai kotak Pandora dapat dilihat &lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0070C0"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pandora"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:#0070C0"&gt; &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Intinya dalam cerita mitologi Yunani, Pandora sendiri adalah patung cantik yang dihidupkan oleh Zeus. Pandora pun dititipi sebuah kotak rahasia yang tidak boleh dibuka. Lama-lama Pandora penasaran juga dan membukanya. Berhamburanlah segala macam keburukan, penyakit, kesedihan dan keputusasaan di dunia. Meski begitu, ternyata masih ada yang tertinggal dalam kotak itu. Benda kecil bernama “harapan” yang dapat dimanfaatkan untuk bertahan dari semua itu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:6.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Ryan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;menceritakan seorang anak yang merasa kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya tanpa pernah tahu alasannya. Hal ini dirasakannya sampai ia menikah dan tinggal di rumah orang tuanya. Tibalah saatnya mereka pindah ke rumah sendiri. Saat sedang membereskan barang yang tersisa, ia menemukan sebuah kotak yang berisi sebuah dokumen dari rumah sakit. Ternyata ia terlahir kembar dempet namun hanya memiliki sebuah jantung. &lt;i&gt;&lt;span style="color:red"&gt;Oh okay. Jadi ini kotak Pandoranya. Lalu ia ambil telepon genggam yang ada di atas meja&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;untuk menghubungi ibunya dan meminta penjelasan. Setelah cerita tersebut dibacakan, Ryan menjelaskan bahwa untuk menyelamatkan bayi tersebut, tindakan yang diambil adalah dengan “membuang” bagian tubuh bayi yang satunya. Ibunya jadi acuh tak acuh mungkin karena rasa bersalah pada bagian tubuh anaknya yang direlakan dan rasa marah pada anak yang akhirnya hidup.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:6.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Sapta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt; bercerita mengenai seorang anak bernama Sylvi yang diasuh oleh pembantu bernama Asih. Karena di rumah sedang repot, diundanglah seorang pembantu tambahan bernama Tinah dari Yayasan.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Saat sedang bermain, Sylvi menyuruh Asih membawa kotak pandora yang baru dibeli di kamar orang tuanya. Di sini, kotak Pandora-nya Sapta &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;maksudnya lebih seperti kotak musik yang bisa dipakai untuk mainan. Cerita punya cerita, Asih pun sebenarnya tidak terlalu paham kotak apa yang dimaksud. Maka ia ambil benda apa saja berbentuk kotak yang ditemukannya di kamar tanpa mengecek apa isinya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:red"&gt;Oh okay. Jadi ini kotak Pandoranya. Lalu ia (pun) mengambil telepon genggam yang ada di atas meja. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Asih memang sedang sibuk, jadi Tinah yang ia suruh untuk menemani Sylvi bermain. Esok harinya terjadi kegegeran. Telepon genggam canggih dan kotak perhiasan si empunya rumah hilang. Sudah barang tentu Asih menjadi tersangka utama karena ia penanggung jawab di rumah itu ketika majikannya pergi. Sedangkan Tinah mungkin sedang asik menikmati sesuatu yang awalnya dikira kotak Pandora, yang ternyata berisi berlian nyonya. Tidak membuka kotak Pandora-nya saja sudah menimbulkan bencana bagi Asih. Kesiaaaaaaaan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:6.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Rizal &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;memulai ceritanya dengan telepon-telepon tengah malam tanpa jawaban yang menganggunya. Ternyata yang menghubunginya adalah mantan istrinya. Ia sayang sekali dengan mantan istrinya, meski ia diceraikan wanita itu tanpa alasan yang jelas. Dalam teleponnya, mantan istrinya meminta ia untuk datang ke sebuah gubuk di daerah Pangandaran demi mendapatkan sebuah kotak yang berisi seluruh penjelasan mengenai rahasia istrinya selama ini. Oleh karena itu, ia pergi juga ke sana demi sebuah kotak yang harus ia tahu isinya sebelum istrinya meninggal karena sakit. Sampailah ia di gubuk itu. &lt;i&gt;&lt;span style="color:red"&gt;Oh okay. Jadi ini kotak Pandoranya. Lalu ia mengambil telepon genggam yang ada di atas meja. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Istrinya ternyata menelepon untuk bertanya apakah kotaknya sudah dibuka. Ia bilang sudah. Istrinya lega dan menutup telepon. Sebenarnya, ia tidak pernah membuka kotak itu, pagi tadi ia melemparkannya ke laut. Mantan istrinya toh akan pergi untuk selamanya, dan ia hanya ingin mengenang mantan istrinya seperti yang dikenalnya selama ini. Setelah bercerita, yang lain banyak yang geregetan kenapa kotaknya gak dibuka aja, kan penasaran yak. Gapapa, itu kan pilihan. Selanjutnya keluarlah berbagai asumsi kira2 apa rahasianya. Istrinya kena HIV kali yang nularin suaminya, atau sebenernya istrinya laki-laki? Wah, ga tau deh :P &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:6.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Cerita &lt;b&gt;Farida&lt;/b&gt; dimulai saat seorang laki-laki pulang dari bekerja dan mendapati rumahnya kosong, bahkan istrinya pun tidak ada. Dia merasa ada yang aneh di rumah, dia mulai mengecek satu per satu alat-alat elektronik yang ada di ruangan, baru mencari istrinya. Akhirnya ditemukanlah kotak itu seperti baru selesai memindai sesuatu. &lt;i&gt;&lt;span style="color:red"&gt;Oh okay. Jadi ini kotak Pandoranya. Lalu ia mengambil telepon genggam yang ada di atas meja. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Setelah itu, ia menghubungi kantornya yang bernama Pandora Coorporation, bahwa ada kemungkinan alat penghapus ingatan milik perusahaan itu telah mentransfer berbagai data dalam kotak pemindai memori dari Pandora Coorporation, termasuk rahasia perusahaan. &lt;span style="color:red"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seru juga sesekali mendengar science fiction dari Farida. Ada pembahasan lucu terkait cerita sebelumnya. Beda sama Rizal yang saking sayangnya sampai ga mau tau rahasianya, Farida lebih mementingkan perusahaan. Waktu pertama dateng ke rumah aja dia lebih dulu mengecek televisi dan laptop, hehehe..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:6.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dani &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;bercerita pada suatu masa yang penuh misteri. Pokoknya suatu zaman dimana tempat tersebut disebut Danau Purba, gitu. Beberapa tokoh dalam ceritanya diceritakan sedang mencari sesuatu. &lt;i&gt;&lt;span style="color:red"&gt;Oh okay. Jadi ini kotak Pandoranya. Lalu ia mengambil telepon genggam yang ada di atas meja. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Jadi, dalam ceritanya, kotak Pandora yang dimaksud adalah telepon genggam, yang inti rahasianya adalah percakapan aneh dengan orang yang berada di telepon genggam tersebut. Jadi dengan membuka telepon genggam tersebut, terurailah isi dan rahasia&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;yang ada di dalamnya. Saat membacakan ceritanya, Dani berdialog secara ekspresif. Peserta yang lain mengomentari setting yang menggunakan kata-kata “purba” tapi sudah ada telepon genggam. Hm..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:6.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-3B0OycbVHBE/TesTBbEm1XI/AAAAAAAAAw4/4odHcGtTOLU/s200/neno.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614602275615331698" /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;margin-top: 6pt; margin-right: 0in; margin-bottom: 6pt; margin-left: 0in; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;b&gt;Retno Wulandari a.k.a Neno&lt;/b&gt;. Tidak pernah menulis dalam sesi menulis RLWC namun aktif dalam menyimak dan memberi tanggapan pada sesi apresiasi karya. Baru-baru ini melaksanakan pernikahan dengan--yang kini menjadi suaminya--Rizal Affif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:6.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:0in;text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6963577220001540428?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6963577220001540428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6963577220001540428' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6963577220001540428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6963577220001540428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/06/rahasia-dalam-pandora.html' title='Rahasia Dalam Pandora'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-X7YBTHNpOQk/TesTrK3_p3I/AAAAAAAAAxA/rhjSCNJ0AG4/s72-c/pandora.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6195019448921807468</id><published>2011-05-24T06:18:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T06:45:06.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Air Mengalir Sampai Jauh</title><content type='html'>Sabtu (21/05) ditemukan bahwa sebetulnya tidak ada alasan untuk mengalami &lt;i&gt;writer's block&lt;/i&gt; karena kekurangan ide. Setidaknya itu menurut idealnya saya, tapi kadang aplikasinya berkata lain. Ide menulis itu dimana dan apa saja, hanya mungkin memunculkan ide-idenya saja yang susah. Kemarin--akibat membaca sebuah artikel--saya memikirkan tentang ide yang sederhana dan begitu dekat dengan keseharian: menulis tentang air. Ide kecil ini rupanya memiliki dampak yang luas terhadap keberlangsungan hidup para makhluk yaitu air sebagai sumber utama kehidupan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya membebaskan peserta untuk menulis fiksi atau non fiksi. Dari lima peserta, hanya Aji yang menulis non fiksi. Ia menulis artikel tentang pentingnya resapan air, air sebagai pemicu perang, di suatu daerah yang kekeringan dan di daerah lain begitu melimpah ruah yang paradoks. Selain membeberkan fakta yang kurang (tentu karena Aji tidak mempersiapkan literatur), Aji juga memberikan saran tentang penghematan air dari menanam pohon, mandi memakai &lt;i&gt;shower&lt;/i&gt;, hingga tidak usah mencuci mobil atau motor! Tentu ide terakhir ini membuat mereka-mereka yang jarang mandi merasa dibenarkan untuk tidak mandi dengan alibi menghemat air.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu Monika menulis tentang cerita binatang yang bisa berbicara (fabel). Menceritakan tentang ikan yang berkelompok dan mau pergi ke hilir. Sampai di sana, mereka menemukan air yang tidak jernih. Lalu datang air berbusa dan berbau yang keluar dari sebuah lubang. Saat mereka lari, mereka bertemu dengan burung bangau yang akhirnya menjelaskan apa yang terjadi di hilir. Ah! Monika ini menyadarkan bahwa peserta &lt;i&gt;writer's circle &lt;/i&gt;pada umumnya jarang menulis fabel!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada ide unik yang ditawarkan LM (bukan nama sebenarnya), dituliskan di cerita yang berjudul "Mengalir". Ia bercerita tentang tokoh aku yang bernostalgia bersama neneknya tentang air yang dulu mudah mengalir namun kini air harus terhambat dengan tembok beton. Cerita diakhir dengan sang ibu yang hanya meminta setengah gelas air saja. Si anak membawa setengah gelas air beserta pisau yang dibalut kain. Ternyata darah yang "mengalir" dari tangannya yang menggantikan fungsi air.  Frase yang menurut saya kuat dan dalam adalah ketika LM menulis begini, "Satu-satunya air yang mengalir adalah darahmu." &lt;i&gt;Ending&lt;/i&gt;-nya bukan &lt;i&gt;twist &lt;/i&gt;tapi bagus!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dani, dengan gaya menulis yang khas, bercerita tentang Ulrike dan temannya yang mengejar orang-orang. Orang-orang yang mereka kejar itu meninggalkan jalur sungai selama 5 hari. Ulrike bertanya-tanya bahwa jika isi botol mereka sendiri sudah pada habis, tentunya isi botol orang-orang tersebut juga habis. Tapi mengapa orang-orang tersebut tidak haus? Ternyata orang-orang tersebut punya peta yang menunjukkan arah menuju mata air.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara saya bercerita tentang para perempuan yang harus menempuh belasan kilometer setiap harinya untuk mendapatkan beberapa liter air rembesan tanah yang keruh. Setelah mereka ke rumah dan saat air mau dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari, sayangnya air di dalam jerigen itu tumpah karena tidak sengaja tersandung oleh anak kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Manusia bisa bertahan lama tanpa makan namun tidak bisa bertahan lama tanpa minum. Kemarin juga ada diskusi setelah sesi menulis bahwa jumlah air tidak pernah berkurang, oksigen dalam air yang berkurang karena banyaknya eceng gondok, dan hulu yang mulai banyak tercemar. Satu unsur kecil namun memiliki pengaruh yang sangat besar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang, tuanglah air ke dalam satu gelas bening di depan matamu. Putuskan: apa kamu akan menulis sesuatu tentangnya atau langsung meminumnya saja?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*Judul diambil dari lagu Bengawan Solo oleh Gesang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6195019448921807468?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6195019448921807468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6195019448921807468' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6195019448921807468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6195019448921807468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/05/air-mengalir-sampai-jauh.html' title='Air Mengalir Sampai Jauh'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-8703672436725071462</id><published>2011-05-16T19:59:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T20:29:30.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Para Pelacur</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1itUf2fp0G0/TdHmtR1vUkI/AAAAAAAAAwc/1OtdX-a9t4g/s1600/rum-diary.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1itUf2fp0G0/TdHmtR1vUkI/AAAAAAAAAwc/1OtdX-a9t4g/s200/rum-diary.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607516676610282050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;“Buku Harian Seorang Pelacur / Gigolo” itulah yang muncul dalam tema kami. Entah kenapa itu dapat muncul di dalam pikiranku. Ya, saya Ryan Marhalim, kalau mau jujur tema kali ini didapatkan ketika Sapta mengatakan cerita seorang pelacur yang senang dan justru bangga akan kehidupannya. Di saat itulah terlintas dalam pikiranku tentang penulisan buku harian seorang pelacur atau gigolo. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada saat pertama Nia meributkan tema ini, "Seperti menulis tentang fisika akan tetapi tidak pernah menyentuh fisika!" Akan tetapi tetap saja akhirnya kami menulis, menciptakan sebuah karya unik, menjalani hidup sebagai manusia-manusia kelam. 45 menit diberikan untuk menjalani emosi dan pikiran, masa lalu, masa depan, dan masa sekarang untuk menjalani dunia kelam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Empat puluh menit menunjukan akhir dari pendalaman emosional, Nia menunjuk diri sebagai pelacur pertama. Nia menceritakan bagaimana waktu menunjukan proses seorang bocah kecil perempuan berumur 9 tahun yang dipisahkan dari keluarganya karena lilitan hutang. Nia mampu menggambarkan bagaimana emosi seorang ayah dan ibu yang memohon kepada lintah darat untuk membebaskan anaknya. Akan tetapi dunia bukanlah tempat seindah itu. Bocah perempuan yang kemudian menjadi pesuruh ternyata harus kehilangan keperawanannya pada umur 12 tahun dengan harga 500 ribu rupiah oleh seorang &lt;i&gt;pedhophile&lt;/i&gt;. Singkat cerita, bocah telah menjadi pelacur sejati hingga pada umur 21 tahun dia bertemu sebelah sayapnya. Pada tahap &lt;i&gt;ending, &lt;/i&gt;Nia membuat bahwa semua cerita ini adalah sesuatu yang tertulis pada buku harian sang pelacur, hingga ketika kematiannya, buku ini dibaca oleh sang suami. Sekilas, ini mirip &lt;i&gt;Memoirs of Geisha&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Andika dengan cerdik menyembunyikan seorang yang menjual tubuhnya dan dipakai oleh seorang lelaki sadism sebagai perempuan gambaran awalnya, hingga kata “berdiri tegak” muncul dan itu dapat menggambarkan kehidupan seorang gigolo yang dipakai oleh &lt;i&gt;gay sadism&lt;/i&gt;. Tak lupa Andika juga memasukan kata “ganteng” sebagai petunjuk. Berbeda sendirian Sapta membuat cerita yang jelas-jelas menggambarkan dirinya, seorang wanita simpanan yang bangga dan senang akan kehidupannya akan tetapi takut akan wanita beriman. Sapta meringkas semua ceritanya dengan tingkat emosi gembira sekaligus takut mampu bercampur menjadi satu. Ini dikarenakan Sapta membuat cerita ini merupakan pengakuan wanita simpanan tersebut yang mengirim surat atau &lt;i&gt;email&lt;/i&gt; kepada sahabatnya, menceritakan segalanya, akan tetapi takut kehilangan sahabatnya, sekaligus takut membohongi sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agnes lebih ahli lagi menyebunyikan seorang pria yang dibungkus wanita dengan kata-kata “tubuh yang ideal, kulit mulus, bibir yang seksi, dan lain-lain.” Agnes juga mampu membawakan emosi arogan yang dimiliki oleh lelaki ini yang menggunakan tubuhnya demi mencapai tujuannya, hingga akhirnya dapat diketahui bahwa tokoh ini adalah seorang wanita dari cerita bahwa tokoh tersebut menggunakan tubuhnya untuk mencari calon pasangan yang ideal dan saleh, dan itu adalah wanita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Monika menggambarkan penderitaan seorang wanita Indramayu yang ditekan oleh orang tuanya dengan alibi berbakti kepada orang tua atau menjadi anak durhaka. Tokoh ciptaan Monika menjadi anak durhaka sampai langit mengijinkan ayah dari tokoh tersebut jatuh sakit dan muntah darah. Hingga pada akhirnya rasa kasihan jauh lebih kuat daripada keperawanan dan harga diri. Cerita ditutup dengan siapnya tokoh ini menuju kota, menuju dunia sex, menuju dunia dimana uang berkuasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terakhir, aku benar-benar membuat tulisan yang menceritakan bagaimana proses seorang bocah yang memiliki potensi gay dikembang-biakkan secara tak sengaja oleh ibunya sendiri, sehingga ketika dia bertemu dengan ayah tirinya dan ibunya harus pergi jauh untuk mencari nafkah ayah tirinya dengan memanfaatkan sifat polos bocah yang bisa disogok akhirnya meng-sodomi bocah tersebut hingga pada proses  &lt;i&gt;threesome&lt;/i&gt;. Pada akhirnya ketika bocah ini disodomi, tak sengaja ibunya pulang dan melihat kejadian itu, keributan pun tak terelakan, polisi menahan sang ibu yang mencoba membunuh suaminya, dan juga suaminya yang &lt;i&gt;pedophile&lt;/i&gt;. Singkat kata bocah yang kebingungan ini akhirnya dibawa oleh salah satu teman ayah tirinya yang juga pernah menyodominya, dengan syarat dapat disodomi kapanpun, dimanapun, apapun. Bocah yang menyadari bahwa hidupnya bergantung pada itu memulai karirnya sebagai gigolo gay sejati. &lt;i&gt;Ending &lt;/i&gt;ditutup dengan penulisan kembali buku harian yang telah lama ditinggalkan selama 20 tahun lebih, bocah menyalahkan dunia, kedua orang tuanya, dan juga dirinya. Kini hidupnya ada di ujung tanduk, AIDS sudah menjadi bagian dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-M9nQpUtuYcg/TdHnA_1yukI/AAAAAAAAAwk/qCNLUj8P8WQ/s200/ryan.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607517015376050754" /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Ryan Marhalim. &lt;/b&gt;Seorang bocah dengan banyak impian. Salah satunya untuk menjadi penulis novel ternama bak Pramoedya Ananta Toer. Kegiatannya selain menggentayangi Reading lights Writers' Circle adalah menghadiri sebuah kelompok okultisme (&lt;i&gt;occultism&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-8703672436725071462?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/8703672436725071462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=8703672436725071462' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8703672436725071462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8703672436725071462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/05/para-pelacur.html' title='Para Pelacur'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1itUf2fp0G0/TdHmtR1vUkI/AAAAAAAAAwc/1OtdX-a9t4g/s72-c/rum-diary.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-4457023369723957273</id><published>2011-05-10T05:23:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T05:44:44.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Setia: Setiap Tikungan Ada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Entah apa konspirasi semesta di hari Sabtu (07/05), yang pasti tema yang terpilih adalah “setia” yang diusung oleh Agnes (biasa dikenal Agee). Yek. Saya harus nulis apa tentang setia?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agee meminta kami berpuisi tentang setia. Namun puisi ditolak mentah-mental oleh Rizal dan saya dengan argumen bahwa setia adalah tema yang sempit untuk dijadikan puisi. Agee tetap bersikukuh. Saya mencoba mencari jalan tengah bagaimana jika menulis cerpen tapi di dalamnya ada puisi. Akhirnya, dengan putus asa, Agee memutuskan, “Bebas saja deh mau nulis apa.” Bebas di sini maksudnya terserah mau menulis puisi, cerpen, opini, dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hmmm … agak paradoks. Setia itu bukan masalah bebas. Karena bukankah setia itu justru salah satu bentuk keterikatan terhadap sesuatu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aji, yang biasa menulis humor sosial, menulis opini tentang keraguan dari makna setia di zaman sekarang yang bisa ditukar dengan apa saja.  Setia bisa dibeli uang. Setia bisa hancur karena kekuasaan. Dalam imajinasi saya, kritisisme Aji terhadap setia seperti Nietzsche yang mengumandangkan konsep nihilistik. Setia itu tidak ada!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-3u86sjnHa24/TckvavLU66I/AAAAAAAAAwM/thqMEct9wHA/s320/DSC00089.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605063347626372002" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Batik adalah lambang pernikahan. Pernikahan adalah lambang kesetiaan. Mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rizal menulis kisah horror tentang hantu yang setia menunggu kekasihnya hingga kekasihnya menikah dan meninggal sekalipun. Saya terjebak dengan “seolah-olah” linier dalam cerita Rizal yaitu hanya sepasang kekasih yang sayangnya tidak ditakdirkan bersama, ternyata ada &lt;i&gt;twist &lt;/i&gt;di belakangnya yaitu salah satu dari mereka adalah si hantu yang setia menunggu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena tidak mau terjebak dalam romantisme, saya memilih tema setia yang lebih luas yaitu tentang seseorang yang setia dengan komitmen penggunaan kerudung. Saya menuliskan seorang perempuan yang rela melepas kerudung karena mau pergi Jerman. Di sana saya melakukan kesalahan bahwa Jerman sebagai negara yang melarang penggunaan kerudung padahal yang benar adalah pelarangan mengenakan burqa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agee, dengan gaya bahasa yang sungguh menggelikan yang biasa ditemui di surat-surat cinta, bercerita tentang seorang perempuan bernama Nia yang terlalu setia sehingga membunuh mantan pasangannya yang bernama Ranu Pane karena tidak rela menikah dengan orang lain di hari mantannya itu menikah. &lt;i&gt;Oh&lt;/i&gt;, …&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu, Ryan, yang datang terlambat namun selesai juga, menulis tentang seorang ayah yang setia pada negara, ibu yang setia dengan ayah, dan anak yang setia dengan Hitler. Menurut saya kalimat “Hail Hitler!” sebagai &lt;i&gt;ending &lt;/i&gt;cukup konklusif yang bisa menggambarkan secara keseluruhan secara efektif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada Neni yang datang tapi dia tidak menulis. Dengan setia ia mendengarkan teman-teman membacakan karyanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-LK16IEWHWEY/Tckva8AKYAI/AAAAAAAAAwU/YcD25msJdF0/s320/DSC00090.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605063351069204482" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dani setia pada kedua kakinya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari keseluruhan, saya paling ingat dengan tulisan Dani. Ia menuliskan kisah tentang robot pengantar susu yang melakukan rutinitas tertentu. Sebetulnya Dani menceritakan &lt;i&gt;issue&lt;/i&gt; perbedaan tipis antara setia dengan tidak punya pilihan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi pikirkan sekali lagi jika kamu merasa cukup setia dengan apa yang kamu yakini sekarang. Apa itu karena patut dijadikan acuan atau karena benar-benar tidak punya pilihan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-tiLisfGvw34/TckvJ73_soI/AAAAAAAAAwE/lmMJyU1QvIw/s200/DSC00088.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605063058977174146" /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar. &lt;/b&gt;Menyukai tulisan dan sedang berlatih untuk menulis fiksi maupun non fiksi dengan &lt;i&gt;genre travel writing&lt;/i&gt; yang merupakan gabungan antara &lt;i&gt;travel&lt;/i&gt;, jurnalisme, sastra, observasi, dan refleksi. Kunjungi blognya di &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-4457023369723957273?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/4457023369723957273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=4457023369723957273' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4457023369723957273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4457023369723957273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/05/setia-setiap-tikungan-ada.html' title='Setia: Setiap Tikungan Ada'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3u86sjnHa24/TckvavLU66I/AAAAAAAAAwM/thqMEct9wHA/s72-c/DSC00089.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-7237834728718763940</id><published>2011-05-04T07:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T07:55:49.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Sepasang Mata di The Royal Wedding</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sabtu itu, adalah tanggal 30 April. Sore berhujan itu dihangatkan oleh perbincangan mengenai pernikahan hari kemarin, yang konon paling bersejarah abad ini. Hal ini berkembang menjadi tema. Kebetulan Farida ingin sekali membahas mengenai pernikahan. Saya melengkapinya dengan usul untuk membahas &lt;i&gt;Royal Wedding &lt;/i&gt;dari sudut pandang orang ketiga. Bisa siapa saja, mungkin dari sudut pandang penembak jitu atau (hantu) Puteri Diana. Sampai lebih dari jam 5, yang datang baru 5. Saat itu 17.30, jadi Sapta bilang menulisnya cukup setengah jam saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-13Til1sKCP4/TcFn64NlkhI/AAAAAAAAAv8/xpdCSJTwMtg/s320/hbz-royal-wedding-kate-william-altar-de.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 320px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602873672645054994" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rizal mengajukan diri untuk membacakan ceritanya pertama kali.  Ia bercerita dari sudut pandang seorang pria yang kini sedang patah hati melihat pernikahan antara William dan Kate. Ia membayangkan malam2 yang indah, penuh gairah, dan penuh kenangan di masa lalu. Sampai tiba saatnya, William dan Kate berciuman, dia memilih untuk mencium bubuk sianida. Kalau dia tidak bisa memisahkan mereka berdua, biarlah dia yang memisahkan diri dari kenyataan ini. Dan dia menulis surat terakhir untuk yang dicintainya: Pangeran William. &lt;i&gt;Arrrhg, it really breaks my heart! &lt;/i&gt;Dan menurut pengakuan Rizal, saking meyakinkannya cerita yang ia buat, ia sampai hampir percaya bahwa cerita itu nyata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selanjutnya, Sapta. Dalam ceritanya, Sapta menulis sebagai seseorang yang sedang memperhatikan William dari kejauhan. Ia melihat Kate sebagai seorang gadis yang layak dipuja sekaligus dibenci karena memisahkan hubungan “kita”. Saat membacakan ceritanya, Sapta menulis banyak deskripsi secara puitis. Pada akhirnya, Sapta menjelaskan bahwa cerita ini adalah monolog dari seorang pria –&lt;i&gt;what, another gay story??&lt;/i&gt; Huhu..- yang sedang berdialog dengan &lt;i&gt;alter ego &lt;/i&gt;diri sendiri, si sisi baik dan buruk. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Farida didaulat untuk giliran membaca yang selanjutnya. Judulnya, orang-orang di dalam kotak. Alur ceritanya mengikuti siaran langsung mengenai &lt;i&gt;Royal Wedding&lt;/i&gt; di televisi. &lt;i&gt;Red Carpet&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Arrival of Prince Charless &amp;amp; Camilla. Arrival of Kate Middleton&lt;/i&gt;. Dalam ceritanya, Farida menceritakan adanya kesenjangan antara realita yang dijalani si tokoh aku dengan apa yang sedang tampil di televisi. Saat pangeran Charles tiba, ayahnya ditemukan telah tiada. Saat akhirnya Kate Middleton tiba untuk dipersunting William, si tokoh harus cukup puas hanya dengan didampingi pacarnya yang seadanya. Farida menggambarkan betapa orang-orang selalu berandai-andai dan tidak pernah puas dengan kehidupannya sendiri. Sapta menanggapi seperti cerita &lt;i&gt;Pretty Woman&lt;/i&gt;. Rizal mengapresiasi pendeskripsian karakter dengan menggunakan rima. Permainan kata yang matang, katanya.    &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ryan melanjutkan dengan cerita yang manis. Seorang nenek bernama Mrs. Morris terkaget-kaget ketika menerima surat undangan yang diantar khusus oleh pertugas kerajaan. Undangan tersebut disertai sebuah surat dengan nama Kate Middleton di atasnya. Ternyata, 15 tahun silam, saat Kate bukan siapa-siapa di bawah hujan salju, Mrs. Morris tak segan menolong, bahkan merelakan mantelnya untuk Kate. Undangan ini adalah sebagai ucapan terima kasih. Akhirnya nenek tersebut datang dan menghadiri pesta. Kedua mempelai melihatnya, dan memeluk erat dirinya. Hm, sudut pandang yang manis dan memberi nafas lega ...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Giliran terakhir oleh Aji. Cerita Aji, seperti biasa, ringkas, padat, dan nyeleneh. Jadi setelah 50 tahun naik tahta, band punk sedang naik daun. Aji menjabarkan wawasannya dalam bidang ini. Singkat cerita, ternyata eh ternyata, Kate itu anak punk. Pada saat pernikahannya, ia berkata “f888 the queen” (ups shift-nya macet :P). Lalu terjadilah &lt;i&gt;chaos &lt;/i&gt;dan akhirnya monarki runtuh. Cerita ini disambut tawa dari peserta lainnya. Kalau kejadian beneran gimana ya? :P&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-TgALTBVsBWk/TcFmXHTgngI/AAAAAAAAAv0/jrkhXkeRtdg/s200/neno.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602871958709509634" /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Retno Wulandari&lt;/b&gt;. Panggil saja Neno. Sejak kecil senang membaca, sudah besar dapat berkah bisa berteman dengan sekumpulan penulis kece di RLWCe.  Rasanya seperti dimanjakan, kalau sebuah cerita bisa dibacakan langsung oleh si pencerita.  Kemarin itu, saya sendiri tidak menulis, namun berkontribusi sebagai &lt;i&gt;time keeper&lt;/i&gt; saja. Senangnya ada di sana.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-7237834728718763940?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/7237834728718763940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=7237834728718763940' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/7237834728718763940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/7237834728718763940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/05/sepasang-mata-di-royal-wedding.html' title='Sepasang Mata di The Royal Wedding'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-13Til1sKCP4/TcFn64NlkhI/AAAAAAAAAv8/xpdCSJTwMtg/s72-c/hbz-royal-wedding-kate-william-altar-de.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2115099834150872295</id><published>2011-04-24T06:20:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T06:37:02.662-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Mengindra</title><content type='html'>&lt;div&gt;Saya berinisiatif untuk memberi tema untuk membangun teknik deskripsi dengan menggunakan alat indra* yang ada di manusia selain mata. Kenapa selain mata? Karena banyak literatur yang berisi deskripsi dengan apa yang dilihat mata: indahnya seseorang, buruknya pemandangan, hasil observasi ruang, dan lainnya. Orang banyak melihat, ada juga yang mendengar, beberapa mencium, sedikit meraba, lalu mengecap pada tema tertentu saja. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari empat sisa indra yang ada di manusia, untuk mempertajam tulisan, saya meminta peserta untuk menulis satu atau dua indra saja. Saya memberi contoh buku &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Perfume_(novel)"&gt;Perfume: The Story of Murderer&lt;/a&gt;. &lt;/i&gt;Penulisnya menggunakan hidung sebagai indra utama dalam cerita dan menghabiskan ruang yang banyak untuk menguatkan ketajaman pengindraan tokoh sehingga tokoh bisa mencium wewangian secara detail dan mendalam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta dan Aga menuliskan cerita dengan persepsi berbeda dari tema yaitu alat indra sebagai sebuah issue, bukan sebagai media mendeskripsikan lingkungan. Sapta membicarakan konstruksi sosial bahwa cantik itu putih sehingga mengakibatkan kulit yang sakit dan hilangnya sebuah nyawa karenanya dan Aga menceritakan kehilangan kemampuan melihat berdampak pada keadaan psikologis melihat seorang model Rusia yang menghabiskan waktunya untuk mengeluh dan menjauh dari lingkungan sosialnya. Sapta dan Aga mengakui bahwa mereka kesulitan dalam menulis tema ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bergradasi dari situ, Aji menulis tentang untungnya tokoh memiliki kekurangan dalam mendengar (budeg) akibat earphone karena bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang akibat tidak mendengar apa yang dikatakan orang lain. Menurut saya, penceritaan Aji lebih ditekankan pada orang di sekitar tokoh yang tentunya tidak budeg. Sensasi sudah ada (terutama saat tokoh mencium bau tidak sedap akibat ayah tidak mencuci bekas tinjanya dengan benar) tapi masih kurang karena tidak ditekankan pada tokoh utama. Sapta memberikan ide bagaimana jika ibunya yang terbangun di suatu pagi lalu berkata, "Nah, hening gini dong!" padahal ayah dan anak berbicara sepanjang hari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesuatu bertaring dan bercakar yang sedang merayap di dalam terowongan ditulis oleh Dani. Sesuatu itu mengamati setiap sandungan langkah, debaman, dentuman, dari manusia-manusia yang ada di depannya. Cerita diakhiri oleh bau anyir darah yang menetes pada taringnya. Saya bertanya pada Dani apakah ia menulis tentang binatang, Dani pun tidak tahu pasti apa yang ia tulis. Menurut saya, binatang-binatang yang menggunakan suhu tubuh, suara, indra penciuman, bisa dijadikan contoh untuk kita menulis deskriptif tentang contoh-contoh sensasi lain selain mata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya menuliskan orang tuna rungu yang berkomunikasi dengan dunia luar dengan menggunakan indra pendengaran dan peraba. Namun tulisan saya menghasilkan perdebatan panjang antara saya dan Sapta bahwa walaupun yang saya tulis tentang sensasi-sensasi diterima kulit, namun tidak membuat ia turut merasakan bahwa tokoh berkomunikasi lewat kulit dan informasi tetap berdasarkan pengelihatan (visualisasi)--indra yang seharusnya tidak digunakan dalam tema ini. Saya tidak setuju karena menurut saya tokoh tetap mengindra bukan dari mata dan menggunakan pengetahuan bahwa telinga yang tokoh raba itu adalah telinga bukanlah visualisasi, melainkan penggunaan dari pengetahuan yang sudah ia terima. Contoh Perfume sudah jelas, namun ini sepertinya ketidakpuasan pada hasil pengeksekusian tulisan saya saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu tema vampire dibawa oleh Farida yang juga menyisakan perdebatan panjang hingga akhir acara dimana Farida menuliskan "manis seperti &lt;i&gt;strawberry &lt;/i&gt;di lidah" padahal &lt;i&gt;strawberry &lt;/i&gt;itu asam adanya. Agaknya Farida diberi pesan oleh Hakmer dan Dani untuk menggunakan analogi umum--yang seperti Sapta bilang-- seperti gula cair. Saya jadi ingat RLWC pernah membuat tema menganalogi hal-hal yang tidak umum misalnya jika kau jatuh cinta, jangan kau katakan bahwa hatimu berbunga-bunga karena pasaran adanya. Bagaimanapun, analogi tetap harus ada relevansinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Indra adalah media alami yang membantu kita dalam menulis. Dalam membuat karakter tokoh atau membuat tulisan itu sendiri. Saya setuju dengan ruang besar yang disediakan &lt;i&gt;Perfume &lt;/i&gt;untuk mendetailkan sensasi-sensasi yang dirasa alat indra sehingga terasa betul oleh pembaca, namun hati-hati terjebak pada deskripsi yang terlalu banyak sehingga plot terasa lama dan deskripsi yang terlalu banyak diulang sehingga cerita terasa membosankan. Untuk awal belajar, kita bisa menggunakan beberapa indera saja dalam tulisan agar bisa fokus. Namun jika sudah jago adanya, maka kita bisa menggabungkan kelimanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*indra, diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;Nia Janiar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2115099834150872295?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2115099834150872295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2115099834150872295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2115099834150872295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2115099834150872295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/04/mengindra.html' title='Mengindra'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-766477690217529104</id><published>2011-04-15T20:39:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T20:52:04.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Memeluk dan Memukul Teknologi</title><content type='html'>Jurnal RL Writers Circle: 31 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Jaman sekarang dimana-mana ada teknologi. Bahkan, sulit bagi kita untuk lari dari teknologi (kecuali bila Anda tinggal bersama suku Baduy :)). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Teman butuh kita, mereka telepon. Butuh gaul, ada Blackberry ama Twitteran. Saat kita tidak punya &lt;i&gt;gadget &lt;/i&gt;gaul, teman akan bilang, “Ayo dong beli!” &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada awal abad ke 17, muncul kata teknologi, berasal dari bahasa Yunani, yaitu &lt;i&gt;technología&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Téchnē &lt;/i&gt;adalah seni, keahlian, keterampilan. Kata &lt;i&gt;logia &lt;/i&gt;berarti ilmu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara umum, teknologi dikenal sebagai penggunaan pengetahuan akan alat, teknik, keahlian, sistem, atau metode pengorganisasian guna menyelesaikan suatu masalah atau mencapai suatu tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-kYul9jzzAfY/TakQraSPxVI/AAAAAAAAAvk/hfCHaKLHl1s/s320/DSC04989.JPG" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596022349960824146" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Dengan info mendasar tersebut, kami, sekumpulan anak muda yang terdampar di kafe Reading Lights, mencoba bercerita tentang teknologi. Kami percaya Dani paling tahu mengenai teknologi maka ialah yang pertama membacakan ceritanya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Sepasang kekasih &lt;i&gt;chatting &lt;/i&gt;melalui &lt;i&gt;game online&lt;/i&gt;. Mereka sadar, kegemaran mereka pada&lt;i&gt; game online&lt;/i&gt; membuat mereka jarang bertemu. Maka, kencan pun direncanakan. Namun pada, akhirnya sepasang kekasih ini urung bertemu. Lagi-lagi karena &lt;i&gt;game online&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Kemudian ada Aga. Saya tidak terlalu mengenalnya tapi saya ingat waktu itu ia pernah ikut di RL Writers Circle. Sama seperti dahulu, ia membacakan cerita berbahasa Inggris, dengan nada suara yang mengguggah pendengar; “Seorang wanita menatap dirinya di cermin. Pipi, bibir, semuanya sudah tak seindah dulu lagi. Keriput wajah menjadi momoknya. Ia ingin seperti dulu lagi, dipuja-puji akan parasnya. Ia membulatkan tekad, sebuah langkah besar dibuat. Ia menelpon dokter bedah plastik, tapi ...”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya rasa,  gaya penuturan Aga sangat terpengaruh oleh tayangan &lt;i&gt;E! Channel&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Sex and the City&lt;/i&gt;. Detail ceritanya kuat dan ada kesan centil. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga, ada Nia yang membacakan ceritanya; “Ajisaka tengah dalam pelarian. Cakrabirawa berhasil mengepungnya dalam sebuah gudang. Tidak ada jalan keluar. Untungnya, Ajisaka punya akal mulus. Berbekal pengetahuannya, listrik diubahnya menjadi senjata mahadaya”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat itu,  Nia menulis cerita yang pendek namun kuat unsur &lt;i&gt;science&lt;/i&gt;-nya. Sebab, sang tokoh utama menang dengan cara McGyver. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sapta membawa kami ke masa depan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Dua remaja tengah bermain dengan berbagai gadget yang canggih. Namun, sebuah benda dari masa lalu membuat mereka terpesona. Sebuah bola kaca digoyahkan, maka salju-salju didalamnya turun perlahan dengan anggunnya. Mereka tak pernah melihat salju.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Farida datang di tengah sesi menulis. Awalnya, ia tak mau menulis. Pada akhirnya, Farida berhasil membuat tiga paragraf singkat mengenai pacar virtual.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya menulis mengenai sepasang kekasih yang dikalahkan kota. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Pak Sarapan dan Bu Camilan datang ke kota berbekal gula aren dari desanya. Dengan ketekunan, mereka kaya raya. Namun, televisi, penyanyi dangdut seksi, dan bedah plastik menghancurkan ikatan cinta mereka.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agee menulis sebuah pandangan analitis mengenai lansekap; “Lansekap adalah bagaimana kita menata ruang, menyesuaikan kontur dan keadaan tanah sesuai peruntukkannya. Lahan pun dapat menjadi kuas seni. Di Jepang, varietas padi yang berwarna warni dimanfaatkan untuk membuat gambar raksasa di pematang sawah.”&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesi menulis kali ini ditutup oleh kisah Aji mengenai penciptaan tiga benda yang dapat mengabadikan berbagai imajinasi dan pemikiran, yaitu tinta, bulpen, kertas. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai di akhir sesi menulis, kami berdiskusi mengenai teknologi. Ternyata, cukup sulit juga membuat satu kesimpulan karena teknologi menciptakan banyak kemungkinan. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-mFX_btQuNC8/TakQ0PsOlOI/AAAAAAAAAvs/akmNTwrfVzw/s200/yuliasri.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 131px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596022501735830754" /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Yuliasri Perdani&lt;/b&gt;. Peserta yang jarang datang karena kini ia sering berada di ibukota sebagai reporter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-766477690217529104?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/766477690217529104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=766477690217529104' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/766477690217529104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/766477690217529104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/04/memeluk-dan-memukul-teknologi.html' title='Memeluk dan Memukul Teknologi'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kYul9jzzAfY/TakQraSPxVI/AAAAAAAAAvk/hfCHaKLHl1s/s72-c/DSC04989.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-8193605823440660758</id><published>2011-03-29T08:08:00.000-07:00</published><updated>2011-03-29T08:18:21.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Emosi Tanpa Sebab</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YPKhJHVjhQ8/TZH2H1WdZ6I/AAAAAAAAAvU/9EKyVmDvtAQ/s1600/Emosi%2Btanpa%2Bsebab.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YPKhJHVjhQ8/TZH2H1WdZ6I/AAAAAAAAAvU/9EKyVmDvtAQ/s320/Emosi%2Btanpa%2Bsebab.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589519226984294306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Seberapa mampukah kita sebagai penulis menggambarkan emosi yang dialami tokoh, tanpa memberikan penjelasan yang gamblang? Hal inilah yang menjadi tema dari sesi RLWC pada tanggal 19 Maret 2011. Kebetulan sore itu hujan, dan hanya ada tiga orang yang hadir: Rizal, Dani, dan Nia. Saya pun mengajukan tema “penggambaran emosi” ini berdasarkan dua alasan: pertama, baik Nia maupun Dani tidak punya ide tema, dan kedua, saya merasa kemampuan menggambarkan emosi tokoh, tanpa menyebutkannya secara gamblang, adalah salah satu keahlian wajib yang harus dimiliki oleh penulis. Nia pun menjadi &lt;i&gt;time keeper&lt;/i&gt;, yang menetapkan waktunya 45 menit, mengingat biasanya dalam waktu 30 menit selalu ada yang minta waktu tambahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di akhir waktu, Dani masih harus menyelesaikan 2 kalimat. Nia pun mengambil giliran pertama untuk membacakan. Nia bercerita mengenai seorang tokoh bernama Musa Idris yang terkena ruam aneh di punggung tangannya, serta kehilangan selera makannya. Belakangan melalui perbincangan Musa Idris dengan temannya, diketahui bahwa Musa Idris menyimpan rasa bersalah karena tidak sengaja membunuh seorang anak kecil. Menurut saya, cerita Nia ini yang paling berhasil menggambarkan perasaan atau suasana jiwa tokohnya dengan kuat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang membacakan berikutnya adalah saya. Kali ini saya bercerita tentang seorang tokoh bernama Satrio, yang menghayati ruang tinggalnya yang kosong dan hampa sejak istrinya lari dengan pria lain. Belakangan ia membuang semua barang yang membuatnya terkenang atas mantan istrinya itu, dan menikmati lagi matahari sore yang membangkitkan kenangan manis. Sayangnya, pada cerita ini, saya terjebak untuk menjelaskan kisah antara Satrio dan mantan istrinya, sehingga porsi yang menggambarkan emosi jiwa Satrio menjadi kurang mencolok dan kurang kuat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dani adalah yang terakhir kali membacakan cerita. Dani bercerita tentang seorang prajurit bernama Florian, dalam sebuah suasana perang. Sepanjang cerita Dani banyak memberikan deskripsi-deskripsi yang jelas dan detail, namun upayanya untuk menggambarkan situasi jiwa Florian yang dilanda kepanikan kurang tertangkap oleh saya maupun Nia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesi RLWC kali ini ditutup lebih cepat daripada biasanya karena tiba-tiba Nia harus pulang. Saya dan Dani pun ikut membubarkan diri.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-lvsnGRRe5co/TZH227J3_gI/AAAAAAAAAvc/QN-QKfj-SwM/s200/rizal.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589520035995975170" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Rizal Affif &lt;/b&gt;adalah seorang konsultan HR yang sebenarnya lebih mencintai dunia menulis dan &lt;i&gt;web design&lt;/i&gt; ketimbang dunia industri. RLWC adalah salah satu kesempatannya menyegarkan diri disela-sela kesibukannya menilai para calon manajer untuk menghidupi dirinya. Selain menulis di RLWC, ia juga secara konstan menulis karya bertema spiritualitas—dan menuangkan eksperimen &lt;i&gt;desain web&lt;/i&gt;nya—dalam blognya &lt;a href="http://thesoulsanctuary.us/"&gt;http://thesoulsanctuary.us&lt;/a&gt;. Ia juga sedang merencanakan pembuatan &lt;i&gt;blog &lt;/i&gt;mengenai manajemen HR untuk menunjang karirnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-8193605823440660758?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/8193605823440660758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=8193605823440660758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8193605823440660758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8193605823440660758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/03/emosi-tanpa-sebab.html' title='Emosi Tanpa Sebab'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YPKhJHVjhQ8/TZH2H1WdZ6I/AAAAAAAAAvU/9EKyVmDvtAQ/s72-c/Emosi%2Btanpa%2Bsebab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6531761274962735627</id><published>2011-03-27T08:20:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T08:30:56.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Sebasi Makanan Hari Ini</title><content type='html'>Sabtu. 12 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika sebuah benda bercerita? Mungkin itu yang dipikirkan Ryan saat diminta memberi sebuah tema pada hari dimana klab begitu ramai saat itu: Hakmer, Ryan, Aji, Aga, David, temannya David, Farida, Senny, dan saya yang baru datang di saat teman-teman sudah menulis. Benda yang dimaksud lebih spesifik yaitu makanan. Teknik yang diminta pun lebih spesifik yaitu para penulis harus menulis melalui sudut pandang orang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri menulis tentang makanan basi yang melakukan aksi balas dendam di usus halus pemiliknya karena yang sudah mengacuhkannya selama berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cV0peACLGSE/S62RUGfvsaI/AAAAAAAAASM/KATugLnGCbo/s1600/chocolate.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 307px; height: 246px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cV0peACLGSE/S62RUGfvsaI/AAAAAAAAASM/KATugLnGCbo/s1600/chocolate.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di dalam jurnal ini, saya hanya akan membahas salah satu karya peserta yang menurut saya menarik. Dari semua karya yang dibacakan, karya Aji cukup menarik. Ia menulis tentang seseorang yang alergi cokelat. Tidak hanya itu, ia juga menghubungkan dengan cokelat dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lifestyle&lt;/span&gt;. Ini sangat tepat sebagaimana menghubungkan kopi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lifestyle&lt;/span&gt;. Dalam kenyataannya, cokelat diperlakukan sebagai makanan yang memiliki peran cukup penting. Misalnya di Bandung sampai ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cafe &lt;/span&gt;khusus yang semua makanannya mengandung cokelat atau dijadikan barang penting di hari tertentu sebagai sebuah simbolisasi. Jika Aji menulis dengan bayam dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lifestyle &lt;/span&gt;rasanya tidak akan cocok. Disini Aji mencoba menggambarkan bahwa makanan bukan menjadi hal yang masuk ke perut begitu saja. Makanan memegang peran penting dalam gaya hidup seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya tema ini mengingatkan kita bahwa tokoh tidak melulu manusia namun benda yang menjadi pengamat pun bisa dimasukkan ke dalam cerita. Bahkan sifat-sifat yang dimiliki benda membantu penulis untuk menciptakan karakter. Misalnya bantal itu memiliki sifat empuk, besar, nyaman, terbuat dari busa yang bisa menyerap. Untuk diubah menjadi karakter, bantal bisa menjadi sebuah sosok yang mengerti, melindungi, dan membuat siapa saja nyaman berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat penulisan, saya melihat kesamaan pola dalam menulis yaitu para peserta (termasuk saya) tidak langsung menyebutkan nama makanannya di awal cerita (cenderung seperti teka-teki dan membiarkan peserta lainnya menebak-nebak). Bisa jadi ini strategi yang dibuat untuk meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hook &lt;/span&gt;agar para pembaca/pendengar tetap mengikuti dari awal sampai akhir cerita. Berarti tantangan selanjutnya bisa jadi begini: sebutkan bendanya di awal, menghindari teka-teki, namun masih menarik untuk diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EBu7CzibSXk/TY9XVnnPMtI/AAAAAAAAAvM/xKBaWnwZs_s/s1600/n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EBu7CzibSXk/TY9XVnnPMtI/AAAAAAAAAvM/xKBaWnwZs_s/s200/n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588781691512500946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nia Janiar.&lt;/span&gt; Menghabiskan setiap Sabtu sore di komunitas tulis Reading Lights Writers' Circle dan menulis artikel di Ruang Psikologi. Menikmati musik, sastra, puisi, dan seni. Mencintai kearifan dan kebijaksanaan. Mengagumi orang-orang jago gambar. Kunjungi rumahnya di &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6531761274962735627?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6531761274962735627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6531761274962735627' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6531761274962735627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6531761274962735627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/03/sebasi-makanan-hari-ini.html' title='Sebasi Makanan Hari Ini'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cV0peACLGSE/S62RUGfvsaI/AAAAAAAAASM/KATugLnGCbo/s72-c/chocolate.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2913356777318242485</id><published>2011-03-16T11:44:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T11:55:56.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Jahatkah Diriku Karena Menulis Dirimu?</title><content type='html'>Sabtu, 26 Februari 2011. Kali ini pertemuan Reading Lights Writers' Circle mengangkat tema "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;villain&lt;/span&gt;" alias tokoh jahat. Bagi saya, tema ini sama sekali tidak asing karena tokoh utama dalam banyak (atau sebagian besar?) cerita yang saya tulis di luar RLWC cenderung memiliki perilaku dan acuan moral yang cenderung lebih sesuai dengan tokoh penjahat atau antagonis daripada pahlawan/protagonis pada umumnya, jadi tema ini tidak terasa kontroversial seperti yang diniatkan Mahel saat mengangkatnya menjadi topik penulisan minggu ini. Walaupun begitu, hasil-hasil penulisan minggu terasa cukup menarik karena perbedaan yang muncul dalam penafsiran setiap penulis tentang arti gagasan "tokoh jahat" itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pertama yang dibacakan adalah tulisan saya sendiri. Tentu saja kebanyakan pembaca di sini masih ingat cerita-cerita tentang detektif SMA seperti Conan (Kudou Shinichi) atau Kindaichi, bukan? Nah, &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/pradana-pandu-mahardhika/cerita-iseng-17/10150104247654223"&gt;di sini&lt;/a&gt; saya mencoba untuk "menjahili" gagasan dasar cerita-cerita seperti itu dengan mengisahkan pertemuan pertama seorang detektif SMA dengan lawannya, seorang pembunuh berantai yang juga masih duduk di bangku SMA--dari sudut pandang si pembunuh. Sayangnya cerita saya ini masih agak kaku karena saya belum sempat benar-benar mengembangkan kepribadian kedua tokoh utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=193849890635305"&gt;tulisan Nia&lt;/a&gt; menceritakan seorang pria bernama Musa Idris dan kebenciannya atas ketidakjujuran yang dilihatnya dalam perilaku para anggota organisai BAQI (Belajar Al Qur'an Intensif) di kampusnya. Kebencian ini mendorongnya untuk mengadu domba kaum Muslim dengan pemerintah beberapa tahun kemudian saat ia telah memiliki pengaruh yang cukup besar di lingkaran politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gilirannya tiba, Sapta menjelaskan bahwa kesan yang didapatnya tentang definisi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;villain&lt;/span&gt;" cenderung mengarah kepada tokoh penjahat super atau berkostum, jadi ia merasa agak aneh saat melihat bahwa para "penjahat" yang muncul dalam cerita-cerita sebelumnya pada dasarnya hanyalah orang biasa. Ceritanya sendiri mengangkat seorang setan yang bertubuh biru; pada awalnya ia berwarna merah, tetapi ia "dibirukan" dan dibuang ke dunia manusia karena kesalahannya menjawab pertanyaan ibu tiri Puteri Salju tentang siapakah wanita tercantik di dunia. Ada beberapa gagasan yang menarik dalam cerita ini, di antaranya tentang perusahaan atau agensi yang menjadi wadah bagi pekerjaan para setan, tetapi sayangnya awal cerita terasa agak lambat karena terlalu banyak berkutat di seputar latar belakang si setan dan perusahaannya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David--seorang anggota "lama tetapi baru"--menceritakan seorang panglima yang dihasut untuk mengkhianati dan membunuh rajanya; ternyata panglima ini menerima saran tersebut dengan begitu mudah karena ia telah berpengalaman membunuh ayahnya sendiri beberapa tahun sebelumnya. Beberapa anggota lain merasa bahwa cerita ini pada awalnya tidak begitu mudah diikuti karena banyaknya paparan tentang tokoh dan latar yang dibawakan di dalamnya, tetapi saya tidak menemukan kesulitan seperti ini karena saya sudah cukup terbiasa membaca (dan menulis) cerita fantasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu (lagi) anggota baru, Ega, yang menulis tentang seorang calon walikota yang berbohong tentang orientasi seksualnya, tetapi setelah ia terpilih iapun mengaku bahwa ia seorang gay. Kebanyakan anggota yang datang dan ikut berkomentar saat itu (termasuk saya) tidak melihat sisi "jahat" dalam tokoh politisi ini: apakah ia lantas menjadi jahat karena ia mengucapkan sebuah kebohongan di muka umum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terakhir dari Neni berkisah tentang seorang gadis yang melihat ibunya bunuh diri karena tak tahan dengan perilaku si ayah yang senang menyiksa keluarganya sendiri baik secara verbal maupon fisik; di bawah bayang-bayang pengalaman traumatis ini, si gadis kemudian membunuh ayahnya beberapa jam kemudian dan lalu mencoba bunuh diri juga saat ia dijebloskan ke dalam tahanan. Di sini sempat terjadi satu kekeliruan kecil yang menjadi bahan lelucon: Neni menulis bahwa si gadis "berlari-lari memanggil nama ibunya." David mengangkat hal ini dalam diskusi, lalu ditimpali dengan kesimpulan (setengah bercanda) bahwa sang ibu mungkin bunuh diri karena stres akibat mendengar anaknya sendiri memanggilnya dengan nama (bukan "Ibu" atau "Mama" seperti biasanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan penafsiran yang begitu besar tentang makna "tokoh jahat" dalam cerita-cerita tersebut membuat Sapta penasaran karena sebagian besar tafsiran yang muncul tidak sesuai dengan kesan pertamanya, sehingga ia mengharapkan diskusi lebih lanjut tentang masalah ini baik dalam pertemuan RLWC berikutnya maupun di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/186768_1500743216_8375280_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 136px; height: 146px;" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/186768_1500743216_8375280_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pradana Pandu Mahardhika&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2913356777318242485?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2913356777318242485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2913356777318242485' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2913356777318242485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2913356777318242485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/03/jahatkah-diriku-karena-menulis-dirimu.html' title='Jahatkah Diriku Karena Menulis Dirimu?'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-5015267934921524767</id><published>2011-03-10T20:40:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T19:00:03.071-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Jealous Sky</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-pCHq8jTvbhE/TXmkIdTDUpI/AAAAAAAAAuU/E99VSIwu5hU/s320/absurd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582673678312886930" border="0" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 317px; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Saya ada ide ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik jurnal ini dibaca sambil memutarkan lagu &lt;span style="font-style: italic; "&gt;Fields of Gold &lt;/span&gt;dari Sting, karena ide yang muncul terinspirasi dari satu lirik lagunya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;You'll remember me when the west wind moves&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;Upon the fields of barley&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;You'll forget the sun in his jealous sky&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;br /&gt;As we walk in the fields of gold&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; "&gt;Jealous sky. Noted.&lt;/span&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jadinya bila langit biru cemburu dengan warna rumput yang hijau? Apa jadinya bila matahari yang selalu berterik-terik cemburu dengan kemalasan rembulan yang temaram? Apa jadinya, bila mereka sepakat untuk bertukar? Absurd, ini pasti jawabannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Saya membawa tema ini untuk RLWC. Saya beruntung karena di saat cuacanya sedang tak bersahabat, tidak membuat Neni, Dani, Nia, Ryan dan Andika urung datang ke Reading Lights. Lebih beruntung lagi, tanggal merah di hari Nyepi kala itu, membuat Niken dan Maknyes--para peserta RLWC yang sekarang sudah menetap di Jakarta--bisa datang ke Bandung dan menulis bersama kami. Setelah memaparkan tema, peserta diberi waktu untuk menulis selama 45 menit. Setelah sesi menulis selesai, pembacaan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-WkdeHtsoVOo/TXmn8ibbOsI/AAAAAAAAAus/k9LcO3iBvmg/s320/DSC04786.JPG" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582677871578266306" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena dari awal tulisan saya sudah menyebutkan kata absurd, saya hendak mengingatkan Anda untuk mengabaikan keabsurdan cerita yang kami buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #1 oleh Andika:&lt;br /&gt;Tentang bagimana es krim yang dingin malah menjadi penghangat suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #2 oleh Niken:&lt;br /&gt;Tentang dua tokoh yang menceritakan tentang rumput kecil yang tidak puas dengan dirinya dan ingin mengubah hidupnya menjadi sesuatu yang lain. Keganjilannya terasa bukan hanya dari cerita rumput kecilnya saja, juga karena dua tokoh yang bercerita duduk di atas genteng berbalut kostum Ultraman dan Spiderman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #3 oleh Sapta:&lt;br /&gt;Tentang seorang cucu yang mengajak kakek dan neneknya yang pemuram untuk melihat hujan aneh di luar rumah. Awannya tidak hitam melainkan ungu. Air yang turun berganti warna setiap menitnya. Kakeknya menyebut itu sebagai air mata Tuhan, sementara neneknya tidak berkomentar--hanya memandangi saja. Saat cucunya berhujan-hujan dan menari di bawah awan ungu, sang nenek menarik kakek untuk ikut hujan-hujanan. Apa yang terjadi? Mereka menari, berjoget, dan berjingkrak! “Mungkin air mata ini adalah air mata bahagia Tuhan ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #4 oleh Dani:&lt;br /&gt;Boneka &lt;span style="font-style: italic; "&gt;teddy bear&lt;/span&gt; besar yang sibuk mengejar cahaya dan akhirnya terjatuh ke dalam lubang, mungkin senasib dengan &lt;span style="font-style: italic; "&gt;Alice in Wonderland&lt;/span&gt;. Jangan bayangkan boneka &lt;span style="font-style: italic; "&gt;teddy bear &lt;/span&gt;ini sebagai boneka biasa karena bagian-bagian di tubuhnya terbalik-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #5 oleh Ryan:&lt;br /&gt;Anjing yang menjadi tuannya manusia dan manusia yang menjadi peliharaan anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #6 oleh Nia:&lt;br /&gt;Tentang manusia dan sebuah makhluk. Entah apa! Settingannya romantis: tanah berwarna biru berpendar dengan bulan yang merah, serta para makhluk yang berada di bawah cekungan payung terbalik. Lidahnya yang panjang saling bertautan, seperti belukar mawar yang saling berpagut membentuk lorong untuk mengantarkan ke dunia ini. Romantis yang ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #7 oleh Neni:&lt;br /&gt;Neni bercerita tentang alam yang terbalik dimana siang bertabur bintang dan malam terang benderang. Seekor ayam yang secara biologis akan rabun menjelang malam, gagal beradaptasi sampai kelaparan karena tidak berhasil mendapatkan seekor cacing pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absurd #8 oleh Maknyes:&lt;br /&gt;Tentang seorang lelaki yang menganggap menjadi kuli bangunan adalah pekerjaan terkeren dan menjadi seorang model adalah mimpi buruk. Badannya yang atletis dan berbentuk adalah modalnya meraih impiannya. Bukankah kuli bangunan lebih baik dibanding menjadi seorang model?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mn8Wnn-JoLs/TXmky53Hi1I/AAAAAAAAAuk/8KZPlfGoH74/s1600/sapta.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-mn8Wnn-JoLs/TXmky53Hi1I/AAAAAAAAAuk/8KZPlfGoH74/s200/sapta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582674407534857042" border="0" style="float: left; margin-top: 0pt; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0pt; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px; " /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Sapta P Soemowidjoko. &lt;/span&gt;Bergelar sarjana &lt;span style="font-style: italic; "&gt;science &lt;/span&gt;yang pada akhirnya terjun ke dunia seni. Hobinya menulis, menggambar, dan memotret yang pada akhirnya digeluti secara profesional. Semasa kuliah pernah menjadi penyiar dan produser di beberapa radio dengan &lt;span style="font-style: italic; "&gt;genre &lt;/span&gt;anak muda. Terakhir, ia pernah terpilih menjadi art director LA Indie Movie dalam film Dummy Bukan Dami sekaligus menjadi pemeran utaman&lt;span style="font-style: italic; "&gt;ya. Visual merchandise and promotion &lt;/span&gt;untuk Corniche adalah pekerjaan tetap yang tertulis dalam kartu namanya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-5015267934921524767?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/5015267934921524767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=5015267934921524767' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5015267934921524767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/5015267934921524767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/03/jealous-sky.html' title='Jealous Sky'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pCHq8jTvbhE/TXmkIdTDUpI/AAAAAAAAAuU/E99VSIwu5hU/s72-c/absurd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-7321240998438881778</id><published>2011-02-28T10:27:00.000-08:00</published><updated>2011-02-28T20:54:50.206-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Menulis (tentang) Kitab Suci</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-ansi-language:EN-US;  mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sabtu siang (19/2), saya dan segenap warga Bandung lainnya dimanjakan cuaca cerah yang mengajak kami keluar dari rumah. Setelah berjam-jam keliling BEC untuk belanja &lt;i style=""&gt;gadget&lt;/i&gt; (halah!), saya pun datang ke Reading Lights. Di sana, sudah berkumpul Rizal, Aga, Hakmer, Nia, Farida, Aji, Sapta, dan Dani. Ditambah saya dan Ryan, yang datang setelah saya duduk, kami semua bersembilan. Masing-masing lalu duduk dan memeras otak menanggapi ide tema yang diusung Mahel yang kemudian disiapkan oleh Nia: menulis berdasarkan kisah dari Kitab Suci.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Dalam menulis, para peserta &lt;i style=""&gt;writer’s circle&lt;/i&gt; diperkenankan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Menceritakan ulang ayat atau kisah tersebut sesuai versi penulis;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Menjadikan ayat atau kisah itu sebagai bagian cerita;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Membuat proyeksi tentang apa yang mungkin terjadi dalam berdasarkan penggalan ayat atau kisah itu. Misalnya, seperti dalam film &lt;i style=""&gt;Legion &lt;/i&gt;atau &lt;i style=""&gt;Constantine.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpFirst" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Untuk membuat latihan ini semakin seru, setiap kisah harus dituturkan dalam sudut pandang orang ketiga serta, supaya adil, cerita harus ditulis langsung dan bersama-sama di &lt;i style=""&gt;Reading Lights&lt;/i&gt;. Dilarang membawa &lt;s&gt;makanan&lt;/s&gt; tulisan dari luar!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Setelah lebih dari setengah jam menulis, diselingi sejumlah momen khas &lt;i style=""&gt;writer’s circle&lt;/i&gt;, (“Gua mau beli bolpen di seberang,” ujar Dani. “Ini ada,” ujar beberapa peserta lainnya. “Nggak,” tolak Dani, &lt;i style=""&gt;ngeloyor&lt;/i&gt; ke luar.) Ryan lantas membacakan interpretasinya tentang kisah bahtera Nuh. Alkisah setelah hujan lima hari tidak berhenti, Nuh memutuskan untuk membuat kapal. Dengan bujukan istrinya, Nuh pun meminta orang-orang ikut membantunya. Dalam cerita ini, Nuh dan istrinya tampil lebih manusiawi. “Lebih antagonis,” komentar Farida. Ryan, yang mengaku sempat tekun membaca alkitab menggunakan kata-kata yang sering muncul di sana, seperti &lt;i style=""&gt;hendaklah&lt;/i&gt;, dalam dialog. Menariknya, itu tak membuat ceritanya menjadi kaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Selanjutnya, saya membacakan cerita tentang anak kecil bernama Rudi. Anak ini penasaran dengan makna ayat pertama surat Al-Baqarah (&lt;i style=""&gt;Aliiif lam miiiim&lt;/i&gt;) yang sering dilafalkan Ibu setiap mereka mengaji. Setiap kali hendak tidur, Ibu selalu mendongengi Rudi cerita-cerita dari Al-Qur’an, yang justru membuatnya sulit tidur: kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Tuhan menyembelih anaknya, sampai adzab Tuhan terhadap kaum Sadoum dan Amourah. Hingga suatu hari, ketika Rudi dan Ibu mengaji, anak itu membayangkan sebetulnya “&lt;i style=""&gt;Aliiif lam miiiim&lt;/i&gt;” mengisahkan sesuatu yang menyenangkan, tak seperti cerita-cerita yang pernah didengarnya. Alif, Lam, dan Mim adalah para sahabat yang menonton &lt;i style=""&gt;Toys Story 3&lt;/i&gt;. “Sebetulnya idenya bagus. Tapi penggarapannya berantakan,” ujar Rizal. Saya mengangguk setuju. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Aga menulis cerita berbahasa Inggris tentang Alya, seorang anak perempuan yang tinggal di tengah gurun. Suatu hari, Alya bertemu dengan peramal nasib yang mengatakan bahwa ia akan mati hari ini. Alya pun berlari, menyamar menjadi sebuah pohon di tengah hutan. Tindakan yang malah mempercepat takdirnya jadi kenyataan. Kisah ini terinspirasi dengan kisah Nabi Zakaria yang mati ketika menyamar menjadi pohon. Sapta memuji cerita Aga, "Ini ketiga kalinya, gue denger cerita elu. Cerita ini bagus karena beda dengan cerita-cerita sebelumnya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Di tengah sesi pembacaan, tiba-tiba Nia ingin segera membacakan tulisannya. Sapta pun menggoda Nia dengan menyatakan kalau ia juga ingin membaca saat itu. Akhirnya diputuskan kalau yang membaca selanjutnya adalah Rizal. Ia menceritakan hubungan antara Tuhan dan Adam. Ketika Adam sendirian, Tuhan menciptakan Hawa. Sementara itu, setan adalah pihak yang paling tahu peringai Tuhan. Setan menuruti perintah Tuhan untuk merayu dua sejoli itu menyantap Khuldi. Pada akhirnya, Tuhan diibaratkan sebagai orang tua yang bosan dan menjadikan Adam sebagai kelinci percobaannya. Kata Dani, “(Karena menjadikan Tuhan sebagai karakter) penulis cerita ini lebih tahu segalanya daripada Tuhan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Cerita Sapta terinspirasi dari kisah Idris. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Seorang nabi yang terkenal karena kecerdasannya. Sapta memproyeksikan kisah Idris dalam diri Leon, seorang eksekutif sukses yang memiliki segalanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Namun, Leon merasa ada yang kurang. Ia berambisi merasakan kegagalan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Setelah berhasil membujuk bosnya untuk memecatnya, ia kembali mengambil tes masuk di tempat kerjanya dengan niat untuk gagal. Malangnya, ketika hari H, laki-laki itu tertabrak mobil. Alhasil ia pun lumpuh. Nia mengaku belum pernah mendengar kisah tentang Nabi Idris. “Gua juga,” ujar Sapta. “Ini ketemu di Google.” Hari ini bukanlah pertama kali Sapta menulis cerita berdasarkan Al-Qur’an. Sebelumnya ia pernah menulis Kisah Penciptaan saat tema ‘Pengalaman Pertama.’&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Dengan kocak, Aji menuturkan kembali kisah penyaliban Yesus. Syahdan, ketika Yesus dikejar-kejar orang Yahudi ia tidak diangkat oleh Tuhan. Mengapa demikian? “&lt;i&gt;Well, my son, why didn’t you call me?&lt;/i&gt;” tanya Tuhan, ketika ditemui Yesus dalam kematian. Maksudnya: salah sendiri ketinggalan, orang elu kagak telepon! Setelah sekumpulan cerita serius, tulisan Aji sukses membuat kami tertawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kemudian Farida membacakan tulisannya yang berdasarkan kisah Khidir, “Menurut gua kisah ini paling &lt;i style=""&gt;disturbing&lt;/i&gt;.” Suatu hari Musa ingin jadi orang yang tahu segalanya. Tuhan pun mempertemukannya dengan Khidir. Khidir adalah nabi yang membocorkan kapal, membunuh anak kecil, dan membenarkan rumah terlantar tanpa memberi tahu alasannya. Belakangan, barulah ia memberi tahu Musa bahwa kapal dibocorkan karena akan dipakai untuk membajak, bahwa anak kecil yang ia bunuh akan menyusahkan orang tuanya, dan rumah yang ia betulkan adalah milik anak yatim piatu. Farida terganggu dengan keyakinan mutlak Khidir terhadap masa depan. Ia lantas menulis tentang seorang anak yang ayahnya bertindak seperti Khidir. Dalam cerita tersebut tidak semua semulus ramalan Khidir. “Cerita ini menakutkan karena ada hal-hal di dalamnya yang tetap nggak terjawab,” komentar Dani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tokoh dalam cerita Nia bernama Demas. Ia merupakan reinkarnasi Ibrahim, nabi yang saat masih muda kritis mencari Tuhannya. Demas lalu mengalami serangkaian kejadian yang akhirnya membuatnya kehilangan nyawa. Ketika menghadap Tuhan, sekali lagi nyawanya dicabut. Demas harus menerima kenyataan bahwa Tuhan adalah sosok yang mencabut nyawanya dua kali. Para peserta &lt;i style=""&gt;writer’s circle&lt;/i&gt; pun bengong. Farida menyukai penggarapan tulisan ini, tetapi tidak suka ceritanya. “Ini cerita ketiga yang gua tulis. Dua yang lainnya jelek,” aku Nia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Dengan sudut pandang orang pertama, Hakmer menyampaikan versi baru kisah Yohanes Pembaptis yang dianggap orang gila. Narasi Hakmer masih seperti suaranya sendiri. Ia mempertanyakan, “Mengapa Tuhan menyampaikan wahyunya hanya lewat satu kepala, tidak kepada semua kepala lainnya?” Sementara itu, kisah Dani beraroma &lt;i style=""&gt;science&lt;/i&gt;-&lt;i style=""&gt;fiction&lt;/i&gt;. Kabin pesawat ruang angkasa, di mana seorang astronot menggoda keimanan karakter rekannya (seorang Katolik) dengan memancingnya untuk percaya kepada ajaran Gnostik yang notabene dianggap sesat oleh Gereja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Dalam undangan Facebook pertemuan &lt;i style=""&gt;writer’s circle&lt;/i&gt; kali ini, Mahel menyampaikan pendapatnya bahwa kitab suci bisa jadi merupakan bentuk kesusasteraan paling kuno. Kitab suci penuh dengan kisah-kisah serta diksi yang unik dan multitafsir. Ia mengutip penulis Avianti Armand: “&lt;i style=""&gt;Kitab suci, seperti juga labirin bukanlah sebuah peta&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;Peta adalah sebuah abstraksi, sekumpulan tanda dan legenda yang tak sanggup menggantikan pengalaman. Sementara itu dalam kitab suci, sebagaimana juga labirin, selalu ada misteri yang tidak menuntut untuk dipecahkan, melainkan dialami berkali-kali&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Andika Budiman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-7321240998438881778?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/7321240998438881778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=7321240998438881778' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/7321240998438881778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/7321240998438881778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/02/menulis-tentang-kitab-suci.html' title='Menulis (tentang) Kitab Suci'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-4953624908909436874</id><published>2011-02-17T07:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-17T07:28:37.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Nada-Nada di Kepala</title><content type='html'>&lt;div&gt;Petik senarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itu pikiran pertama yang melintas di benak saya ketika tema “alat musik” dengan &lt;i&gt;setting &lt;/i&gt;kota besar disetujui sebagai tema menulis hari itu (walau tidak semua alat musik ada senarnya). Saya mengaduk-aduk gudang otak saya, mencari alat musik yang bisa saya mainkan dalam cerita. Sementara saya bertanya-tanya, lagu seperti apa yang akan teman-teman lain mainkan dengan alat musik mereka dalam cerita-ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada cukup banyak partisipan RLWC yang hadir hari itu, dan seperti biasa, ada kejutan-kejutan menyenangkan dari  cara mereka memainkan alat musik masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada Sapta yang mengajak para partisipan RLWC ke bis Damri, dengan alat musik pengamennya, dan cerita cinta sederhana yang manis. Ada Rizal yang mengajak kita untuk melihat instrumen di dalam diri kita masing-masing, tentang pergulatan seseorang dalam menemukan kembali hasratnya dalam bermusik. Ada Aji yang membawa kita ke ruang band anak-anak SMA, dengan drum dan celoteh-celoteh anak muda. Ada Neni yang bermain harpa, dengan ceritanya tentang pasangan. Ada Rian yang menyembunyikan alat musik yang dimainkannya sampai akhirnya terbuka dalam akhir cerita. Nia dengan cerita gelap mengenai piano dan akhir tragis dari alat musiknya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lepas dari Nia, ada Mahel yang mengeksplorasi tema alat musik dan simbolisasi kematian. Ada Aga yang memainkan cerita yang ceria, dengan alat musik yang diselipkan di &lt;i&gt;diary &lt;/i&gt;seorang remaja, juga Dani, yang melihat alat musiknya sebagai pemecah kebekuan antara dua orang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sendiri terpesona dengan apa yang orang-orang temukan dalam alat musik di dalam kepala mereka, dan nada-nada yang mereka ciptakan. Cukup sulit untuk melihat ke dalam diri dan memetik alat musik, menghasilkan nada yang baik. Tapi saya berusaha memainkannya, dan anehnya, ada banyak suara yang keluar, sampai saya kewalahan sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari itu, di luar tema literalnya, tentang alat musik, saya belajar tentang memetik senar yang tepat di dalam kepala dan mengharmonisasikannya. Dari cerita-cerita hari itu, saya belajar bahwa nada-nada yang dihasilkan ternyata bisa menarik kita ke berbagai tempat, berbagai perasaan, berbagai orang. Tugas si pemetik hanya mereka-reka agar nada yang dihasilkan enak didengar, dan mengharmonikan nada-nada acak yang muncul.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Petik senarnya. Rasakan. Tuangkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Ymt0wP3yVAo/TV09hdOR73I/AAAAAAAAAuM/vDa6Z8Kz9Ro/s200/farida.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574679558744043378" /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Farida Susanty&lt;/b&gt; sudah mengeluarkan buku "Dan Hujan pun Berhenti" yang membawanya menjadi pemenang Khatulistiwa Awards 2006-2007 sebagai Penulis Muda Terbaik. Untuk bulan Maret 2010, ia mengeluarkan buku "Karena Kita Tidak Kenal".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-4953624908909436874?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/4953624908909436874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=4953624908909436874' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4953624908909436874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/4953624908909436874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/02/nada-nada-di-kepala.html' title='Nada-Nada di Kepala'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Ymt0wP3yVAo/TV09hdOR73I/AAAAAAAAAuM/vDa6Z8Kz9Ro/s72-c/farida.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6614038738410766535</id><published>2011-02-08T22:55:00.000-08:00</published><updated>2011-02-10T05:15:29.449-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Puisi: Keluarga, Tuhan, dan Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Teknik menulis, ini menjadi wacana yang kami bahas selama beberapa minggu terakhir di Reading Lights Writer’s Circle. Hari ini kami akan mencoba teknik menulis puisi. Sang pencetus ide hari Sabtu lalu (5/2/2011)—Nia Janiar—membacakan sebuah contekan yang dibuatnya untuk mendefinisikan puisi. Secara sederhana uraian yang Nia bacakan adalah bila puisi itu harus memenuhi beberapa unsur diantaranya: artistik, emosional, berirama (termasuk musik, nada, imajinasi, dll) juga harus memenuhi unsur ‘struktural’ termasuk imaji, indrawi, makna, nada, dan frase.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nia juga membawa dua buah buku puisi untuk kita pelajari dan bandingkan, satu diantara bukunya begitu familiar. Saya hafal dengan covernya. Kumpulan puisi Chairil Anwar. Bukan, bukan karena saya suka membaca puisi-puisi karyanya, saya mengenal buku ini karena mengingatkan saya dengan film AADC.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TVI8qqpqG2I/AAAAAAAAAuE/dVeCWDgPA80/s320/chairilanwar.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571582392711912290" /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Kami sepakati aturan mainnya yaitu menulis puisi dalam waktu 15 menit. Masing-masing dari kami memberikan satu tema. Keluarga adalah tema yang saya ajukan, menyusul Tuhan sebagai tema yang diberikan Rizal, dan cinta adalah tema yang diusung Nia—sang pembawa buku Chairil Anwar. Saat lima belas menit pertama telah dilalui, artinya saat kami hendak membacakan puisi dengan tema keluarga, Dani datang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; “Wah gua ngga bisa nulis puisi ...” komentar Dani saat mengetahui kami sedang mencoba menulis puisi. Beda dengan komentar Fadil yang datang di menit-menit terakhir pertemuan kami. Fadil datang saat kami hendak menulis tema cinta. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Asik, gua cobain ya ... tapi jangan diketawain ...” komentarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari kalimat yang Fadil ucapkan, saya menyadari bila puisi itu seperti hal yang tabu. Mungkin karena terlalu dekat dengan rayuan, gombalan, atau cara lain melarikan diri disaat seseorang kesulitan menulis sesuatu yang faktual.  Saya sering melarikan diri saya dengan cara menulis puisi, menggambarkan perasaan yang dirasakan saat itu. Tapi sampai saat ini saya masih belum terlalu percaya diri membacakannya untuk orang lain. Bagi saya, alasannya adalah puisi terkadang seperti masturbasi, dimana hanya si pembuat saja yang mengerti maknanya karena terkadang puisi yang terlalu gamblang membuatnya terkesan seperti lirik sebuah lagu. Untuk menyiasatinya saya punya cara jitu untuk membangkitkan kembali kepercayaan saya saat menulis puisi, kalimat yang diucapkan oleh seorang sutradara besar:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; “&lt;b&gt;Disaat ingin puitis, jangan berpuisi ..&lt;/b&gt;.” &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai penutup jurnal, saya akan cantumkan puisi yang berhasil kami buat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Catatan: &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai menit terakhir Dani tidak berhasil membuat satu puisipun. Sementara Fadil yang datang di menit terakhir hanya membuat satu puisi bertema cinta. Saat pembacaan puisi, sang pemberi gagasan—Nia—cekikian sepanjang puisi dibacakan. Mungkin peringatan Fadil benar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Amarah Ayah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kaku. Biru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebuah garis datar menghias wajahmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Liar. Terancam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jendela matamu menatap tajam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jerat. Mengekang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kau tak kuasa mencengkram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gigi tua kau bergertak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;mengetahui aku punya anak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebelum kau merayakannya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;sebelum kau merestuinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------- Nia Janiar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kuketuk pintuMu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;pintu megah yang manusia ukir dengan kata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Manusia kecil ini berdosa,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;maka kuketuk pintuMu jua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Perlahan Kau membuka pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kututup kedua mata untuk menerima karma.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Namun dengan ramahnya Kau menjawab, "Akhirnya datang juga."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------- Nia Janiar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Psikosomatis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kepakkan sayap raksasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;beradu di dalam perut,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;sang pemilik sayap gelisah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lalu kaki-kaki besar datang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;berderap di sebuah rongga,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;bagian dalam rerusuk yang separuhnya melengkapimu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kini badan-badan kecil berbaris beraturan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;membuat sensasi geli sekaligus sebuah desiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terlalu ramai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kucipta sendiri sebuah kekacauan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;saat melihat mata indahmu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------- Nia Janiar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Keluarga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Melalui cinta ayah dan bunda,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;kulabuhkan diri di atas dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Fana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Melalui satu tangisan panjang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;kulupakan ceritera dari Nirwana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kekal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Melalui panggung kehidupan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;bersama kurajut sejarah manusia;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Abadi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;pun segalanya, silih berganti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------- Rizal Affif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Tuhan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bersimpuhku,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;mencium jubah panjang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;hitam dan putih yang menjadi Satu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku percikan api,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;bersujud di hadap Sang Mentari;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;aku setetes embun pagi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;merindukan rumahku pada langit biru lazuardi;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku gelombang ombak,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;yang menghempas karang, dan menjadi tiada,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;dalam kembaliku pada Rahim Samudra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Wahai Pemilik Langit dan Bumi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;tlah kaujadikan aku begitu fana, tanpa arti,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;izinkanku kembali;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;melebur Lautan Cinta, Mahaabadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------- Rizal Affif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Merengkuh jemari,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;kau di hadap imaji.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dua dunia yang lama terbagi,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kini bercermin, satu sama lain,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;melalui jendela bundar, terpancar cahaya hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Di sinilah, kau dan aku,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;dua jiwa yang bertemu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;dalam ruang dan waktu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;menari, meliuk, menambatkan kalbu,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;melebur dalam,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semesta biru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menjelma Satu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------- Rizal Affif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Retakan tulang merekat pelan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tertahan air mata Ibu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gundah hati Ayah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat anak baring menjalar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Bangkit anakku" seru sekutu!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tertahan air mata padang Mahsyar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tertimbang jiwa menghalang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lekang sudah sepekan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Anakku bangkit dari jeda dunia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bibirnya pasi sekering tembikar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Retak kemudian senyuman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tatap mata kedua&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kumparan cinta diantaranya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Air mata hadir kembali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berpeluk, bersama, berbagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Gambaran keluarga saya saat menunggu kakak yang terbaring koma, sesaat setelah kecelakaan terjadi, menyebabkan tulang tengkoraknya harus segera di operasi. Kami sekeluarga menunggu cukup lama, dan tersenyum bersama saat kakak sadarkan diri kembali)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------- Sapta P Soemowidjoko&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tangga kayu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Laut biru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terserukan!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terjadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tertelan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Memaki&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Suara-suara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nyanyian binatang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menangis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Suara-suara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jeritan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menghilang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bersauh tak berlabuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku, binatang dan lautan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Gambaran kuasa Tuhan dalam cerita Nabi Nuh dengan perahu besar yang dibuatnya, dan umat yang tak percaya seruan-Nya)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------ Sapta P Soemowidjoko&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Enam limabelas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Datanglah cinta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Memuji pujaannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Enam limabelas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Membabi buta cinta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Keruh mata karena hantaman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tujuh pas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Cinta terlepas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mendarat di bibirnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tujuh pas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tak tahan membisu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berlari tapi tercekal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tujuh limabelas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bergegas, bersiap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menggapai tangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berkata, "Makin Cinta"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tujuh limabelas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bergegas, bersiap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menarik rambutnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berkata, "Karena Cinta"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------ Sapta P Soemowidjoko&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku masih memandanginya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;yang duduk di seberang itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ia masih berkutat dengan hidupnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;di dalam laptop itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hingga suatu ketika ia berpaling padaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ia pun tersenyum padaku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;aku tidak tahu perasaannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Orang asing itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;tapi, satu senyuman itu cukup  untuk membuatku merasa dimengerti dan dimanja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------------------------------------------ Fadil&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TVI8DXrbLZI/AAAAAAAAAt8/89jBNIoCAyg/s200/sapta.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571581717604150674" /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Sapta P Soemowidjoko.&lt;/b&gt; Bergelar sarjana &lt;i&gt;science &lt;/i&gt;yang pada akhirnya terjun ke dunia seni. Hobinya menulis, menggambar, dan memotret yang pada akhirnya digeluti secara profesional. Semasa kuliah pernah menjadi penyiar dan produser di beberapa radio dengan &lt;i&gt;genre &lt;/i&gt;anak muda. Terakhir, ia pernah terpilih menjadi &lt;i&gt;art director &lt;/i&gt;LA Indie Movie dalam film Dummy Bukan Dami sekaligus menjadi pemeran utamanya. &lt;i&gt;Visual merchandise and promotion&lt;/i&gt; untuk Corniche adalah pekerjaan tetap yang tertulis dalam kartu namanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TVI7IN94J3I/AAAAAAAAAt0/O8vLYFH4X5s/s1600/chairilanwar.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TVI7IN94J3I/AAAAAAAAAt0/O8vLYFH4X5s/s1600/chairilanwar.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6614038738410766535?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6614038738410766535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6614038738410766535' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6614038738410766535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6614038738410766535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/02/puisi-keluarga-tuhan-dan-cinta.html' title='Puisi: Keluarga, Tuhan, dan Cinta'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TVI8qqpqG2I/AAAAAAAAAuE/dVeCWDgPA80/s72-c/chairilanwar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-905631285467962003</id><published>2011-02-07T00:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T02:52:53.679-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Experience is Everything</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TU-qGCytEKI/AAAAAAAAAts/BmCPlz6ayCE/s1600/DSC04433.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TU-qGCytEKI/AAAAAAAAAts/BmCPlz6ayCE/s320/DSC04433.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570858284886069410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TU-qGAl0BKI/AAAAAAAAAtk/NfQnr9dW2uo/s1600/DSC04432.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TU-qGAl0BKI/AAAAAAAAAtk/NfQnr9dW2uo/s320/DSC04432.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570858284295128226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;i&gt;Experience is everything&lt;/i&gt; … terutama yang pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Menurut tokoh filsuf besar dari benua Eropa sana, manusia nalarnya dibatasi oleh alat indera; mata, telinga, tangan, dan lain-lain—yang kita sebut sebagai indera perasa, indera pengecap, dan indera pendengar. Dari indera-indera tersebut semua hal menjadi titik pembentuk manusia atas kesadaran dia dan juga atas tingkat intelegensinya. Pengalaman adalah salah satu pembentuknya. Tapi apakah pengalaman pertama juga? Atau hanya sebagai alat pemicu alam bawah sadar manusia? Itulah yang kita cari ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Mengingat pertama kali saya datang ke RL, rasanya tidak nyaman. Saya rasa itu juga yang terjadi dengan teman-teman yang baru datang ke RL atas undangan saudari F. Saat itu cukup banyak yang datang. Andika—setelah sekian lama—kembali berlakon sebagai moderator kali ini yang mengusung tema pengalaman pertama. Rupanya waktu 30 menit lebih tidak menjadikan karya beberapa orang selesai. Mereka perlu lebih dari yang ditentukan. Tapi toh ini ‘kan cuma pengalaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Andika menjadi orang pertama yang membacakan karyanya. Ceritanya berkisah tentang pengalaman pertama sang tokoh saat menjadi pemandu museum. Sangat disayangkan, ia tidak dapat menyelesaikan ceritanya dalam tempo waktu yang ditentukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Berputar kepada saya. Cerita saya berlandaskan pemikiran bagaimana jika rasanya seorang anak yang hidupnya sempurna tapi ternyata ia memiliki seorang ibu adalah sosok laki-laki transeksual. Itulah pengalaman yang ingin saya gali. Namun sayang, saya kurang mampu memberikan persiapan untuk mengagetkan pembaca. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Lalu beralih kepada Farida. Untuk para anak kecil sebaiknya tidak mendengar ceritanya. Walaupun cerita adalah bocah kecil yang pertama kali menggunakan telepon—hanya saja—untuk beberapa bagian tidak terdengar seperti telepon. Telepon memang MULTIFUNGSI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Selanjutnya adalah karya-karya pendatang baru. Ringga yang berupaya menulis pengalaman seorang yang mencoba olahraga rafting tapi tidak dapat diselesaikan, mungkin karena faktor kedatangannya juga cukup telat. Selain itu ada Fuad yang rupanya seorang penggemar atau dia membuat tokoh penggemar seorang musikus terkenal, Iwan Fals. Fuad membuat tokoh ini gegar untuk bertemu sang idola, hanya sayang terlalu banyak metafora di dalam cerita ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Ada juga orang baru yang bernama Aga yang merupakan salah satu &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;newbie&lt;/i&gt; yang paling unik. Satu hal yang membuatnya demikian karena dia menggunakan Bahasa Inggris dalam penulisannya dan tentunya juga kepada pembacaannya. Walau bertema tentang hal sepele yaitu membeli baju biru dengan diskon 70%, Aga bisa memasukkan emosi dengan baik. Bahkan sangat baik. Tulisannya membuat kita semua masuk ke dalam emosi yang marah dan kesal atas kejadian karena ternyata baju biru itu memiliki kerusakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Seni dengan BBnya berhasil menciptakan karya yang romantic. Walaupun saya bukan penggemar hal-hal yang bersifat percintaan, tapi karyanya luar biasa. Dia membuat pengalaman pertama diputuskan pacaran yang kemudian akhirnya diubah menjadi pengalaman pertama dilamar. Ini sangat luar biasa. Terakhir ada Shofa yang memiliki gaya retorika sama seperti saya, menuliskan bagaimana perasaannya menulis dan berkumpul di RL untuk pertama kalinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Uli mencoba membawa kita untuk bermain &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;game&lt;/i&gt;, namun sebelumnya kita dibawa ke dunia khayalan ROCK and ROLL, dimana sex, drugs, music menjadi satu. Ternyata ia menuliskan pengalaman pertama bermain &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;guitar hero&lt;/i&gt;. Apakah anda tertarik untuk bermain? Tak penting karena Sapta menceritakan kehalusan sebuah cerita untuk memakan buah dan saya lupa lanjutan ceritanya. Forgive me, Sapta. Jika Sapta benar-benar menceritakan cara hidup sehat dengan makan buah, Nia justru sebaliknya. Dia mendalami tiga hal sekaligus dengan membawa kita ke dunia gelap, perampokan, drugs, dan masuk penjara ini Nia ikatkan menjadi satu lingkaran setan. Ia dapat mendalami perasaan dari seorang makhluk biasa menjadi makhluk pengidap narkoba hingga menuju kriminalitas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Selanjutnya ada cerita Mahel yang ternyata puitis sekali sehingga membingungkan saya dan beberapa orang. Ia bercerita tentang makan jamur beracun (&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;mushroom&lt;/i&gt;) yang membuat halusinasi untuk pertama kalinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Tiga orang sisanya adalah Rizal yang menceritakan tentang orang yang selamat dari kecelakaan pesawat dan menuju proses kanibalisme. Tapi sekali lagi, waktunya tidak cukup untuk Rizal. Hakmer, setelah sekian lama, mampu membuat gayanya keluar dengan membuat hantu yang bercerita karena dia mati oleh sepotong coklat yang disuapakan oleh wanita pujaannya. Ini terjadi karena sang tokoh alergi terhadap cokelat. Jika dikaitkan dengan Valentine, mungkin ini adalah &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;bloody valentine&lt;/i&gt;, atau tepatnya &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;bloody chocolate valentine.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Dan yang terakhir adalah Dani sebagai makanan penutup karena ia menceritakan kisah tragis yang paling dicari oleh tokoh. Agak &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;sadomasochist&lt;/i&gt;, bukan? Bagaimana jika Anda ditampar oleh pacar Anda dan Anda hanya tertawa begitu saja? Apakah Anda menikmatinya? Atau membencinya?? Tamparan dari Dani adalah penutup untuk dansa kita di panggung RL. Bukankah pengalaman adalah segalanya? Tapi pengalaman tidak terbatas ... banyak sekali yang tidak kita ketahui. Banyak sekali. Ini bukan pengalaman pertama saya menulis jurnal, hanya saja ini gaya baru saya dalam menulis jurnal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;Hanya untuk mereka yang berpengalaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:115%;mso-ansi-language:EN-US"&gt;K.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:72.0pt;line-height:115%;font-family:Algerian;mso-ansi-language: EN-US"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:72.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-ansi-language: EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Cambria&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font:major-latin;mso-hansi-theme-font:major-latin;mso-ansi-language: EN-US"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-905631285467962003?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/905631285467962003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=905631285467962003' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/905631285467962003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/905631285467962003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/02/experience-is-everything.html' title='Experience is Everything'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TU-qGCytEKI/AAAAAAAAAts/BmCPlz6ayCE/s72-c/DSC04433.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-6232422668904547970</id><published>2011-02-04T08:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-04T08:55:28.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kunjungan'/><title type='text'>Stream of Consciousness</title><content type='html'>Dulu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writer's circle &lt;/span&gt;pernah bercita-cita untuk menulis di luar tempat biasa kami menulis. Entah itu di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cafe&lt;/span&gt;, alam bebas ... pokoknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outdoor&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Out the door&lt;/span&gt;. Tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;door&lt;/span&gt;-nya siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya kemukakan lagi isu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outdoor &lt;/span&gt;ini  agar tidak jadi wancana belaka. Waktunya adalah saat orang-orang sedang  merayakan Imlek dan lokasinya ditetapkan di Kebun Binatang Bandung.  Saya mewanti-wanti agar mereka tidak seperti lebah yang hidupnya  berkoloni (maksudnya kalau satu orang tidak datang, maka jadi tidak  datang semua--editor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya saya datang pukul 9 tepat dan  menemukan di pintu gerbang dekat tong sampah itu tidak ada siapa-siapa  kecuali orang-orang yang jualan kacang. Untuk hiburan di dalam--katanya.  Memangnya siapa yang mau hiburan? Saya mau menulis. Lagipula memangnya  binatang butuh hiburan? Lagipula beruang makan kacang? Aneh. Lalu  orang-orang itu bertanya-tanya apakah saya menunggu rombongan. Saya  acuhkan saja karena memang betul saya menunggu rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  datang Rizal dan disusul Neno. Rizal sudah berkali-kali bilang mau  masuk tapi saya bilang sebaiknya tunggu yang belum datang. Rizal bilang  begini, "Ini namanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;punishment &lt;/span&gt;untuk orang yang tepat waktu!" Wah, betul juga. Mari kita masuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUws1mmEzkI/AAAAAAAAA1o/yeRMwoMA-uU/s1600/RLWC.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUws1mmEzkI/AAAAAAAAA1o/yeRMwoMA-uU/s320/RLWC.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569876138555395650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto oleh Sapta P Soemowidjoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Setelah terbirit-birit karena Rizal main-main dengan ular liar kecil,  akhirnya Neni datang, disusul Farida, Sapta, Dini, dan Marti. Sayangnya  Dini dan Marti terlambat hampir dua setengah jam yadi saat kami sudah  duduk-duduk nyaman di atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paving block&lt;/span&gt; lembab. Maka, mereka tidak keliling kebun binatang dan langsung menulis saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUwqSq-VndI/AAAAAAAAA1Y/tr_aTPTJ31I/s1600/RLWC1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUwqSq-VndI/AAAAAAAAA1Y/tr_aTPTJ31I/s320/RLWC1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569873339412225490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ki-ka: Marty, Neni, Sapta, Farida, Dini, Neno, Rizal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di sana saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing &lt;/span&gt;teknik menulis yang saya dapatkan dari Wikipedia yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stream of consciousness. Stream of consciousness &lt;/span&gt;adalah mode narasi yang memperlihatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;point of view &lt;/span&gt;dari  seorang individu dengan cara menuliskan proses berpikir karakter baik  secara monolog atau dihubungkan dengan tindakan-tindakannya. Yang  terbayang di kepala saya adalah ketika individu melihat suatu objek lalu  objek tersebut mencetuskan pikiran tentang sesuatu lalu menyambung ke  sesuatu lalu menyambung lagi sehingga malah ceritanya jadi jauh dari  objek pertama kali yang dilihat. Jadi tidak masalah jika hasilnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;random &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overlapping &lt;/span&gt;karena pikiran terkadang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  awali oleh Neni yang sebetulnya sedari tadi mencari-cari jerapah di  kebun binatang Bandung. Agak kecewa mungkin karena di sana tidak ada,  maka ia menuliskannya dalam tulisan. Neni, yang membuat dirinya sendiri  sebagai tokoh cerita, menceritakan secara monolog bahwa jerapah  mengingatkan ia pada boneka jerapah yang sering ia ajak bicara ketika ia  berada di Jerman. Walaupun boneka jerapah hanya diam, rupanya ia adalah  teman baik dalam mendengarkan. Ibu angkatnya yang di Jerman pun berkata  bahwa boneka jerapah itu adalah teman Neni pulang dan akan membawa  keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Neni ini begitu alami dan terasa mengalir.  Siapa yang menyangka dari binatang yang tidak ada bisa membawa  pikirannya terbang hingga negara tetangga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Marty  membacakan tokoh yang sedang galau akut walaupun angin sepoi-sepoi kebun  binatang mengikis kegalauan tetapi tidak bisa menghilangkan galau itu  sendiri. Di sini Marty tidak banyak menggunakan binatang sebagai  pencetus idenya (mungkin karena tidak jalan-jalan keliling kebun  binatang), ia menggunakan objek di sekitarnya: pohon, matahari, angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya  saya lagi cemas karena saat itu sudah mendung takut hujan maka tulisan  saya diawali dengan cuaca mendung, lalu berpikir tentang  binatang-binatang dan para tukang yang mungkin akan lari terbirit-birit  menghindari hujan, monyet yang tidak berhentinya menjerit, siamang galau  yang makan pepaya dengan dramatisnya, perahu di arena air yang  mengingatkan pada liburan, dan bola-bola cair yang banyak dijual dan  mengingatkan pada keceriaan di hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda jauh dengan  saya, Rizal menceritakan jalan pikiran sebuah akar pohon yang ada di  dekat kandang macan tutul! Selama penulisan, Rizal mencoba untuk tidak  memberi petunjuk bahwa tokoh yang dimaksud adalah akar pohon. Selain  perbedaan cerita, perbedaannya lainnya terletak pada proses yang  berpikir yang sistematis sehingga saya saat itu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harus &lt;/span&gt;bertanya, "Rizal, apakah kalau berpikir, elu tersistematis seperti itu?" "Iya," ujarnya. Hebat. Rupanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stream of consciousness&lt;/span&gt; itu tidak selamanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;random&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini  bercerita beruang madu yang berasal dari Jepang yang memiliki keluarga  bernama Sule, Sueb, dan Karmila. Ceritanya mengingatkan saya pada cerita  fabel. Cerita Dini dikomentari oleh Sapta bahwa Dini terlalu banyak  tokoh dan nama (ada 6 dalam satu cerita) sehingga ceritanya sulit  diikuti. Atau proses berpikirnya Dini bisa sebanyak itu dalam satu  episode waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Farida menuliskan cerita kontemplatif tentang seorang manusia yang ingin memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creature &lt;/span&gt;seperti  hewan-hewan yang dilihatnya. Ia mendamba jemari yang tidak beraturan  (tampaknya ini berasal dari tangan monyet yang panjang-panjang), ia juga  mendamba kulit dengan warna-warna, dan lainnya. Cerita diakhir dengan  manusia dan hewan yang saling bertatapan lalu si hewan--melalui  mata--mengisyaratkan bahwa manusia ini betul-betul tidak suka menjadi  dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overlapping &lt;/span&gt;terjadi  dalam cerita Farida dimana ia menangkap makna dari berbagai macam objek  lalu disatukan dalam satu buah lapisan cerita. Seperti yang dijelaskan  di awal bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stream of consciousness&lt;/span&gt; bisa sebegini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;overlapping&lt;/span&gt;-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUwqRw95SCI/AAAAAAAAA1I/8Sier5ofWDY/s1600/Monyet.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUwqRw95SCI/AAAAAAAAA1I/8Sier5ofWDY/s320/Monyet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569873323841112098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Foto oleh Sapta P Soemowidjoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dan  akhirnya sesi menulis ditutup oleh Sapta yang bercerita tentang  pikiran-pikiran seorang tokoh yang tidak suka dengan Pak Haji beserta  istri sehingga ia melemparkan anak mereka ke kandang beruang saat ia  diajak ke kebun binatang. Salah satu kalimat dalam ceritanya, dengan  gaya sarkas, dituliskan kira-kira begini, "Kenapa Pak Haji mau melihat  monyet padahal dengan bercermin saja dia sudah melihat monyet?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tulisan Sapta ini menginspirasi saya untuk membawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writer's circle&lt;/span&gt; ke alam pikiran orang gila dan menuliskannya. Rupanya saya sudah dapat narasumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  itulah teknik yang coba kami latih pada siang di bawah pohon beringin  itu, ditengah-tengah banyak orang yang mondar-mandir sehingga agak  semerawut--kontradiksi dengan keteraturan yang disekat oleh jeruji  kandang binatang. Agaknya pikiran juga begitu: acak-acakan tapi manusia  mampu mensistematiskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUwsHQmTW2I/AAAAAAAAA1g/tVuaRlPfEzE/s1600/nia.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUwsHQmTW2I/AAAAAAAAA1g/tVuaRlPfEzE/s200/nia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569875342376786786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nia Janiar&lt;/span&gt;.  Menghabiskan setiap Sabtu sore di komunitas tulis Reading Lights  Writers' Circle dan menulis artikel di Ruang Psikologi. Pemilik &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/"&gt;http://mynameisnia.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-6232422668904547970?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/6232422668904547970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=6232422668904547970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6232422668904547970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/6232422668904547970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/02/stream-of-consciousness.html' title='Stream of Consciousness'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UDwweoBuces/TUws1mmEzkI/AAAAAAAAA1o/yeRMwoMA-uU/s72-c/RLWC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-726297867631146973</id><published>2011-01-19T03:32:00.000-08:00</published><updated>2011-03-29T19:17:02.141-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Demi Keselamatanmu, Bacalah Ini</title><content type='html'>Sabtu, 15 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Seluruh manusia fana&lt;br /&gt;di tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kirim surat ini agar kau tahu bahwa harimu sudah dekat. Aku sudah tahu rencananya, aku sudah mengetahuinya, maka aku akan mengingatkanmu untuk bersiap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ceritakan sedikit agar kau tidak kaget. Saat ini, salah seorang dari mereka yang bernama Sapta, bilang bahwa ia mendapat ide dari Farida Susanty untuk menulis surat yang ditujukan kepada seseorang yang besok pasti mati. Bacalah surat ini sampai habis, agar kau mengerti, agar kau bersiap-siap, karena mungkin kau yang menjadi target mereka selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberi petunjuk contoh-contoh surat yang mereka buat selama 40 menit. Dibalut oleh kata-kata yang dirangkai dengan baik namun tidak bisa menyembunyikan kegetiran tentang kematian itu sendiri. Begini kronologis pembacaannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nia bercerita tentang seorang perempuan mengirim surat yang berisikan tentang rencana pembunuhan. Perempuan itu membuat kisah manuskrip palsu untuk membuat Sakti (teman perjalanannya) mau menghabiskan 10 bulan bersamanya untuk mencari manuskrip yang tidak pernah ada. Karena tokoh akan diperistri dan tentunya akan ia akan merindukan Sakti di malam-malam nanti, ia merencanakan sebuah penembakan Sakti di perbatasan timur Papua. Dalam kondisi sekarat, Sakti membaca surat ini yang ditujukan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari mereka, Sapta, terdistrak oleh rima yang tujuan awalnya sengaja dibuat untuk kesan dramatis. Dani sempat salah tangkap bahwa manuskripnya ada di Papua padahal Papua hanyalah tempat mereka bersinggah saja. Sisanya mungkin baru sadar isi surat di atas setelah ada penjelasan bahwa itu adalah sebuah rencana pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bisa mengecek petunjuk selanjutnya di &lt;a href="http://mynameisnia.blogspot.com/2011/01/surat-untuk-sakti.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dani, yang seperti membuat buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;self-destruct&lt;/span&gt;, menuliskan cara-cara membunuh dalam sebuah surat yang dituliskan oleh tokoh utama: menarik pelatuk senapan jarak jauh dari semak-semak pegunungan dimana target berada di dalam rumah dan sudah tepat posisinya, target dipotong dengan beragam pisau dapur yang dimilikinya, disetrum pisau cukur, racun yang dititipkan lewat pipa air, asap dari knalpot, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik pada awalnya tapi detail yang banyak membuat agak membosankan. Kau harus paham ini, manusia. Detail kadang tidak terlalu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia menceritakan lagi sebuah cerita yang dianggap lebih bisa dinikmati. Ia bercerita tentang seorang penguntit yang membuat surat sebagai tanda peringatan kepada orang yang sedang dicintainya karena akan dibunuh oleh beberapa orang yang tidak jelas. “Aku tak memintamu untuk menghargaiku, apalagi menjawab cintaku. Tetapi larilah. Bersembunyilah. Selamatkan dirimu, yang kuhargai lebih dari apapun di dunia ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lalu, salah satu peserta mereka yang termuda—Ryan—membuat cerita tentang dua orang yang bersahabat selama 40 tahun, menganalogikan diri mereka sebagai dua raja yang memerintah sebuah kerajaan, yang walaupun pernah saling mencaci maki dan mengeluarkan seluruh pengetahuan tentang kata-kata hina, mereka tetap saling menyayangi. Diceritakan tentang perasaan walaupun saling berjauhan tapi masih merasa berada di sampingnya. Sang sahabat menuliskan surat ini ketika sudah tiba saatnya sebuah kerajaan kehilangan salah satu rajanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mencium aroma homoseksual di sini karena hubungan persahabatan mungkin tidak sebegitu terobsesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah membaca, mungkin kau menemukan petunjuk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terselip sebuah cerita manis yang dituliskan oleh Rizal. Dibuka dengan kalimat “mendaki gunung adalah simulasi masuk surga”, ia berkisah tentang dua orang sahabat yang suka mendaki gunung dan berbagi tentang pengalaman keindahan hingga salah seorang sahabatnya terbaring di rumah sakit karena kecelakaan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flyover &lt;/span&gt;Pasupati. Sudah 3 bulan si keluarga sahabat berusaha untuk memperpanjang nyawanya dengan mesin sementara ada obsesi mereka berdua yang belum tercapai yaitu mendaki gunung selatan. Cerita dengan manisnya ditutup, “Mungkin jika sudah dicabut oksigenmu, kamu bisa pergi ke gunung selatan sendirian tanpa perlu didampingi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bromance &lt;/span&gt;agaknya mengingatkan mereka pada film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brokeback Mountain&lt;/span&gt;. Bagaimanapun, cerita ini manis adanya dan emosi sedihnya sungguh terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Dengan tidak biasa, Andika membuka ceritanya dengan seorang tokoh yang suka bermimpi jika ada yang mau meninggal dan kali ini mantan pacarnya, Yudi, yang mengunjungi mimpinya. Yudi ini digambarkan sebagai sosok yang tidak disukai oleh tokoh utama. Tokoh utama mencibir tentang Yudi yang &lt;i&gt;broken home&lt;/i&gt; dan tidak lulus kuliah. Dunia Yudi bagai gudang sempit yang penuh kotoran yang didalamnya penuh tikus-tikus. “Memutuskanmu adalah hal terbaik yang pernah kualami. Kini kuucapkan selamat karena selamat tinggal dan sampaikan salamku kepada Tuhan.” ujar tokoh utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal cerita yang tidak biasa, surat diisi dengan metafora yang baik, dan klimaks pada akhir cerita. Hari ini milik Andika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Fasilitator kali ini, Sapta, bercerita tentang Nada Astina—seorang pemahat patung—yang  memiliki kegemaran berbicara dengan orang asing ketika ia sedang berpergian ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta. Di sana ia bertemu dengan wanita setengah baya bernama Retno yang tidak menikah karena 25 tahun yang lalu, wanita ini divonis dokter tidak akan berumur panjang. Dengan alibi tidak ingin menyakiti dan meninggalkan orang yang disayangi, maka ia memutuskan untuk hidup sendiri. Sayangnya, vonis 25 tahun yang lalu  itu tidak terbukti dan ia masih hidup sampai sekarang sehingga ia agak menyesal karena percaya vonis dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup ceritanya, Sapta menulis begini:&lt;br /&gt;“Di depan peron, Nada disambut oleh keluarga besarnya. Ibu, bapak, dan kelima adiknya. Berlarian berebut memeluk Nada, air mata berhamburan di mata mereka, Nada berusaha menahan tangis. Sayang, Nada tidak berhasil menepati janjinya. Janji untuk air mata yang tak akan jatuh lagi dari sudut matanya, air mata yang sudah kering beberapa bulan lalu saat vonis dokter menyatakan dirinya tidak akan berumur panjang dan esok adalah batas hari itu. Hari ini Nada melihat kenyataan bila vonis itu hanyalah diagnosa, hanyalah dugaan manusia. Dokter bukan Tuhan. Harapan itu ada. Ibu Retno adalah buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke dua Nada di Jogja tangisan keluarga Nada kembali terdengar, bahkan lebih kencang, kala itu Nada menepati janjinya untuk tidak menangis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memejamkan mata untuk selamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu, kalian para manusia, bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;twist &lt;/span&gt;yang disajikan Sapta kali ini begitu lembut dan tidak patah karena penjelasan menuju akhir ceritanya cukup baik dan klimaks tetap terjaga hingga akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Dini membuat surat perpisahan berdasarkan kisah nyata. Ia memberikan surat ini untuk Sammy, yang belakangan diberitahu bahwa itu adalah sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone &lt;/span&gt;Siemens yang diganti menjadi Nokia. Dini menceritakan dan memperlakukan seolah-olah itu adalah seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sudah menyangka bahwa tokoh yang ditulis Dini bukanlah orang tapi seekor hewan atau sesuatu, tapi siapa yang menyangka bahwa Dini menulis surat untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone &lt;/span&gt;yang sudah musnah karena terjatuh saat menunggang kuda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kau sudah membaca polanya bahwa setiap orang yang membaca surat di atas akan mati esok harinya? Ada kata-kata terakhir? Jika tidak, kini tengoklah ke belakang, mungkin ada seorang perempuan yang akan menikammu perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nia Janiar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-726297867631146973?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/726297867631146973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=726297867631146973' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/726297867631146973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/726297867631146973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/01/demi-keselamatanmu-bacalah-ini.html' title='Demi Keselamatanmu, Bacalah Ini'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-8060652682522068828</id><published>2011-01-15T00:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T01:10:18.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Merekayasa Dongeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TTFiEOWjAUI/AAAAAAAAAtQ/n_qpfPqRSVo/s1600/DSC04294.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TTFiEOWjAUI/AAAAAAAAAtQ/n_qpfPqRSVo/s320/DSC04294.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562334839490937154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TTFiD4_xgnI/AAAAAAAAAtI/770TZXxslN4/s1600/DSC04295.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TTFiD4_xgnI/AAAAAAAAAtI/770TZXxslN4/s320/DSC04295.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562334833758274162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Sabtu, 08 Januari 2011. Akhirnya setelah sekian lama saya telah kembali ke komunitas menulis ini, tidak terasa sudah setahun saya bersama dengan mereka. Ketika saya datang Andika, Rizal, dan Dani sudah hadir di RL bagian depan. Mereka menyalami saya selamat tahun baru (itu yang saya ingat). Tak lama kemudian Dani menyuruh kami berempat untuk cepat naik, tak lain alasannya karena datangannya Nia. Mungkin Nia dan Dani merupakan musuh bebuyutan, tak heran Dani datang dengan membawa busur panahnya. Rupanya hari itu Reading Lights cukup penuh, karena di tempat bagian belakang—tempat yang biasa kami menulis—dipenuhi oleh komunitas lainnya. Akhirnya kami memutuskan untuk ke lantai atas sebagai markas besar komunitas menulis kami. Tak apalah walapun hanya lima orang, markas besar tetap markas besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari lima orang yang hadir, hanya dua orang yang primitif yang menulis dengan buku dan bolpen, sedangkan sisanya dengan laptop. Tapi ternyata tidak, Dani berbaik hati untuk menulis secara primitif juga. Tibalah kami pada sesi mencari topik dan tentu saja ini adalah sesi yang tersulit karena topik itu sulit ditentukan. Akhirnya saya sabagai pemimpin (maunya) mengajukan topik rekayasa dongeng dan cerita rakyat. Hal ini muncul di pikiran saya karena saya baru saja membaca buku yang berjudul &lt;i&gt;The Book of Lost Thing&lt;/i&gt; yang juga menceritakan sebuah cerita dan dalam cerita tersebut dimasukan unsur-unsur dongeng. Mereka semua setuju, akan tetapi ada suatu hambatan yaitu bahwa pengetahuan kami terhadap dongeng tidak begitu “tinggi”.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah sekian lama (saya skip waktu menulisnya karena memang makan waktu yang cukup lama) menulis, akhirnya kami tiba pada sesi membaca. Oh, perlu diketahui bahwa Sapta dan Uli datang di tengah-tengah kesibukan mereka (walapun saya tidak yakin mereka sibuk). Nia menjadi orang pertama yang membacakan karyanya tentang Sangkuriang. Nia mengubah cerita ini menjadi &lt;i&gt;incest &lt;/i&gt;yang benar-benar terjadi antara Sangkuriang dan ibunya, sedangkan sang anjing memiliki keturunan lain setelah kabur dari Sangkuriang. Akhir dari kisah ini adalah anak hasil hubungan Sangkuriang dan ibunya terluka dan dimakan oleh keturunan dari anjing—sang ayah Sangkuriang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berikutnya Sapta yang menjadi orang kedua yang membacakan karyanya. Terlihat gayanya disini—&lt;i&gt;sadism&lt;/i&gt;—Sapta mengambil cerita Timun Mas sebagai rekayasanya. Akan tetapi disini yang diceritakan adalah tentang keturunan Timun Mas yang ke-7 yang sangat ambisius, sehingga dia berniat mengangkat Buto Ijo yang tenggelam ke permukaan laut untuk membuktikan kepada dunia bahwa Buto Ijo itu ada. Tragis nasib sang keturunan, atau memang sengaja dibuat tragis, dan sepertinya memang sengaja dibuat tragis oleh Sapta, sehingga ketika bangkai Buto Ijo mencapai permukaan laut dan ditaruh di daratan. Buto Ijo kembali bangkit dan memakan keturunan Timun Mas ini, dengan sumpah serapah, dan Sapta menggambarkan dimakannya keturunan Timun Mas ini seperti kita memakan kacang. Dan itulah cerita sadis Sapta. Hati-hati dengan orang ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan kali ini adalah giliran Andika yang ternyata mengambil Timun Mas juga. Cerita Andika me-modernisasi cerita Timun Mas dengan mengganti dengan ayah Timun Mas adalah seorang arsitek terkenal yang berselingkuh dengan pembantunya sehingga menghasilkan anak dan istrinya yang merupakan seorang sastrawan. Pada awalnya mereka menolak anak tersebut, akan tetapi karena mereka menginginkan anak itu, maka mereka setuju untuk mengadopsi anak ini menjadi anak mereka. Sang pembantu setuju dengan syarat uang dan ketika anak tersebut berumur 10 tahun, ia akan mengambil kembali. Singkatnya setelah lewat 10 tahun, anak ini dibawa dengan paksa. Pada waktu dibawa, anak ini dibekali dengan alat-alat sama seperti Timun Mas. Dan dimulailah kekonyolan saat dimana anak itu berlari, dia melemparkan alat-alatnya yang menjadi lumpur, bonteng, dan laut. Perubahan cerita yang logis dan serius menjadi serba sihir membuat cerita ini sangat konyol. Akhirnya cerita tamat sesuai dengan dongeng Timun Mas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba giliran Dani. Ceritanya cukup sederhana karena Dani mengambil cerita &lt;i&gt;The Beauty and The Beast&lt;/i&gt;. Disini Dani mengajak kita untuk menjadi orang ke-3, menjadi tokoh baru dalam cerita tersebut. Dani membuat cerita ini kelam dengan membuat &lt;i&gt;bad ending&lt;/i&gt;, sehingga judul ceritanya adalah &lt;i&gt;The Beast and The Beast&lt;/i&gt;. Karena pada akhirnya The Beauty yang dijual ke kastil The Beast ikut menjadi&lt;i&gt; &lt;/i&gt;The Beast dan memburu ayahnya yang menjualnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya tiba giliran saya yang mengambil cerita Peter Pan. Akan tetapi saya mengganti Peter Pan ini sebenarnya adalah monster jejadian yang kerjanya memangsa anak kecil, membujuk mereka ke Neverland untuk dimakan dan tidak pernah kembali lagi (sehingga menjadi asal usul Neverland). Tapi sepertinya saya gagal membuat cerita ini kelam karena mereka semua tertawa mendengar saya bercerita.  Mungkin yang salah adalah penggunaan bahasa penulisan kali ya? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terakhir Rizal. Dia cukup pusing untuk dongeng sehingga Rizal memutuskan untuk membuat &lt;i&gt;historical fiction&lt;/i&gt;. Perang para sunan dengan syekh menjadi inti ceritanya. Rizal menggambarkan betapa rumitnya keadaan perang waktu kerajaan Demak menyebarkan Islam. Pada akhirnya, cerita ini berakhir sesuai dengan cerita sebenarnya, yaitu kekalahan sang syekh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uli, yang datang paling terakhir tidak menulis, karena sudah tidak sempat lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut saya, kelemahan yang tampak adalah pengetahuan kita akan dongeng terlalu sedikit sehingga kurang begitu baik dalam merekayasa dongeng. Dan inilah jurnal dari saya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TTFjPBFegCI/AAAAAAAAAtY/IQwy9GD_bRY/s200/Ryan.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562336124419866658" /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;K. Ryan Marhalim&lt;/b&gt;. Seorang bocah dengan banyak impian. Salah satunya untuk menjadi penulis novel ternama bak Pramoedya Ananta Toer. Kegiatannya selain menggentayangi&lt;i&gt; Reading lights Writers' Circle&lt;/i&gt; adalah menghadiri sebuah kelompok okultisme (&lt;i&gt;occultism&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-8060652682522068828?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/8060652682522068828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=8060652682522068828' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8060652682522068828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8060652682522068828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2011/01/merekayasa-dongeng.html' title='Merekayasa Dongeng'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TTFiEOWjAUI/AAAAAAAAAtQ/n_qpfPqRSVo/s72-c/DSC04294.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-3660336116403743357</id><published>2010-12-29T19:08:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T19:19:47.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Cinta . . . di akhir suatu masa</title><content type='html'>Meskipun Natal, rupanya Sabtu lalu Reading Lights buka seperti biasa. Siang itu cuaca cerah. Saya datang, mencoba melanjutkan sebuah tulisan yang belum jelas akan berakhir di mana. Setelah dua jam, teman-teman mulai berdatangan. Dani dan Anggi muncul di Reading Lights dengan berpeluh keringat … apa yang dilakukan keduanya?! Oh, rupanya mereka berjalan kaki dari Taman Bacaan Pitimoss di Jalan Banda. Tak lama kemudian, Maknyes datang dengan potongan rambut barunya. Seperti Anggi, sudah lama juga sejak gadis berkacamata ini menampakkan hidungnya di pertemuan writer’s circle. Dua dara ini sehari-hari sibuk di ibukota. Selanjutnya datang berturut-turut Neni, Rizal, dan Retno. Pertemuan pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi momen berakhirnya tahun 2010, Dani mengajukan sebuah tema yang kami anggap menarik. “Kita menulis tentang berakhirnya suatu era,” ujarnya. Lebih rincinya lagi, berakhirnya suatu masa yang akan membawa perubahan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. “Berakhirnya era internet!” ujar saya sambil membayangkan. “Berakhirnya Facebook!” timpal Maknyes. “Berakhirnya cinta romantis!” tambah Anggi, sekalian curhat. Setelah semua peserta berpikir-pikir mau menulis apa, latihan menulis pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas menit berlalu. Tulisan saya hampir beres, satu paragraf lagi selesai. Teman-teman yang lain masih asyik menulis. ”Tambah?” tanya Dani. Semua mengangguk. ”Berapa menit?” ”Lima menit,” sahut saya. ”Sepuluh menit saja,” akhirnya Dani memutuskan. Sepuluh menit berlalu, setelah saling tunjuk soal siapa yang membuat jurnal untuk pertemuan kali ini (”Saya utang satu jurnal!” protes Neni ketika ditunjuk. ”Saya utang dua!” seru Rizal tak mau kalah.), sesi pembacaan karya pun dimulai. Saya membaca pertama. Kali ini cerita saya agak menyerempet science fiction, saya sangat menikmati proses menulisnya, ide-ide seperti berlompatan dari kepala. Cerita ini tentang berakhirnya era ’cinta organik’. Setelah cerita selesai, Dani meminta saya untuk mem-posting-nya ke blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknyes lalu membacakan cerita yang diawali dengan potongan keseharian orang-orang yang berbeda. Ibu-ibu rumah tangga yang menangis sejadi-jadinya, pegawai-pegawai wanita yang menitikkan air mata, sampai ibu-ibu pejabat yang kehilangan satu-satunya teman ketika tidak ada kondangan. Apa gerangan yang berakhir tanggal 22 Desember 2022? Mengapa Anas, yang dua kali tinggal kelas, sekarang berjanji untuk belajar keras? Rupanya Fitri dan Farrel sudah dipastikan hidup bahagia selamanya. &lt;a href="http://ceriterathya.blogspot.com/2010/12/akhir-sebuah-masa-ah-masa.html"&gt;Sinetron &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cinta Fitri&lt;/span&gt; berakhir di season kelima belas.&lt;/a&gt; Para peserta writer’s circle pun tertawa geli. Sekali lagi Maknyes menunjukkan kelihaiannya mengambil hal-hal teraneh dalam budaya pop, dan menceritakannya kembali dengan selucu-lucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, Dani menulis cerita yang di luar kebiasaannya. Ia menulis tentang kehilangan cinta! Alih-alih menulis tentang ‘pistol’, ‘ledakan’, ‘peluru’, ‘seragam’, atau ‘pasukan’, beginilah tulisan Dani: &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/pradana-pandu-mahardhika/cerita-iseng-15/481565359222"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya ada bantal dan seprai yang dingin tak bernyawa. Dengan sedikit enggan kupaksakan diri membuka mata. Benar saja, ranjang di sebelahku kosong melompong. Dan sudah begitu selama beberapa hari terakhir ini. Aku tak tahu lagi apa yang harus kurasakan saat ini. Bodoh? Sedih? Marah?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Maknyes pun tidak bisa menahan keheranannya. Saat Dani membaca, ia pun menyela, “Bo! Gua udah lama nggak dateng ke writer’s circle tulisan Dani kok jadi kayak begini?!” Pipi Dani pun bersemu memerah. Tulisan Dani berakhir ketika ternyata cintanya itu kembali. Berakhirlah masa-masa kesendirian si tokoh utama. Cinta tokoh cerita Dani, rupanya tidak ditujukan kepada manusia, tetapi kepada seekor kucing. “Antiklimaks, deh,” ujar saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Rizal membacakan ceritanya yang gelap. Tentang berakhirnya cinta juga, entah virus apa yang menyerang anak-anak writer’s circle sore itu. “Ini fiksi ya,” ujar Rizal, langsung membuat kami meragukan kebenaran pernyataan itu. Cerita ini diawali monolog panjang tentang pria yang patah hati karena ditinggal mantan kekasihnya menikah. Mendengarkan penuturan Rizal, saya sempat berpikir, “Oh, ternyata si Rizal begini,” sampai cerita berganti haluan seratus delapan puluh derajat, di mana si pria mulai menarik-narik pelatuk pistol penuh berisi timah panas; menembak mati pengantin pria, mantan kekasihnya, sebelum akhirnya dirinya sendiri. Dan semuanya berakhir. Rizal mengaku kaget sendiri dengan kekelaman ceritanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, seorang peserta writer’s circle menulis tentang berakhirnya cinta: Neni. Dalam cerita yang kental beraroma curcol, Neni menulis begini: &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/neni-iryani/basi/472145811330"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua ada waktunya: ada tanggal terbit dan tanggal kadaluwarsa. Ada masa dimana sesuatu yang awalnya hangat akan berubah menjadi dingin bahkan basi. Karenanya, jangan heran atas reaksiku saat mendengar kabar terbaru darimu. Rasaku padamu sudah basi sejak lama. Meskipun cukup lama waktu yang kubutuhkan berikut deretan usaha yang kuupayakan demi melupakanmu; saat rasa ini sampai pada tanggal kadaluwarsa, semua baik-baik saja.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kami tak kuasa menahan geli, karena tulisan Neni ini seperti cerita Rizal dari sudut pandang perempuan. Terlebih ketika Neni mengakhirinya dengan: Aku turut berbahagia saat mendengar kabar pernikahanmu. Lalu cepat lupa. Karena kini, sudah ada dia yang memenuhi hati dan isi kepala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggi menutup sesi pembacaan kali ini dengan cerita tentang sebuah rezim yang sungguh digdaya. Pada masa itu, seorang laki-laki tidak bisa lagi memaksakan kebutuhan seksualnya kepada perempuan melalui force. Apabila laki-laki ingin bercinta dengan istrinya, ia harus membujuk si istri agar mau melakukannya, bisa dengan bunga, coklat, atau kata-kata rayuan. Pada prakteknya, kemauan si istri amat susah diikuti karena ia sampai menentukan waktu-waktu kapan si suami bisa mencumbunya. Telat sedikit, tidak ada jatah untuk bulan ini. Alhasil, si suami pun frustrasi dan bercinta dengan suami frustrasi lainnya. ”Khas Anggi banget, ya! Ada gay-gay-nya,” komentar Rizal. Saya pikir ada benarnya juga. Cerita-cerita Anggi banyak bermuatan seksual, tetapi tidak membahas kenikmatannya. Misalnya, tentang perempuan yang berselingkuh, anak perempuan yang dipegang-pegang ayahnya, dan rezim di mana perempuan memegang kendali dalam hubungan seksual. Hm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dani lantas resmi mengakhiri pertemuan writer’s circle. Kami tak beranjak dari tempat duduk masing-masing, saling bercerita, dan membahas tentang macam-macam. Saya tak habis pikir mengapa cinta justru menjadi tema pada sore hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- &lt;a href="http://ngungsi.blogspot.com/"&gt;Andika Budiman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-3660336116403743357?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/3660336116403743357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=3660336116403743357' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/3660336116403743357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/3660336116403743357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/12/cinta-di-akhir-suatu-masa.html' title='Cinta . . . di akhir suatu masa'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-1597706922597695818</id><published>2010-12-23T02:15:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T02:23:42.619-08:00</updated><title type='text'>Pengumuman Libur Akhir Tahun</title><content type='html'>Sehubungan dengan masa liburan Tahun Baru, toko buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reading Lights&lt;/span&gt; akan tutup mulai tanggal 27 Desember 2010 dan akan dibuka lagi pada 4 Januari 2011. Oleh karena itu, pertemuan terakhir Reading Lights Writers' Circle pada tahun 2010 akan diadakan hari Sabtu, 25 Desember, dengan jadwal biasa (mulai jam 4 sore). Setelah itu akan ada jeda selama satu minggu sebelum kegiatan RLWC dimulai kembali pada hari Sabtu, 8 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama dengan ini pengurus blog RLWC ini (moga-moga mewakili segenap anggota) mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru bagi para pembaca yang merayakan hari-hari besar tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-1597706922597695818?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/1597706922597695818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=1597706922597695818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1597706922597695818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1597706922597695818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/12/pengumuman-libur-akhir-tahun.html' title='Pengumuman Libur Akhir Tahun'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-8538414006300911351</id><published>2010-12-23T02:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T02:14:02.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Menengarai Sisi Jasmani</title><content type='html'>Sore itu, tanggal 11 Desember 2010, saya datang lebih cepat di Reading Lights karena latihan panahan yang saya jalani setiap hari Sabtu juga selesai lebih cepat dari biasanya. Saat pertemuan Writers'Circle dimulai beberapa lama kemudian dengan pencarian tema, saya mengajukan usulan untuk menulis tentang keadaan fisik seorang tokoh; salah satu alasannya (yang tidak saya sebutkan saat itu) adalah karena saya terbiasa melakukan latihan fisik yang cukup berat sebagai pemanasan sebelum mulai berlatih panahan, dan saya teringat bahwa kreativitas pikiran saya cenderung tersumbat selama seminggu penuh jika saya terpaksa melewatkan latihan fisik akhir minggu tersebut. Selain itu, saya melihat adanya kecenderungan di kalangan penulis untuk memusatkan perhatian pada sisi perasaan, pikiran, dan rohani tokoh-tokoh mereka sementara melupakan pengaruh kelebihan dan kekurangan jasmani terhadap kepribadian tokoh-tokoh tersebut. Singkat kata, tema itu akhirnya diterima setelah penjelasan dan diskusi yang cukup alot tetapi juga menghasilkan "pemanasan" yang baik sebelum menulis, paling tidak bagi saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat waktu penulisan hampir berakhir, Nia mendapat panggilan telepon tentang suatu janji penting lainnya yang harus ia tepati di sore itu, jadi kami mendaulatnya untuk memulai pembacaan karya sebelum ia meninggalkan pertemuan. Ceritanya yang pendek tetapi padat mengisahkan seorang pemuda yang menggunakan kelainan kulitnya untuk berpura-pura menjadi makhluk halus dan menakuti sekelompok pembalak liar di kawasan hutan yang dijaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran pembacaan kedua diambil oleh Sapta. Tulisannya menceritakan sepasang pengantin baru yang melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bungee jumping&lt;/span&gt; sebagai bagian dari upacara pernikahan mereka, tetapi sayangnya si pengantin pria sangat berotot, sehingga bobotnya terlalu berat dan tali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bungee&lt;/span&gt; yang mereka pakai putus. Gaya khas Sapta yang sarkastis sangat kental dalam cerita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Neni menceritakan seorang ibu hamil yang nekat melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga sebagai bentuk "olah raga" untuk kesehatannya sendiri dan bayinya. Sayangnya, saat melakukan salah satu kegiatan "olah raga" ini--yaitu mendoring kereta belanja yang berat saat sedang berbelanja di sebuah pasar swalayan--wanita ini berpapasan dengan suaminya yang sedang bercengkerama bersama wanita lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, Andika--yang baru datang setelah Nia pergi--menulis tentang guru kimia yang memiliki suara kecil dan tak berwibawa sehingga ia terus menjadi bulan-bulanan muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat bingung karena ada beberapa gagasan cerita yang muncul di kepala saya hingga saya terpaksa memilih secara acak. Hasilnya, saya menulis tentang seorang malaikat yang dibuang dari surga karena tingkah lakunya terlalu manusiawi, tetapi begitu sampai di dunia manusia ia menjadi sakit-sakitan karena tak terbiasa menghirup udara yang telah dikotori dosa-dosa dan niat buruk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan kali ini juga diwarnai oleh kedatangan seorang anggota baru bernama Purba, yang sayangnya belum dapat menulis secara optimal karena ia datang saat pembacaan karya-karya lain hampir berakhir dan akibatnya ia tidak mendapat waktu menulis yang memadai. Untungnya, sekarang ia sudah mengetahui tempat dan jadwal RLWC, jadi kami semua berani berharap bahwa lain kali ia akan datang lagi dan menambah kekayaan RLWC dengan gaya khas penulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Pradana P. M.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-8538414006300911351?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/8538414006300911351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=8538414006300911351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8538414006300911351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8538414006300911351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/12/menengarai-sisi-jasmani.html' title='Menengarai Sisi Jasmani'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-93056969611895124</id><published>2010-11-19T09:22:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T10:35:47.527-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Dilarang Membawa Makanan dari Luar!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak seperti judul di atas, hari ini kami melakukannya di Reading Lights.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, ruang belakang Reading Lights tidak kosong seperti minggu lalu. Ada beberapa orang di bangku merah, bangku yang minggu lalu kamu duduki. Saya orang pertama yang datang, Rizal setelahnya, disusul Farida. Akhirnya sofa oranye dipilih menjadi tempat kami melakukan acara menulis bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan yang tidak matang terlihat saat masing-masing diantara kami bertanya “ Hari ini temanya apa?”. Awalnya saya mengajukan tema ‘menulis dari lukisan yang saya pilih, dikarenakan lukisan di ruang atas tidak boleh di pindah dari tempatnya maka niat ini urung dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan datang. Setelah menyapa sekumpulan orang di bangku merah - yang ternyata dikenalnya –  akhirnya gagasan tema hari ini muncul. Terinspirasi dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Filosofi Kopi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dewi Lestari yang telah dibacanya, maka benang merah tulisan kami dalah filosofi (tentang)  makanan. Waktu yang disepakati adalah 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara waktu menulis, berdatangan anggota RLWC yang lain. Nia, yang tampak lelah karena harinya dihabiskan untuk mengikuti workshop tentang anak autis. Uli datang beberapa menit setelahnya, Kebalikan dari Nia, Uli datang dengan sumringah. Dani adalah anggota yang terakhir hadir, berbeda dari biasa, hari ini Dani kelihatan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt; Intermezzo&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; membuat 'kesepakatan waktu' yang ditentukan mengalami perpanjangan. Hanya lima menit! tapi ini berarti bagi kami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya tuliskan kami siap dihidangkan! Siap disantap, selanjutnya dikunyah, ditelan, dan cerna sebagai masukan, kritikan atau (bahkan) penjabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ide awalnya datang dari Ryan, dialah orang yang pertama menyuguhkan filosofi makanannya, dengan gaya retorikanya Ryan menyuguhkan pisang sebagai santap pemubuka kami. Saya yang kemudian menyusul menyuguhkan ayam panggang untuk disantap, selanjutnya Rizal menyuguhkan minuman berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;espresso&lt;/span&gt; &amp;amp; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;latte&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak adil rasanya bila kita hanya memakan sesuatu yang enak saja. Karena ini hidup, kita harus realistis, Farida dan Nia memperhitungkan alasan ini. Suguhan selanjutnya tidak begitu menyenangkan; Farida membawa &lt;a href="http://jerawatdimuka.tumblr.com/post/1567747455/filosofi-makan-an"&gt;makanan-makanan tidak enak&lt;/a&gt;, seperti coklat hambar dari warung, sementara Nia menyuguhkan jengkol untuk menjadi sebuah filosofi hidup seseorang yang sedang tinggal di luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Untunglah ada Uli. Makanan selanjutnya yang dihidangkannya adalah kulit bebek &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Duck King  &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan kulit ayam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;KFC&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Penuturan cerita yang dibuatnya seperti membawa kita menyaksikan film kartun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;‘Born To Cook’&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#333333;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Kudapan berupa biskuit melengkapi ‘perjamuan malam’ ini. Dani menjadikan biskuit sebagai makanan yang dipilih sebagai filosofi di ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami kenyang dengan semua hidangkan yang di bawa masing-masing anggota, mulailah kami menganalisa sebuah pertanyaan. Saya sendiri tidak begitu mengerti mengenani filosofi sehingga muncul pertanyaan “ Apa bedanya filosofi dengan analogi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Uli mengenai Filosofi saya simpulkan menjadi penjelasan yang ‘tak membingungkan’ bila dibanding saya harus mengenal atau memahami filosofi secara filosofis.  “Seorang Filosof yang akan kita antut dan dipilih adalah berasal dari seorang Filosof yang penjelasannya atau penguraiannya bisa dimengerti, karena filosofi adalah tentang kecintaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pertemuan berakhir. Karaoke, makan sushi, PVJ dan menyendiri adalah acara yang di pilih oleh para anggota secara terpisah sebagai acara lanjutannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="yiv772599726Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:tahoma,verdana,arial,sans-serif;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/S-0JVRrpwRI/AAAAAAAAAqc/657EdKlYyoQ/s1600/sapta.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/S-0JVRrpwRI/AAAAAAAAAqc/657EdKlYyoQ/s200/sapta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471039383453417746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sapta P Soemowidjoko. &lt;/span&gt;Bergelar sarjana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;science &lt;/span&gt;yang  pada akhirnya terjun ke dunia seni. Hobinya menulis, menggambar, dan  memotret yang pada akhirnya digeluti secara profesional. Semasa kuliah  pernah menjadi penyiar dan produser di beberapa radio dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;genre &lt;/span&gt;anak muda. Terakhir, ia pernah terpilih menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;art director &lt;/span&gt;LA Indie Movie dalam film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dummy Bukan Dami&lt;/span&gt; sekaligus menjadi pemeran utamanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Visual merchandise and promotion &lt;/span&gt;untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Corniche &lt;/span&gt;adalah pekerjaan tetap yang tertulis dalam kartu namanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-93056969611895124?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/93056969611895124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=93056969611895124' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/93056969611895124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/93056969611895124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/11/dilarang-membawa-makanan-dari-luar.html' title='Dilarang Membawa Makanan dari Luar!'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/S-0JVRrpwRI/AAAAAAAAAqc/657EdKlYyoQ/s72-c/sapta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-8877555820205994738</id><published>2010-11-14T00:34:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T00:42:19.310-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Pembatasan Yang Tidak Membatasi</title><content type='html'>Jika biasanya para anggota Reading Lights Writers' Circle (sebagian besar) duduk di kursi saat menulis, maka pertemuan tanggal 6 November 2010 dapat dikatakan agak tidak biasa. Kami menemukan setumpuk bantalan duduk saat kami berpindah ke lantai kedua toko buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reading Lights&lt;/span&gt; untuk menulis sehingga pada akhirnya kami mengatur kembali susunan perabot agar kami semua dapat duduk di lantai (atau paling tidak di bantalan). Ada pendapat yang menyatakan bahwa perubahan situasi seperti ini dapat memacu kreativitas. Entah benar entah tidak, yang jelas semua orang tidak kesulitan menemukan gagasan saat kami mulai menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke awal pertemuan, Neni sempat menggoda Sapta dengan permintaan untuk "menentukan batasan" sebelum kami semua masing-masing menuliskan tema untuk dimasukkan dalam undian hari itu. Celetukan ini mengilhami saya untuk menulis "pembatasan" dalam kertas undian saya, dan ternyata kata ini terpilih menjadi tema penulisan. Tanpa pikir panjang, saya mengutarakan hal pertama yang terlintas dalam benak saya, yaitu keterbatasan barang-barang konsumen seperti yang dialami rakyat Uni Soviet saat negara komunis itu masih berdiri karena sumberdaya ekonomi di sana lebih diarahkan untuk mendukung kinerja industri berat. Dari gagasan dasar ini saya mengusulkan bahwa "pembatasan" di sini mungkin dapat diartikan sebagai suatu halangan yang bukan berasal dari keterbatasan sejati, melainkan dipaksakan oleh suatu faktor dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar rumit, memang, tetapi--seperti telah saya katakan sebelumnya--tampaknya tidak ada yang kesulitan menemukan gagasan dari titik mula ini, termasuk Andika yang datang saat semua peserta yang lain sudah hampir selesai menulis. Kemunculannya merupakan satu lagi kejadian tak biasa yang mewarnai hari itu karena sebelumnya Andika tak pernah muncul dalam pertemuan RLWC sejak ia mengundurkan diri dari jabatan fasilitator beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Andika mulai menulis, Neni membuka sesi pembacaan dengan sebuah monolog tentang seorang wanita yang merasa tersanjung bercampur jengah atas banyaknya orang yang telah melihat, mengamati, dan mencoba menggali arti di balik senyumnya selama beberapa ratus tahun. Wanita ini ternyata Mona Lisa yang terabadikan sekaligus terpasung dalam bingkai lukisan sejak mata kuas Leonardo da Vinci menorehkannya di atas kanvas berabad-abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, Sapta membawakan sebuah cerita tentang seorang wanita berjilbab yang hendak mengubah penampilannya. Tetapi, walaupun ia sudah bersusah-payah mempercantik dirinya dengan sepatu bertumit tinggi, dandanan yang indah (termasuk tatanan rambut yang dipamerkannya tanpa kerudung), dan baju baru dengan potongan yang provokatif, pada akhirnya ia dihadang di pintu depan oleh suaminya yang baru saja pulang dari suatu urusan di luar rumah; lelaki ultra-konservatif itu langsung menampar si wanita dan menghardiknya untuk mengenakan jilbabnya kembali. Pujian datang dari Nia dan Neni karena menurut mereka cerita ini benar-benar dapat menggambarkan jalan pikiran seorang wanita, terutama saat si tokoh utama berandai-andai tentang berbagai cara yang hendak digunakannya untuk memikat lelaki di luar rumah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Dini membacakan sebuah cerita dengan nafas fantasi yang sangat kental. Dikisahkan ada suatu keluarga kecil di negeri makhluk jejadian (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shape-shifters&lt;/span&gt;). Kehidupan sehari-hari keluarga ini terganggu saat naga peliharaan sang raja mengamuk akibat tersedak batu permata yang ditelannya. Adik si tokoh utama--seorang (atau seekor?) anak (makhluk?) kecil yang terobsesi dengan ekor berbagai macam hewan--menghambur keluar untuk mengejar ekor si naga, sehingga si tokoh utama terpaksa menyelamatkannya sememntara sang ayah mengakhiri amukan sang naga dengan cara manjatuhkan sebuah tiang bangunan di atas perut naga tersebut agar batu permata di kerongkongannya kembali terdorong keluar. Berbagai tanggapan yang muncul umumnya setuju bahwa cerita ini berhasil menampilkan interaksi dalam keluarga dengan manis, tetapi bagian pembukanya agak membingungkan karena begitu banyak nama dan tempat baru yang diperkenalkan di dalamnya. Sempat terlontar wacana bahwa cara untuk menghindari masalah ini adalah memapas dan /atau menggabungkan segala macam nama, tempat, dan kejadian yang tidak benar-benar memegang peranan inti dalam cerita sependek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah keempat yang dibawakan oleh Nia mengambil latar kerusuhan etnis di Sampit (2001) antara suku Dayak dan suku Madura. Di tengah kekejaman dan penderitaan dalam peristiwa ini, diceritakan ada seorang lelaki yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan anak-anak kecil yang terlantar dari kedua suku. Lelaki ini menelusuri reruntuhan sebuah kampung untuk mencari satu lagi anak yang dapat diselamatkannya; saat ia memasuki sebuah rumah, tiba-tiba ada satu sosok kecil yang muncul dari persembunyian. Sayang sekali cerita berakhir di sini karena Nia kehabisan waktu. Semua peserta yang lain pun masih merasa penasaran tentang sosok kecil yang tak sempat diceritakan ihwalnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal, pada giliran kelima, mengisahkan seorang pria yang begitu kesal dengan batasan-batasan waktu yang dikenakan kepadanya hingga ia sengaja memberontak dengan melanggar berbagai macam jadwal dan tenggat waktu dalam hidupnya. Tentu saja hal ini tidak begitu baik bagi kariernya maupun hubungannya dengan orang lain, tetapi baginya semua itu adalah harga yang setimpal bagi kebebasan yang didapatkannya dari kungkungan waktu. Kebiasaannya ini begitu meresap hingga iapun tak pernah langsung mengangkat telepon yang masuk; pada suatu hari, tindakan ini berakibat fatal saat ia baru mengangkat teleponnya setelah panggilan diulang beberapa kali dan ternyata seorang dokter telah berusaha menghubunginya sejak tadi tentang ibunya yang sakit parah. Begitu mendengar berita ini ia langsung bergegas pergi dan berharap bahwa kali ini adalah pertama kalinya ia mampu tak terlambat dalam hidupnya, tetapi dalam perjalanan ia malah tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas dan Sang Maut menjemputnya dengan kata-kata "Waktumu telah habis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam cerita keenam yang saya tulis, seorang pengembara mendatangi sebuah desa yang begitu kekurangan kayu bakar hingga satu-satunya api besar yang boleh dinyalakan adalah perapian di kedai yang merangkap sebagai balai desa. Ternyata ada segerombolan makhluk besar yang menyerang penduduk desa setia kali mereka keluar untuk mencari kayu bakar, dan si penjaga kedai menjelaskan kepada si pengembara bahwa kejadian seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya. Keesokan harinya si pengembara pun menunda perjalanannya untuk mencari tahu lebih lanjut tentang makhluk-makhluk yang mengganggu desa ini. Seperti halnya cerita Nia, cerita ini terpotong di tengah jalan karena keterbatasan waktu--suatu hal yang memicu diskusi tentang panjang yang "tepat" dan "alami" bagi setiap gagasan cerita. Ada pula beberapa komentar yang membahas cara cerita ini memasukkan rincian-rincian kecil tentang kejadian di sekeliling tokoh utama, terutama dalam kaitan (dan perbandingan) dengan cerita dari Dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, Andika mengisahkan seorang anak lelaki yang merasa kesal karena kakaknya (juga lelaki) yang beranjak remaja tak mau lagi berbagi kamar dengannya. Ia tak mengerti mengapa kakaknya selalu mengunci kamar dan memutar musik keras-keras atau asyik mengobrol dengan teman-teman yang tak pernah diperkenalkannya kepada adiknya. Pada suatu hari, si adik memberanikan diri untuk mengintip ke dalam kamar baru kakaknya saat ia melihat bahwa tirai jendela luar tak sepenuhnya tertutup, dan betapa kagetnya ia ketika ia sadar bahwa di dalam kamar kakaknya yang telanjang bulat sedang mencium seorang teman lelakinya. Peserta yang lain bergurau bahwa cerita ini diangkat dari pengalaman adik Andika walaupun tokoh si adiklah yang kebetulan mendapat nama "Andika" dalam kesempatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2065/227/36/1500743216/n1500743216_189538_5878.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 173px; height: 145px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2065/227/36/1500743216/n1500743216_189538_5878.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama beberapa tahun terakhir &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pradana Pandu Mahardhika&lt;/span&gt; telah berusaha untuk menaklukkan dunia, menjadi penulis profesional, dan melakukan penelitian pribadi tentang beberapa sisi sejarah yang tak umum dibicarakan, tetapi sejauh ini ia masih jauh lebih berhasil dalam mempelajari seni panahan daripada dalam upayanya untuk mancapai tujuan-tujuan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-8877555820205994738?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/8877555820205994738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=8877555820205994738' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8877555820205994738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/8877555820205994738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/11/pembatasan-yang-tidak-membatasi.html' title='Pembatasan Yang Tidak Membatasi'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-2964410553869557790</id><published>2010-11-02T08:52:00.001-07:00</published><updated>2010-11-02T09:04:27.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Bahagia Dalam Bencana</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;30  Oktober 2010. Langit tampak muram—mungkin masih berduka bagi Negeri  kita yang berulang kali ditimpa bencana. Saya sedang duduk manis di  angkot Cicaheum-Ciroyom ketika, pukul 4 teng, ada SMS masuk dari Sapta.  “Rizal Affif, di mana lu?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata, di RL,  baru Sapta yang datang. Saya yang datang pukul 4 lebih 5 terheran-heran  melihat Sapta yang berantakan seperti baru kena bencana. Giliran saya  bertanya, “kenapa lu?” Tidak lama setelah saya, Tegar datang. Tapi  karena masih sedikit yang datang, ia izin ke depan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti  biasa saya mengobrol banyak dengan Sapta, dan waktu pun berlalu.  Setengah 5 sore, dan belum ada yang datang lagi. Pukul 5 kurang 10  menit, Nia muncul dan bertanya dengan heran, “kok belum mulai sih?” Ya  orang baru bertiga, itu aja Tegar ngabur hahaha... Nia menjatuhkan diri  ke kursi sambil mengeluhkan sesuatu, lalu mengeluh tentang disiplin  waktu. Hehe, disiplin waktu tampaknya jadi bencana buat Nia hari itu,  dan bencana buat kelancaran kegiatan RLWC tentunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kata  Nia, hari itu Tegar ingin memberikan tema. Jadi “diseretlah” Tegar dari  ruang depan. Ternyata oh ternyata, bencana berikutnya: kata Tegar, ia  belum sepenuhnya siap dengan tema yang ingin ia ajukan. Jadilah,  daripada semakin berlarut-larut, saya berinisiatif, dengan  mempertimbangkan berita dari Wasior, Jakarta, Mentawai, dan Merapi—saya  mengusulkan tema BENCANA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;... yang kemudian ditambahkan oleh Sapta, menjadi “bahagia dalam bencana”, supaya ceritanya tidak melulu kelam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waktu  penulisan pun disepakati selama 30 menit. Satu menit setelah mulai,  Dani datang dan langsung menyusul menulis. Dua puluh menit berikutnya,  Lulu menyusul dan hanya jadi pendengar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada  sesi ini, kami mencoba sesuatu yang baru: cerita kami dibacakan oleh  peserta lain. Hal ini diusulkan oleh Sapta dan Nia, karena kata mereka  klub ini klub menulis dan bukan klub drama, jadi harusnya karya penulis  bisa dinilai terlepas dari bagaimana ia dibacakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Supaya  adil siapa membacakan karya siapa, maka dilakukanlah pengundian. Pada  pengundian pertama, saya dan Sapta kebagian membacakan karya kami  sendiri, sehingga dilakukan pengundian kedua. Kami pun bertukar cerita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang  pertama membacakan cerita adalah Nia, yang membacakan cerita saya, yang  berjudul “Mbah Maridjan”. Cerita ini merupakan gambaran fiktif mengenai  menit-menit terakhir kehidupan Mbah Maridjan, bagaimana beliau  mengetahui bencana yang akan melanda desanya namun tidak diizinkan  berbuat apa-apa; dan bagaimana para Bahureksa mengangkat jiwanya ke  Gunung Merapi, menyelamatkannya dan menjadikannya kekal, sebelum awan  panas menerjang rumahnya. Cerita ini diikuti dengan pembahasan dan  spekulasi lain mengenai kematian Mbah Maridjan; termasuk perdebatan  apakah Mbah Maridjan meninggal di kamar tidur atau di kamar mandi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang  kedua adalah Tegar, yang membacakan cerita Sapta, yang berjudul “Adila,  Shilla, dan Anak Kecil Berkulit Hitam”. Mengangkat tema banjir di  Wasior, Papua Barat, cerita ini mengisahkan 3 orang yang saling  terpisah: Adila, yang menyaksikan bencana itu melalui layar kaca,  sebelum kemudian Ibunya mematikan TV tersebut dan mengisahkan bencana  lain dalam hidupnya; Shilla, reporter bencana di Wasior yang senang bisa  mendramatisir keadaan di Wasior demi kepuasan pemirsa, dan bagaimana ia  terkena bencananya sendiri; serta Anak Kecil Berkulit Hitam, seorang  korban di Wasior, yang hanya bisa melihat mayat Ibu dan adiknya dalam  diam, berharap ayahnya akan menyelamatkannya. Pertanyaan pertama saya  adalah, di mana bahagianya? Sapta bilang yang bahagia adalah si reporter  yang bisa mendramatisir bencana untuk kepopulerannya sendiri :D saya  juga tadinya berharap akan ada sesuatu yang mengikat ketiga cerita  terpisah itu, tapi saya juga setuju dengan Nia: cerita itu bagus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang ketiga membacakan seharusnya saya. Tapi Dani belum selesai dengan ceritanya. Jadi saya pas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikutnya  adalah Sapta, membacakan cerita Tegar. Cerita itu mengisahkan tokoh  “aku” yang berdiri di tengah pembatas jalan raya dan merasa terancam  oleh bunyi sirine yang menghampirinya dari dua arah. Ternyata kedua  sirine itu sama-sama adalah sirine patwal yang mengawal mobil pengantin.  Nia yang paling pertama protes, “itu bukan bencana alam!”. Tegar  berkilah bahwa temanya memang bencana, bukan bencana alam. Saya sendiri  tadinya mengira si tokoh aku terjebak di suatu tempat dan sirine itu  adalah pertolongan. Justru dalam cerita ini saya kurang menangkap  “bencana” yang dimaksudkan. Menurut saya, seharusnya dua iringan  pengantin itu harusnya bertabrakan, biar beneran kelihatan ada bahagia  dalam bencana, di mana pengantin-pengantin itu bisa mati bersama  pasangan. Kata Sapta, “itu mah elu banget.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berikutnya,  Dani. Meskipun ia belum menyelesaikan ceritanya, ia pun bersedia  membacakan cerita Nia. Kali ini, Nia bertutur tentang seorang gadis yang  sedang &lt;i style=""&gt;chatting&lt;/i&gt; dengan ibunya ketika tiba-tiba terjadi  gempa. Terjebak dalam kamar karena pintu yang macet, ia akhirnya malah  menjadi satu-satunya orang yang selamat, sementara teman-teman satu  kosannya tertimpa reruntuhan saat mereka menuruni tangga. Saya memuji  cerita Nia terutama karena penggambaran suasananya yang cerdas, sesuatu  yang belum bisa saya lakukan dan masih harus saya pelajari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah  itu Dani masih melanjutkan menulis cerita. Nia beberapa kali protes  agar Dani menyelesaikan tulisannya. Sesi itu pun kami selingi dengan  Sapta dan Tegar yang membacakan cerita mereka masing-masing, agar lebih  terasa &lt;i style=""&gt;soul&lt;/i&gt;-nya. Barulah setelah sekitar setengah jam  dari berakhirnya sesi menulis. Dani menyodorkan ceritanya pada saya.  Saya menolak sebagai bentuk protes keterlambatannya. Tapi Nia yang  sedari tadi protes ternyata berbaik hati mengambil cerita itu dan  membacakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dani bercerita tentang dua  orang petugas relawan di daerah bencana, bagaimana mereka sebenarnya  jengah dengan pekerjaan itu, tetapi kemudian merasa bahagia setelah  berhasil menyelamatkan 12 orang. Bagi mereka, menutup pintu ambulans  untuk mengantarkan korban selamat adalah kebahagiaan dalam bencana.  Sapta yang pertama mengomentari cerita Dani, ia menyatakan bahwa suasana  dala cerita itu kurang terbangun. Saya setuju. Dani berkilah ia  terpaksa melakukan itu karena waktunya kurang untuk menulis deskripsi  situasinya :p Sapta melanjutkan bahwa cerita itu bisa menjadi bagus  kalau dijadikan karya visual. Saya berpendapat Dani sebetulnya bisa  menyelipkan deskripsi berupa pemilihan kata dalam narasi, jadi tidak  perlu membuat deskripsi khusus yang berpanjang-panjang. Namun saya juga  memuji bahwa kali ini Dani keluar dari &lt;i style=""&gt;mainstream &lt;/i&gt;ceritanya&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sesi kali ini berakhir pukul 7 malam--alhamdulillah, tanpa bencana, tapi dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rizal Affif&lt;/span&gt; adalah seoran&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs150.snc1/5572_118998390479_645895479_2233726_8338432_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 182px; height: 172px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs150.snc1/5572_118998390479_645895479_2233726_8338432_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;g konsultan HR yang sebenarnya lebih mencintai dunia menulis dan &lt;i style=""&gt;web design&lt;/i&gt;  ketimbang dunia industri. RLWC adalah salah satu kesempatannya  menyegarkan diri di sela-sela kesibukannya menilai para calon manajer  untuk menghidupi dirinya. Selain menulis di RLWC, ia juga secara konstan  menulis karya bertema spiritualitas—dan menuangkan eksperimen desain  webnya—dalam blognya &lt;a href="http://thesoulsanctuary.us/"&gt;http://thesoulsanctuary.us&lt;/a&gt;. Ia juga sedang merencanakan pembuatan blog mengenai manajemen HR untuk menunjang karirnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-2964410553869557790?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/2964410553869557790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=2964410553869557790' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2964410553869557790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/2964410553869557790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/11/bahagia-dalam-bencana.html' title='Bahagia Dalam Bencana'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-1535561925147054630</id><published>2010-10-26T02:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-02T09:10:44.723-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Berbagai Rasa dari Tiga Kata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TMajcJzm-II/AAAAAAAAAsc/JtkaXf5HPNU/s1600/DSC02960.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TMajcJzm-II/AAAAAAAAAsc/JtkaXf5HPNU/s320/DSC02960.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532288896335280258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Hari Sabtu tanggal 23 Oktober, peserta RLWC yang datang mencapai 10 orang. Ada tujuh orang yang sudah berkumpul, sebelum Azisa, Regie, dan Dani bergabung. Hari itu, Neni mengusulkan sebuah cara pemilihan tema, yakni membuat sebuah tulisan yang mengandung 3 kata tertentu. Setelah setiap peserta mengajukan ide 3 kata miliknya dan dipilih secara acak, kata-kata yang terpilih adalah "kacang merah," "memacul," dan "rumah bordil." Ada sedikit kesalah pahaman karena ‘rumah bordil’ disangka sebagai rumah 'bordir', dan membuat dua orang peserta harus menulis lagi ceritanya dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aryo, pemilik ide kata tersebut mengaku kesulitan karena semula ia hanya iseng. Namun akhirnya tulisannya jadi dan ia bacakan. Ia menggunakan kata-kata tersebut menjadi jus kacang merah, dan sisanya menjadi isi berita siang di televisi. Seperti tulisannya yang bertema horor pekan lalu, ia menyertakan nama beberapa peserta RLWC dalam ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran kedua adalah saya. Saya menulis &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=445088703423"&gt;cerita dengan latar Jepang&lt;/a&gt;, menggambarkan situasi rumah bordil pada saat musim dingin. Beberapa peserta berkomentar cerita saya bagus dan rapi, seperti reportase. Hal ini diamini peserta lainnya. Berikutnya, giliran pengaju tema hari itu, yaitu Neni. Ia membuat &lt;a href="http://neni-purplenook.blogspot.com/2010/10/kacang-merah-di-rumah-bordil.html"&gt;sebuah cerita&lt;/a&gt; yang berbeda, dengan sebuah kacang merah yang tidak bisa tumbuh di tanah sebagai narator. Bagi saya, cerita Neni keluar dari persepsi umum. Sedangkan menurut Azisa, cerita itu menjadi menarik karena rumah bordil tidak melulu harus berkonotasi seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nia yang bercerita. Ia menceritakan seorang tokoh bernama Burhan yang pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib, dan bertemu dengan seorang ibu tua di stasiun. Cerita Sapta agak mirip dengan Nia dalam hal berjuang hidup. Ia mengupas sisi domestik dari seorang pekerja seks, yang tetap harus memasak sehari-harinya dan menghadapi penghakiman dari orang-orang di sekitarnya setiap kali ia berbelanja. Sapta mengakhiri dengan peristiwa sang wanita 'mencangkul' kepala ibu-ibu di warung yang kerap menyindir profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika giliran Farida, ternyata ia membuat dua buah cerita. Yang satunya iseng, dan satu lagi yang serius. Ketika &lt;a href="http://jerawatdimuka.tumblr.com/post/1381354045/kacang-merah-mencangkul-rumah-bordil"&gt;cerita yang kedua&lt;/a&gt; dibacakan, meledaklah tawa semua peserta. Ternyata Farida dengan sengaja memplesetkan ‘rumah bordil’ menjadi rumah bordir di akhir cerita. Nia berkomentar bahwa Farida amat peka terhadap fenomena kecil di keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azisa yang menyusul berikutnya, mengangkat cerita dengan detail-detail unik, seperti meja mahogani dan aneka rempah-rempah. Dalam ceritanya, Azisa tidak menyebutkan dengan gamblang ketiga kata yang menjadi tema. Sedangkan Tegar, yang membacakan setelah Azisa, mendapat komentar bahwa metafor-metafor yang ia gunakan dalam ceritanya menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua cerita berikutnya mengandung unsur romantisme. Dani, dalam &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/pradana-pandu-mahardhika/cerita-iseng-14/448984639222"&gt;sebuah cerita&lt;/a&gt; berlatar rumah bordil di pinggiran Kairo, mencoba menghadirkan hubungan romantis antara tokoh utama dengan rekannya saat mereka mengunjungi tempat tersebut. Romantisme yang dibangun melalui dialog dan deskripsi suasana ini berhasil ditangkap dan disetujui Azisa. Aryo berkata bahwa pemilihan nama tokohnya kurang eksotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita milik Regie mengundang reaksi yang menarik. Pasalnya, tulisannya kaya dengan kontak fisik eksplisit, tapi salah satu nama tokohnya Ryan, peserta yang ada di ruangan. Ryan sendiri menanggapinya, “Rasanya saya tak bisa komentar apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan, yang datang terlambat dan menulis tanpa perpanjangan waktu, mengakhiri sesi hari itu dengan membacakan karyanya. Ia bercerita mengenai persaingan dua orang wanita pekerja di rumah bordil. Terasa ada kemajuan dalam cerita Ryan, yakni dari penggunaan dialog yang lebih dimunculkan dibanding tulisannya terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema 3 kata hari itu menghasilkan tulisan-tulisan yang di luar dugaan. Kebanyakan peserta berusaha keluar dari kebiasaan, bereksplorasi, dan menunjukkan perkembangan masing-masing. Satu lagi sesi menulis di Reading Lights dengan berbagai hal yang mencengangkan, namun tetap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fun&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs429.ash2/70851_1000261959_5390903_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 132px; height: 152px;" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs429.ash2/70851_1000261959_5390903_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dini Afiandri&lt;/span&gt; adalah salah seorang anggota yang (relatif) baru di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reading Lights Writers' Circle &lt;/span&gt;tetapi telah berhasil menyesuaikan diri dengan segala keanehan di sini. Siapapun yang ingin mengikuti jejak penulis bergaya "romantisme brutal" ini (menurut kata-katanya sendiri, lho) dapat langsung mengunjungi pertemuan kami setiap hari Sabtu jam 4 sore di salah satu sudut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reading Lights&lt;/span&gt;. Eh, kok malah jadi promosi ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;i style=""&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6601655614224559301-1535561925147054630?l=rlwriterscircle.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/feeds/1535561925147054630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6601655614224559301&amp;postID=1535561925147054630' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1535561925147054630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6601655614224559301/posts/default/1535561925147054630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rlwriterscircle.blogspot.com/2010/10/berbagai-rasa-dari-tiga-kata.html' title='Berbagai Rasa dari Tiga Kata'/><author><name>Reading Lights Writer's Circle</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12577192107628114317</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-7t4Cprh1hrU/TkFW7L5cywI/AAAAAAAAAxw/yEykd3r__-k/s220/DSC04989.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TMajcJzm-II/AAAAAAAAAsc/JtkaXf5HPNU/s72-c/DSC02960.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6601655614224559301.post-3045025091559172310</id><published>2010-10-22T04:55:00.000-07:00</published><updated>2010-11-02T09:10:27.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='journal'/><title type='text'>Antara Horor dan Haram</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TMF9szcOQII/AAAAAAAAAsU/g5nwkCLrxdU/s1600/hor.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KSNFRiaq1SY/TMF9szcOQII/AAAAAAAAAsU/g5nwkCLrxdU/s320/hor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530840026063978626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan Editor:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maaf bagi pembaca yang terlanjur merasa takut atau malah paranoid gara-gara entri jurnal kemarin. Sebenarnya itu cerita salah satu peserta yang ditulis waktu pertemuan tanggal 16 Oktober, tetapi dijadikan entri jurnal jadi-jadian untuk menambah bumbu pengalaman berjurnal ;P . Beginilah rupa jurnal asli yang ditulis Ryan: )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah jurnal pertama saya&lt;span lang="en-US"&gt;Writer's Circle pada hari Sabtu jam 17.00, tepatnya pada saat saya datang, sudah mengalami kejadian yang cukup “menyenangkan.” Kenyataan bahwa saat itu mati lampu dan hari gelap bukan karena jam 5, tetapi disebabkan oleh hujan, langit yang gelap, seperti sudah melwati jam 6 sore saja, tidak ada kesan romantis. Entah kebetulan atau tidak ketika saya datang, saya mendapati bahwa hanya 4 orang yang telah datang dan siap menulis. Dan yang paling kebetulan adalah bagaimana tema yang didapatkan untuk menulis adalah “Horor” atau tepatnya yang menyeramkan, suatu kebetulan yang menyenangkan bukan? Perlu saya jelaskan kenapa sih saya sebutkan kebetulan? Ya karena dalam memilih tema penulisan adalah pengundian. Dalam setiap ingin memilih
